Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta

Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta
tertangkapnya para penjahat


__ADS_3

" van... tu jemputan kamu dateng" goda salsa yang sudah mulai hafal mobil mobil yang menjemput vania


"apaan sih Sa... ya udah aku pulang duluan ya" pamit vania lalu segera menghampiri mobil rey


" iya, hati hati ya... " tukas salsa dan dinda menggoda vania...


vania tak menghiraukan godaan kedua teman dekatnya itu...


" sa, din... sapa sih yang jemput vania??? " tanya risa yang kebetulan belum pulang


" cowoknya lah... " tukas salsa


" vania punya cowok??? beneran??? "tanya risa tak percaya


" jadi gosip pas lomba kemarin itu bener??? " tanya risa lagi dan di jawab anggukan oleh salsa


"wah... kayak apa sih cowoknya??? " tanya risa lagi membuat dinda dan salsa saling pandang


"yang pasti ganteng banget lah... " tukas dinda


" duuuuh... jadi pengen lihat... " tukas risa


" gak usah lihat lah, nanti jadi ngefans kalau lihat... " tukas salsa


" segitunya banget... " tukas risa


" emang gitu, iya gak din??? " tukas salsa


" iya lah, kita berdua aja juga jadi ngefans... " tukas dinda


" kata kata kalian berdua tu malah bikin gue pingin lihat... " tukas risa


" biar penasaran terus gitu.... " tukas salsa lalu mereka tertawa bersama


"ya udah, gue duluan ya... jemputan udah dateng" tukas risa pergi


" iya, hati hati... " tukas salsa dan dinda


setelah risa pergi...


" kok bilang gitu sama risa?? " tanya dinda


" bilang gitu gimana??? " tanya salsa balik


" punya pacar... "


" biar yang terlalu ngarep sama vania pada berhenti... biar gak ada radit radit yang lain... " tukas salsa


" bukannya nanti malah bikin yang suka sama vania marah ya... " tukas dinda tak mengerti


" ya semoga aja enggak... tapi kalau mereka gak keburu di sadarin kalau vania itu udah punya gandengan, mereka pasti masih berharap lebih dan ingin vania jadi milik mereka... " tukas salsa


" iya juga sih... " tukas dinda


"ya udahlah ayo pulang, untuk sekarang kita udah bisa agak tenang... kan dia udah ada yang jagain... " tukas salsa


" anterin ya... kayaknya gue gak di jemput ni... " tukas dinda melihat hpnya


" ya udah ayo... " ajak salsa


di tempat lain di perjalanan...

__ADS_1


" kapan kamu ujian??? " tanya rey


" sekitar sebulanan lagi, kenapa kak??? " tanya vania


" mama sama papa nanyain... " tukas rey


" kenapa nanya kayak gitu??? " tanya vania penasaran


"setelah kamu ujian, mama mau kamu main ke sana... karena mama sama papa dalam setahun ini belum bisa pulang... " tukas rey


" ke Swedia??? "


" iya... kamu mau kan??? "


" tentu... " jawab vania


hari hari pun berlalu, setelah salsa memberi tahu risa tentang vania yang sudah punya pacar, satu sekolah pun gempar karena itu...


cukup banyak yang patah hati, tapi mereka semua mengerti... seorang gadis seperti vania memang sudah seharusnya punya pacar... apalagi setelah mendengar pacar vania itu ganteng, kaya, udah punya kerjaan mereka semua akhirnya hanya jadi pengagum vania tanpa berani berharap memiliki...


dan hari hari vania bersama suaminya juga semakin Baik, mereka berdua semakin hari semakin saling bergantung satu sama lain...


rey selalu bersikap berbeda jika pada vania... vania juga semakin terbiasa dengan suaminya yang tiba tiba memeluk dan menciumnya... ia tak merasakan risih atau takut lagi dengan perlakuan suaminya itu...


tapi mereka berdua masih belum melakukan hal yang layaknya di lakukan oleh pasangan suami istri lainnya... rey ingin vania fokus dengan sekolahnya terlebih dahulu...


mendekati hari ujian nasional...


di rumah malam hari...


vania dan rey sibuk dengan kegiatan mereka masing masing... rey melirik vania yang sedang fokus dengan bukunya, tiba tiba timbul niat ingin menggodanya...


rey mendekat ke vania dan memeluknya dari belakang...


" kamu fokus banget... "


" besok kan ujian... jadi aku harus belajar... " tukas vania


" kak rey mau di bikinin teh... " tanya vania


" gak perlu, kamu lanjut belajar lagi gih... " tukas rey


" baiklah... "


keesokan harinya


vania pun mengikuti ujian, sedang rey bersama sama teman temannya sedang sibuk menangkap mangsa...


" akhirnya setelah hampir sebulan dia masuk perangkap juga... " tukas remon


" ya... gak sia sia kita habisin waktu buat mereka... " tukas kenzo


" sekarang bokap lo bisa tenang... " tukas leon


" ya... makasih semuanya sudah bantuin gue... " tukas evan


berita menggemparkan pun baru tersebar pagi ini, seorang bos dari perusahaan besar, beserta para sebagian pejabat penting telah menyerahkan diri ke kantor polisi dengan kasus pemerkosaan, pembunuhan, perdagangan barang terlarang dan perdagangan manusia...


semua berita tertuju pada kasus tersebut, yang akhirnya menjerat beberapa oknum terkait... berita ini pun tersebar di seluruh penjuru dunia, karena mereka adalah orang orang berpengaruh...


bagi sebagian orang yang lebih mengerti mereka lebih berfikir bagaimana bisa tiba tiba banyak orang orang berpengaruh itu menyerahkan diri dengan sendirinya... siapa di balik semua ini yang bisa membuat mereka menyerahkan diri...

__ADS_1


di kediaman evan...


" mereka benar benar lebih menakutkan dari pada orang orang yang menangkap ku... " tukas mahardika pada istrinya saat melihat berita ( mereka di sini tertuju pada evan dan kawan kawan)


" bagaimana cara mereka membuat orang orang itu menyerahkan diri dengan sendirinya... " tukas mahardika lagi


" dia tumbuh lebih gagah daripada dirimu sekarang... " tukas ferlita memeluk suaminya...


" kamu benar... aku benar benar bangga padanya, dia pasti tumbuh dengan ajaran keras ayahmu... " tukas mahardika lagi


" ayah memang mengajarinya cukup keras, tapi ayah pun kagum ia bisa menerima ajaran itu dengan cepat lebih cepat dari ayah sendiri... " tukas ferlita


" dulu ayah juga pernah bilang padaku... anakmu akan jadi singa, kau dan keluargamu nanti tak perlu takut apapun lagi" tukas ferlita lagi menirukan gaya ayahnya berbicara


" kau merindukan ayah??? " tanya mahardika


" ya... sangat... " tukas ferlita mengingat bagaimana ayahnya begitu berjuang menyembuhkannya sekaligus merawat anak anaknya...


" bagaimana kalau kita mengunjunginya... " usul mahardika


" baiklah... " tukas ferlita


"aku juga ingin berterima kasih padanya telah menjagamu dan juga anak anakku dengan sangat baik" tukas mahardika lagi


merekapun akhirnya pergi ke makam kakek evan dan vania bersama....


Di sekolah...


setelah ujian pertama selesai mereka makan di kantin bersama


" udah pada denger belom??? pagi ini negara kita lagi heboh banget... " tukas salah satu anak di kantin yang terdengar sampai ke telinga vania


" oh... itu, gue juga udah denger... masak tiba tiba banyak orang orang penting menyerahkan diri ke polisi..." tukas yang lainnya


" iya betul, banyak yang pejabat dan orang orang penting di bagian hukum" tukas mereka


" pantesan mereka gak ketahuan, kata mereka... mereka udah melakukan ini dari puluhan tahun lalu, tapi mereka baru tertangkap sekarang... "


" mereka gak ketangkep, tapi nyerahin diri... " tukas yang lain membenarkan


" kok bisa ya... nyerahin diri barengan gitu... apa ada maksud lain gitu... " tukas yang lain


" iya bener, masak udah berpuluh puluh tahun ngelakuin kejahatan dan gak pernah ketahuan sekarang tiba tiba nyerahin diri... "


"jadi kak rey sama yang lain sudah berhasil menjatuhkan para penjahat itu... mereka pasti sudah bekerja keras beberapa minggu ini" tukas vania dalam hati


" ah... masak ada berita kayak gitu sih??? gue baru tahu... pasti gara gara gue terlalu fokus sama ujian" tukas risa


" sama bukan kamu aja yang baru denger... aku juga gak tahu, aku juga fokus sama ujian... soal nomer enam, sembilan sama tujuh belas udah bener bener ancur deh kayaknya... " tukas salsa menjatuhkan kepalanya di meja


" sama gue juga, no itu susah banget sih... " tukas risa


" gitu aja kok sulit... " tukas dinda


" emang kamu bisa.??? " tanya salsa bangga temannya jadi pintar


" bisalah, lempar ini... " tukas dinda menunjukkan penghapus nya yang kini bertuliskan a, b, c, d...


" gini caranya, kalian kocok kocok dulu pakek kedua tangan terus kalian jatuhin, nah... tinggal lihat huruf apa yang keluar, itu jawabannya... " tukas dinda dengan bangga


membuat salsa dan risa menepuk kepalanya

__ADS_1


" bodoh aku percaya kalau kamu jadi sangat pintar... " tukas salsa sambil menepuk kepalanya... vania hanya tertawa melihat mereka...


__ADS_2