Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta

Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta
ciuman pertama


__ADS_3

sesampainya di rumah, vania segera solat dan beristirahat tapi tak lupa ia memasak untuk makan malam terlebih dahulu....


setelah selesai memasak...


"mbak lani, nanti tolong kamu bilang sama pak ba... klo tuan pulang suruh panggil saya"


"baik nona..."


vania pun segera membersihkan diri, menunggu magrib tiba sambil membaca alqur'an... sayang sekali kamar ini dibuat kedap suara, jadi suara merdu ini tak bisa didengar oleh orang lain, jika orang lain mendengarnya suaranya pasti benar benar menyejukkan hati...


saat rey tiba, pak ba ingin segera memanggil nona mudanya seperti perintahnya tadi, tetapi dilarang oleh rey yang tahu maksud pak ba...


"kalian pergilah..." pinta rey


"baik tuan..." mereka pun segera pergi


lalu rey segera beranjak ke kamar, rey membuka pintu pelan dan mendengar vania melantunkan alqur'an dengan sangat indah, rey pun menyunggingkan senyum.... hilang sudah semua rasa lelahnya hari ini...


rey duduk di sofa yang berada dikamar itu sambil mendengarkan vania melantunkan alqur'an yang tanpa di sadari kedatangannya...


setelah beberapa saat, nada alarm handphone vania berbunyi menandakan waktu magrib telah tiba... ia pun menyudahi membaca alqur'annya dan segera menyimpan ke tempatnya semula...


"kak rey udah pulang??" vania kaget melihat rey sudah duduk di sofa...


"kenapa pak ba gak manggil aq???" tanya vania dalam hati...


" mereka sudah ku suruh kembali ke rumah belakang" tukas rey yang seperti faham apa yang sedang di fikirkan vania


"oh... ya sudah aku siapin airnya dulu ya..." tukas vania melepas mukenanya dan langsung ke kamar mandi...


setelah siap vania pun keluar...


" kak, airnya udah siap... sekarang kakak mandi dulu..." tukas vania


"ya... " sambil beranjak ke kamar mandi...sebelum sampai ke kamar mandi iq berucap


"mau mandi bareng gak?"


"kak rey pernah ke timpuk meja gak?" tukas vania kesal


rey pun segera beranjak mandi sebelum vania benar benar marah... setelah itu mereka solat jamaah bersama...


"kak, ayo kita makan dulu... tadi udah aku siapin..." tukas vania melepas mukena dan melipatnya


"ya... boleh nanya gak?" tukas rey


"ya nanya ajalah kak, ngapain nanya harus minta izin" tukas vania sambil menaruh mukena yang sudah di lipatnya di tempatnya semula... lalu duduk di kasur sambil memegang bantal sedang rey masih duduk di atas sajadah...


"menu makannya boleh request gak?"


"ya tentu aja kak... kakak mau di buatin apa?" tukas vania antusias


"aq menu makan malamnya kamu donk..."


"ha..." vania kaget, lalu melempar bantalnya ke rey

__ADS_1


" tu... makan aja bantalnya... " tukas vania sebal lalu pergi ke bawah...


rey pun tertawa melihat reaksi vania...


"nyebelin banget sich... seneng banget sich godain" gerutu vania


setelah berganti baju, rey pun segera menyusul vania yang sudah menunggunya di meja makan...


" masih ngambek??? masak gitu aja ngambek..." tukas rey


" oh... tuhan kemana perginya kak rey yang kayak es batu kemarin kemarin..." tukas vania dalam hati


" kakak sekarang agak cerewet ya..." tukas vania


" kamu juga, sekarang jadi berani ya? " tukas rey gak mau kalah


" huh..." vania hanya bisa menghela nafas


setelah selesai makan mereka berpindah ke ruang baca/ ruang kerja....


vania juga sudah membuatkan teh dan kue kering sebagai pendampingnya....


"oh ya kak, hari minggu malam nanti ada acara gak?" tanya vania


" kenapa?"


"ini, ada undangan dari sekolahku..." tukas vania sambil memberikan undangan...


"undangan apa?"


" itu undangan untuk yang lain?" tunjuk rey pada setumpuk undangan yang di pegang vania


"iya..." lalu menyerahkan undangan itu ke rey


" ini biar di urus jino..." tukas rey ( jino adalah sekretaris rey...)


" baik... terima kasih kak..."


"ada lagi?" tanya rey seperti tahu semua yang ada di fikiran vania


" emmm... bolehkah aku meminta beberapa bunga yang ada di taman untuk acara sekolah nanti?" tanya vania , rey hanya bisa mengerutkan keningnya...


" bunga, taman, rumah dan semua isinya adalah milikmu juga... masihkah harus bertanya, untuk hal seperti itu"


" iya, maaf..." vania menunduk malu


" ok... ada lagi?" yang melihat vania sepertinya masih ingin mengatakan sesuatu lagi


" maaf kak bolehkan aku mengajak dinda dan salsa kesini besok"


" ya..." tukas rey


"makasih kak..."


"oh ya besok evan sama yang lain juga akan kesini..." rey memberi tahu

__ADS_1


"benarkah? kak evan mau kesini?"


"hemmm..." rey mengangguk


"klo gitu, gimana klo buat picnic atau barbeque an bersama?"


"kamu bilang aja sama pak ba, biar di siapkan..."


"iya..." tukas vania...


lalu keluar menemui pak ba untuk menyiapkan acara besok di kebun... setelah itu kembali lagi keruang baca, ia sangat senang karena banyak buku yang di inginkannya ada di sini, ia pun membacanya satu persatu sampai tertidur...


rey yang melihat vania tertidur hanya bisa menggelengkan kepala, lalu segera membopongnya ke kamar...


ternyata di ruang baca itu ada pintu yang langsung menuju kamar, seperti yang ada di kamar vania dulu...


rey menaruh vania pelan pelan, setelah itu ia melepas hijab yang dikenakan vania dan juga melepas tali yang mengikat rambutnya...


rey terkesima memandang kecantikan istrinya dan tanpa ia sadari ia mencium bibir vania yang merekah tanpa polesan itu semakin dalam dan seperti terhanyut dalam kenikmatan... tapi dengan segera ia tersadar dari hal yang ia lakukan...


ia sendiri kaget dengan apa yang ia lakukan... dengan segera ia menjauh dari vania... sebelum ia hilang kendali...


"huh..." menghela nafas kesal, lalu pergi ke kamar mandi untuk menjernihkan fikirannya...


setelah mandi pun ia tak bisa menghentikan fikirannya tentang bibir vania yang terasa begitu manis, membuatnya ingin mengulangi merasakannya lagi...


dengan segera ia menepis keinginan itu dan perki ke ruang kerjanya lagi... dan tidur disana...


tengah malam seperti kebiasaannya setiap hari vania bangun untuk solat tahajud...


saat bangun ia kaget karena sudah ada di kamar, kerudungnya juga sudah terlepas...


"bukannya tadi malam aku di ruang baca?"


" apa kak rey yang mindahin aq?"


ia juga menyadari klo rey tidak ada di kamar


"apa ia masih bekerja di jam segini?" vania bertanya tanya


saat memikirkan suaminya itu ia teringat dengan mimpinya semalam, pipinya bersemu merah...


"bisa bisanya aku bermimpi seperti itu" tukas vania menepuk kepalanya


lalu ia menyentuh bibirnya...


"tapi benar benar terasa nyata...." tukas vania mekamun lagi


" oh ayolah... vania.... sadar..."


"mikir apasih aku ni..." tukasnya lagi menepis semua fikirannya...


lalu segera ke kamar mandi membersihkan diri dan melaksanakan solat tahajud...


sedang rey yang ada di ruang kerjanya masih berguling kesana sini tak bisa tidur karena hal yang ia lakukan tadi...

__ADS_1


" ayolah rey... jangan buat dirimu jadi bodoh..." tukas rey pada dirinya sendiri...


__ADS_2