
setelah berunding semalaman akhirnya akad nikah pun juga akan di langsungkan dirumah besar, tepatnya di halaman belakang yang tempatnya sangat luas... dan tempat itu sekarang sudah di sulap sedemikian rupa untuk acara... karena itu para pelayan bangun sangat pagi sebelum subuh tiba...
dan sekarang semua sedang melakukan tugasnya masing masing dengan sangat hati hati takut membuat kesalahan walau cuma sedikit... karena mereka tahu konsekuensi bekerja di istana ini, karena hukumannya lebih baik mati dari pada menjalani hukuman itu... tapi walaupun begitu, tak sedikit pun mengurungkan niat mereka untuk tetap bekerja di sini karena gaji yang sangat sangat menggiurkan dan karena seleksi yang sangat sulit untuk bisa bekerja di istana ini... yang mereka perlu lakukan hanya bekerja sebaik mungkin, tak perlu ikut campur urusan keluarga besar ini, ataupun membicarakan masalah keluarga ini, cukup tutup mulut dan telinga agar tetap aman bekerja disini...
penyeleksian para pelayan itu dilakukan untuk mencegah para musuh memasukkan mata mata ataupun pembunuh bayaran kedalam istana ini...
dan di setiap acara mereka tidak memerlukan orang luar ataupun mencari orang luar untuk mengerjakan sebuah acara seperti hari ini, cukup para pelayan yang bekerja disini yang mengerjakan tugas tugas itu... selain karena memang pelayan di istana ini memanglah sangat banyak...
vania dan rey masih tertidur di kamar masing masing mungkin karena pengaruh obatnya belum hilang... baru menjelang subuh mereka dibangunkan untuk bersiap siap, karena acara akad nikah akan dilakukan di pagi hari pukul 07.00...
setelah solat mereka di beri perawatan wajah... setelah selesai mereka di suruh sarapan terlebih dahulu... mereka melakukan semua kegiatan itu dikamar masing masing termasuk sarapan...
vania terlihat sangat gugup walaupun acara belum di mulai, makanan yang di sediakan untuknya pun hanya di aduk aduk saja sambil melamun... sampai sampai ada yang masuk dan memberi salam pun tak ia dengar...
"dek makanannya kok cuma di aduk aduk aja..." tukas evan mendekat ke adiknya
" kakak..." teriak vania lalu berhambur memeluk kakaknya... dan menangis...
" hei... calon pengantin gak boleh nangis kayak gini" tukas evan sambil menghapus air mata adiknya yang terus mengalir...
" udah jangan nangis lagi, nanti klo tante jeny tahu kakak gak boleh nemuin kamu" tukas evan agar vania berhenti menangis masih sambil memeluk adiknya... lalu mendudukkan adik nya kembali...
" hei... ternyata adik kakak sekarang udah besar ya... padahal baru kemarin kakak gendong kamu, nyuapin kamu, nina boboin kamu... sekarang sebentar lagi kamu bakal jadi milik orang lain" tukas evan membuat air mata vania keluar lagi...
"kakak... makasih... makasih banyak..." tukas vania dengan sesenggukan...
" makasih udah jadi kakak yang baik buat aku... makasih udah jadi pengganti ayah dan ibu buat aku... makasih kakak selama ini sudah jagain aku dengan sangat sangat baik sampai terkadang kakak lupa dengan diri kakak sendiri... makasih... makasih banyak kak..." tukas vania sambil menciumi tangan kakaknya... evan pun ikut menitikkan air mata, namun dengan segera ia hapus...
"udah jangan nangis lagi... sini biar kakak suapin..." tukas evan lalu menyuapi adiknya...
"kakak juga ya..." tukas vania lalu juga menyuapi kakaknya... mereka pun akhirnya suap suapan sambil tersenyum tapi tetap mengeluarkan air mata sampai makanannya habis...
"tok... tok... tok..." suara pintu kamar vania di ketuk...
"masuk" tukas vania... tante inka pun masuk ke kamar vania di ikuti tiga asisten tante inka...
"hai, sayang udah siap...? " tanya tante inka...
"tante..."
__ADS_1
"iiih, baru nangis ya... tu kelihatan... udah sekarang gak boleh nangis lagi, biar tante rias dulu ya..."
"ya udah... kakak keluar dulu... salsa sama dinda udah dijemput sama ken bentar lagi juga nyampek, nanti biar mereka yang temenin kamu..." tukas evan
"iya kak"
"permisi tante, titip adik saya ya tan..." tukas evan pada tante inka...
"iya, udah sana gak usah kawatir... kamu temuin rey aja... dia tadi udah selesai tante dandanin" tukas tante inka...
"iya..."
lalu evan pun keluar menuju kamar rey... saat akan ke kamar rey, kebetulan tian, remon, dan leon datang... akhirnya mereka bersama sama ke kamar rey...
"tok..tok..tok" sebelum masuk mereka mengetuk pintu tapi tak menunggu jawaban dari yang punya kamar, mereka langsung membuka pintu itu... terlihat rey sudah berdandan rapi sedang memainkan hp nya...
"wah...wah...wah... lihat... gila tambah cakep aja lo..." goda leon... rey tak menjawab hanya mendengus kesal dengan tingkah teman temannya yang terus terusan menggodanya...
"gimana udah hafal belum? jangan sampai di ulang beberapa kali nanti... kan gak keren..." imbuh remon...
"udah... kalian ini godain rey mulu..." tukas evan...
"gimana rey kejutan lo buat mereka..." tukas tian
"udah dikirim... kalian tinggal tunggu kabar aja..."
"anak buah gue bilang mereka juga sudah mengirim orang kesini buat rusak acara ini..." tukas remon, berubah serius
"mereka udah diamanin sama bokap gue..." tukas rey santai, memang gak ada yang bisa mengalahkan penjagaan papa mama nya rey...
"tapi jack juga akan datang" tukas tian...
"tenang aja mereka pasti bakalan putar balik... karena gio pasti tepat waktu..." gio adalah kaki tangan rey yang di juluki si penghancur...
"lo ngirim gio ke sana?" tukas evan
"iya..."
" waah... bisa langsung habis tu tempat...." tukas leon...
__ADS_1
"hei... udah di suruh keluar siap siap ... ayo" tukas kenzo yang baru datang...
"ya udah ayo..." tukas evan...
"gak usah gugup ya rey" tukas leon
"aaaauuuu..." teriak leon yang mendapat toyoran dari rey...
dikamar vania... dinda dan salsa baru tiba diantar salah satu pelayan di kamar vania... vania sudah selesai di dandani...
"assalamu'alaikum..." tukas salsa dan dinda, mereka memakai gaun pemberian tante tia
"wa'alaikum salam...." jawab vania
"ya allah... ini beneran kamu van..." salsa dan dinda heboh... tak berhenti terkagum kagum melihat vania yang begitu cantik dan anggun memakai kebaya berhijab itu... mereka berdua terus mengelilingi vania...
"gila...gila...gila... kamu cantik bannnnggget..." tukas salsa
"iya beneran ya allah... cantik banget...." tukas dinda vania hanya tersenyum malu...
"kita harus foto dulu ni..." tukas salsa... lalu mereka berfoto foto... setelah selesai...
" inget fotonya jangan di sebar... kalian simpen aja... jangan sampai ada yang tahu" pinta vania...
"iya, siap" tukas salsa
"kenapa??? gugup banget ya...?" tukas dinda...
" iya ni kayaknya... tangannya dingin banget..." tukas salsa memegang tangan vania...
"tenang... kita temenin kamu kok... semangat..." tukas salsa memberi semangat...
"iya... kamu harus semangat donk... walau bagaimanapun ini hari yang paling ber sejarah dalam hidup mu... semoga kebahagian selalu menyertaimu..." tukas dinda
"amiiiin..." tukas salsa dan vania...
" makasih ya... sahabat sahabat terbaikku" tukas vania, lalu mereka berpelukan...
" maaf non, sudah di suruh turun" tukas salah satu pelayan yang datang di suruh memanggil vania...
__ADS_1
"iya.. makasih..." tukas vania lalu mereka turun bersama...