
" sayang... kenapa?? kamu gak bisa tidur ya? " tanya ibunya melihat putrinya gelisah tak bisa tidur
" tidak bu, ibu tidur saja... " tukas vania sambil tersenyum
" jangan bohong pada ibumu ini... ibu tahu kamu sedang gelisah karena suamimu tidak pulang... " tukas cerita, ibu vania
" ti.. tidak bu... " tukas vania tersipu
" sudahlah, ibumu ini juga seorang istri... walaupun istri yang cukup buruk tidak bisa percaya pada suaminya... " tukas ferlita terlihat meneteskan air mata
" tidak bu, kenapa ibu bicara seperti itu... " tukas vania memeluk ibunya...
"maaf atas semua kesalahan ibu ya... " tukas ferlita mengingat kesalahan nya lagi
" ibu... ibu itu gak salah, kalaupun aku jadi ibu aku pasti gak akan sekuat ibu ngejalanin semua itu... " tukas vania
" tidak... jangan sampai kamu mengalami hal seperti ibu, kamu harus ingat kamu harus selalu percaya dengan apa yang dilakukan suamimu, apapun yang akan di lakukan nya itu pasti yang terbaik untukmu dan untuknya... " tukas ferlita
" iya bu... "
" sudah sekarang tidurlah, ibu tahu kamu khawatir suamimu tidak pulang tapi dia akan lebih khawatir kalau kamu sakit... jadi sekarang tidurlah... " tukas ferlita memeluk putrinya begitupun dengan vania
" iya bu... "
akhirnya vania tertidur di pelukan ibunya....
keesokan harinya...
pukul 07.15 rey baru pulang...
" assalamu'alaikum... " tukas rey melihat ayah ibu mertua juga kakak istrinya sedang duduk berbincang
" wa'alaikumsalam...." jawab mereka...
" kak rey... " tukas vania menghampiri dan mencium tangan suaminya...
" kamu udah enakan... " tanya rey
" iya kak, dari kemarin aku juga udah sehat kok... " tukas vania
" jangan terlalu capek dulu... " tukas rey perhatian
" iya... "
" kalian mau berbincang di situ terus... " tukas evan menonton mereka berdua
"ajak suamimu masuk dulu lah van, dia pasti lelah... " tukas ayah vania
" iya yah... " tukas vania lalu mengajak suaminya ke dalam
" kak rey mau mandi dulu? biar aku siapin... " tukas vania yang sudah sampai kamar
rey tak menjawab vania, ia segera menarik tangan vania hingga tubuh vania berada di pelukannya saat vania beranjak ingin pergi ke kamar mandi...
" kak... " tukas vania kaget di tarik ke pelukan rey
" huh... ternyata tidur semalam aja tanpa kamu, sekarang jadi sulit ya... " tukas rey membuat pipi vania memerah
"ke... kenapa??? " tanya vania gugup
" tentu saja karena gak ada yang bisa ku peluk kayak gini... " tukas rey tak mau melepaskan pelukannya
__ADS_1
" kak rey jadi mandi gak?? biar aku siapin dulu ya... " tukas vania agar di lepaskan...
"gak... tapi kalau kamu mau mandiin aku sih boleh aja... " tukas rey menggoda istrinya
" a.. a.. apa??! "
" gimana??? "
" bisa lepasin ini dulu... " tukas vania
" hemmmmzz... " setelah berfikir sebentar lalu melepaskan vania...
" kak rey mandi dulu ya, aku siapin makanan.... " tukas vania langsung kabur...
" hei... " tukas rey kaget istrinya lari...
setelah itu ia tersenyum... ia bahagia melihat istrinya bisa ceria kembali, tanpa teringat kejadian dengan radit kala itu... setelah itu rey pun segera mandi...
"dek... ngapain lari lari?? " tanya evan melihat adiknya berlari
" i... itu... mau nyiapin sarapan... " tukas vania sambil tersenyum salah tingkah
" buat rey...??? " tanya evan
" i... iya.. "
" terus ngapain lari lari??? " tanya evan curiga selain itu ia juga senang menggoda adiknya yang kini selalu tersipu jika itu perihal rey...
" ah... itu... " vania mencari alasan
" itu apa??? " tanya evan semakin menggoda adiknya
" itu... biar cepet aja, soalnya kak rey pasti udah lapar... " tukas vania lalu segera ke dapur sebelum kakaknya itu semakin banyak menanyainya
" dia lucu sekali saat jatuh cinta... " tukas evan...
" siapa yang jatuh cinta?? " tanya ferlita mendekat
" siapa lagi bu... tu anak manis ibu... " tukas evan sambil merangkul ibunya sayang...
"Ooooo... terus kamu sendiri kapan jatuh cintanya?? " tanya ferlita lagi
"wah... wah... wah... pertanyaan mematikan untuk seorang jomblo ini... " tukas evan
" kamu ini di tanya apa jawabnya apa... " tukas ferlita
" cintaku itu udah terlanjur di habisin sama ibu sama vania... " tukas evan menanggapi ibunya
" udah... udah... kamu ini, ayo ke depan" ajak ferlita
" siap... " tukas evan tersenyum dan mengikuti ibunya pergi
lalu mereka pun pergi ke depan... sedang vania masih sibuk menyiapkan sarapan, setelah selesai menyiapkan vania menunggu rey turun tapi ternyata yang di tunggu tunggu tak turun turun juga jadi dengan sedikit agak terpaksa ia akhirnya pergi ke atas untuk memanggil suaminya itu...
" kak rey... ayo makan dulu... " tukas vania sambil membuka pintu kamar yang ternyata saat itu rey juga ingin membuka pintu...
dengan segera rey menarik vania mendekat kepadanya saat vania ingin kabur lagi...
" mau kemana?? " tanya rey yang berhasil menangkap vania
" kak rey sarapan dulu... " tukas vania
__ADS_1
" panggil sayang aku akan segera makan... " bisik rey pada vania yang di peluk membelakangi nya
" kak rey gak lapar ya... " tukas vania menahan malu
" sangat lapar sih, tapi gimana lagi istriku tega suaminya kelaparan... " goda rey
" aku kan udah siapin makanannya... " tukas vania merasa serba salah
" ya... tapi gak mau panggil sayang... " tukas rey memojokkan
" sa... sayang... " tukas vania lirih
" kayaknya aku gak dengar... " tukas rey
" sayang ayo makan... " tukas vania dengan cepat... membuat rey tersenyum senang
" hemmm... hemmm... hemmmm... " evan berdehem melihat ke mesraan adik dan sahabatnya itu...
" kakak... " tukas vania melepaskan diri dari pelukan rey
vania benar benar merasa malu melihat kakaknya melihat adegannya dengan suaminya itu... sedang rey hanya bersikap datar saja...
" kalian ini, siang bolong gini masih mesra mesra an aja... " tukas evan...
" kalau iri bilang aja... " tukas rey sambil melewati evan diikuti vania...
" hah... kau ini... " tukas evan tak percaya sahabatnya itu bisa tetap bersikap biasa saja ketahuan bermanja manjaan dengan istri nya...
akhirnya setelah rey selesai sarapan di temani vania... mereka mengajak ayah, ibu dan juga evan kakaknya berjalan jalan di taman bunga sambil berbincang bincang dan bercanda...
hal hal yang seperti ini yang selalu di impikan vania dari kecil yang akhirnya bisa terlaksana sekarang...
setelah hari menjelang sore, ayah ibu dan kakaknya vania berpamitan untuk pulang ke rumah...
" kenapa harus pulang?? kalian tinggal disini saja... " pinta vania yang tak rela mereka pergi
" sayang... kami tetap harus pulang, kamu kan sekarang sudah berumah tangga gak baik bersikap seperti itu... kalau kamu masih kangen dengan kami sering seringlah main ke rumah... "tukas ferlita menasehati
" iya... sering seringlah pulang... " tukas evan tersenyum
" kamu jaga diri baik baik...yang patuh sama suamimu " mahardika menasehati...
" iya yah... " jawab vania...
akhirnya vania mengantarkan sampai di depan... setelah mereka pergi...
" sudah... ayo masuk, " ajak rey di angguki oleh vania...
" jangan sedih, besok besok kita bisa main ke sana... " hibur rey...
" iya... " jawab vania masih agak sedih
" ayo, kayaknya udah mau magrib... " ajak rey yang di ikuti istrinya itu
akhirnya mereka segera solat berjamaah berdua setelah waktu solat tiba... setelah solat vania membaca alquran mengikuti permintaan suaminya itu...
rey sangat suka mendengar lantunan ayat alquran yang di bacakan oleh istrinya itu... vania membaca alquran sampai waktu solat isya tiba...
setelah melakukan solat mereka berdua sama sama pergi ke ruang baca dan kerja yang dijadikan satu itu yang terletak tepat di sebelah kamar mereka...
vania membaca buku buku yang di sukai nya sedang rey mengerjakan laporan laporan perusahaan nya yang di bawanya pulang...
__ADS_1
setelah mereka merasa mengantuk, mereka pun segera kembali tidur di kamar dengan beberapa adegan rey yang selalu senang menggoda istrinya itu... dan berakhir lah hari ini dengan bahagia bagi vania....