Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta

Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta
Bertemu


__ADS_3

di kamar erwin


"sialan, si evan udah sembunyiin vania"


" besok kamu ke sekolahan nya... kamu cari tahu di sana dan ikuti dia, ketika keadaan aman culik dia..." tukas darwin


" baik pi..." tukas erwin


keesokan harinya...


seperti yang direncanakan,erwin pergi kesekolah vania... dia menunggu sampai jam sekolah usai...


" sial, siapa yang berani deketin vania... vania itu milik gue..." tukas erwin yang marah melihat vania didekati radit...(erwin yang sudah begitu terobsesi pada vania)


setelah melihat vania masuk ke mobil, erwin pun segera mengikuti mereka, mencoba mencari celah... yang kebetulan hari ini salsa tidak membawa pengawalnya, dan mereka sedang akan berbelanja...


" kita makan dulu yuk..." ajak dinda


"iya laper nih... " tukas salsa mulai mengarahkan mobil ke tempat makan


setelah sampai di tempat makan, mereka pun masuk ke dalam dan memesan makanan...


"kak evan udah hubungin kamu?" tanya salsa, sambil menunggu makanan...


" udah tadi... loh... hp ku kemana?" tukas vania sambil mencari


" paling ketinggalan di mobil..." tukas dinda


" ya udah, aku ambil dulu..." tukas vania


" yuk aku temenin "tukas salsa


" cuma ke mobil bentar gak usahlah, biar aku sendiri"


" gak boleh... aku tuh udah di percaya sama kak evan buat jagain kamu"


" ya udah... ayo ayo..." vania mengalah tak mau mendengar lebih banyak lagi ocehan sahabatnya...


"aku tunggu pesenan dateng aja ya" tukas dinda, malas keluar lagi karena lapar...


kami mengangguk lalu pergi ke parkiran yang kebetulan sepi...


" ini kesempatan bagus untukku" tukas erwin lalu menutup mukanya, dan menghampiri mereka.... erwin tidak sendiri dia juga membawa beberapa anak buahnya...


" hai sayang..." tukas erwin pada vania yang sudah sampai di parkiran mobil


" siapa kalian? jangan macam macam"


tukas salsa siap waspada... (salsa dan vania bisa bela diri)


" gue gak butuh lo... gue gak bakalan macem macem klo lo serahin temen lo secara baik baik..." tukas erwin

__ADS_1


" gak bakalan, " tukas salsa mulai menyerang dan langsung di tangkis salah satu anak buahnya...


erwin membawa 8 anak buahnya yang cukup handal dalam beladiri, jadi walaupun vania dan salsa juga sangat jago bela diri tapi mereka kalah jumlah... salsa tergeletak tak berdaya, dan vania pun tertangkap...


"siapa kalian? buruk sekali 9 laki-laki lawan 2 wanita" tersenyum tapi cukup mengerikan...


"siapa lo... gak usah ikut campur urusan gue... klo gak mau mati" tukas erwin sambil mengunci gerakan vania yang masih kuat terus mencoba melepaskan diri


"waooo... takut" tukasnya tersenyum lalu menyerang... baku hantampun tak ter elakkan walau cuma sendiri hanya dalam waktu 2 menit mereka semuapun terkapar...


" salsa, vania" teriak dinda yang baru datang, karena teman temanya lama makanya dia menghampiri...


salsa udah gak sadarkan diri,karena cukup parah terkena pukulan... dan vania setengah sadar...


" terima kasih..." tukas vania sebelum pingsan pada penolongnya


"ayo bawa kerumah sakit" tukasnya lalu membopong vania kedalam mobil, lalu salsa juga... untung tadi sebelum pergi dinda udah membayar makanannya...


mereka pun segera pergi ke rumah sakit...


Di rumah sakit... evan yang mendengar adiknya terluka segera ke rumah sakit...


evan terduduk lemas didepan ugd...


"adek..." tukas evan... air matanya jatuh tanpa ia sadari...


"bodoh... lo udah tahu dia di incar tapi lo biarin dia tanpa pengawasan" tukas sang penolong...


"udahlah rey... jangan pojokin evan terus..." tukas tian yang tadi datang dengan evan, lalu menarik evan untuk duduk di kursi tunggu...


"gimana kejadiannya?" tanya tian pada rey... ya..sang penolong tadi adalah rey...


"gue sich gak tahu awalnya gimana... tadi gue baru makan siang dan mau pulang, gue lihat vania udah ditangkap dan teman nya tergeletak pingsan... sepertinya mereka tadi melawan tapi mereka sembilan orang laki laki..."


" tapi gue tahu siapa dalang nya walaupun mereka menutup wajah mereka" tukas rey


" siapa?"


"anaknya darwin" tukas rey, yang pernah dimintai tolong evan untuk menyelidiki darwin.


" erwin...sial sial..." tukas evan marah... lalu bangkit ingin segera membalas...


" lo mau ke mana?" tanya rey...


" gue harus bales mereka..."


" udahlah, biarin aja dulu... sekarang yang terpenting keadaan adek lo dulu..." tukas rey


"iya van, lagiankan tadi erwin udah dihajar rey.." tukas tian...


"tapi... gak lo matiin kan rey?" tanya tian yang tahu bagaimana tabiat buruk temannya itu...

__ADS_1


"gak, cuma gue patahin kaki dan tangannya..." tukas rey santai...


"apa???" tukas tian ngeri...


tak lamapun keluarga salsa datang...


" gimana keadaan salsa?" tanya orang tua salsa pada evan kawatir...


"masih... diobati didalam... maaf om, tan... ini semua karena kelalaian saya" tukas evan merasa bersalah karena salsa juga jadi korban...


" iya, gak papa... ini juga salah om... tadi pengawal yang biasanya mengawal mereka, om suruh tugas yang lain... om gak ngira keadaannya akan begini" menyadari kesalahannya...


" tapi gimana keadaan vania?"


"sama om... mereka berdua masih diobati di dalam...." tukas evan...


setelah... beberapa lama akhirnya vania dan salsa di pindah di kamar inap... mereka ditempatkan dalam 1 kamar, sesuai permintaan keluarga salsa, karena keluarga salsa sudah menganggap vania anaknya... jadi akan lebih mudah menjaga mereka dalam satu ruangan... salsa lebih dulu sadar


" ma..." tukas salsa yang melihat mamanya disampingnya


" kamu udah sadar sayang?" tukas mamanya


"iya ma... vania ma... vania..." tukas salsa yang teringat sahabatnya, sebelum pingsan dia melihat sahabatnya telah tertangkap...


" tenang sayang tenang... vania gak apa apa... tu dia masih belum sadar..." tukas mamanya memperlihatkan vania yang masih belum sadar...


"syukurlah... dia gak ketangkep..." tukas salsa lega melihat sahabatnya...


rey dan tian pergi setelah melihat keadaan vania, sedang evan pergi mengantar dinda pulang, jadi sekarang yang menunggu vania dan salsa adalah mamanya salsa...


Di rumah sakit lain, darwin marah marah melihat anak nya terkapar koma... keadaan anaknya cukup buruk... tulang kaki dan tangan patah juga tulang rusuknya... dan dokter memvonis erwin tidak akan bisa berjalan lagi, karena terlalu parah lukanya... sedang anak buahnya tidak ada yang tertolong...


" siapa yang berani melakukan ini ?? " tukasnya marah pada anak buahnya yang tidak bisa mencari informasi...


" mereka tidak meninggalkan bukti sedikitpun di tempat bos, cctv sudah dirusak... dan tidak ada saksi ditempat itu, kalaupun ada mereka pasti sudah di bungkam..."


" apa tidak ada petunjuk sedikitpun siapa pelakunya?"


"tidak ada"


" bagaimana dengan evan?"


"pas waktu kejadian, kebetulan bos erwin menyuruh kami untuk memantau evan, dan kebetulan dia di kampus jadi bukan evan pelakunya bos"


" aaaahhhh" darwin marah besar...


" tapi bos, saya dengar adik evan juga masuk rumah sakit..." tukas anak buah itu


" kita ke markas besar..." tukas darwin


" dia yang harus menerima pembalasan anak ku" imbuhnya lalu pergi...

__ADS_1


__ADS_2