Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta

Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta
terkabulnya do'a


__ADS_3

sore hari yang sangat sibuk bagi rey dan kawan kawannya... evan dan leon akhirnya sudah sampai dan segera di bawa ke rumah sakit bawah dimana ibunya evan di rawat...


sedang vania sendiri sudah dijemput oleh supir suruhan rey....


masih di markas besar...


"ken ngasih sinyal...." tukas rey, tian pun mendekat


"dia udah deket tempatnya..."


" ya,... semoga dia berhasil" tukas rey


"gimana ? apa sudah ada kabar dari rumah sakit?" tanya rey


" mereka berdua masih di ruang operasi... leon terkena beberapa tembakan di beberapa bagian tubuhnya, evan satu tembakan di lengan kanan dan tusukan di perut sebelah kiri..." tukas tian... rey menghela nafas panjang mendengarnya....


"sebenarnya apa yang terjadi di sana?" tukas rey memijit pelipisnya


"evan, leon sama remon bukan orang yang gegabah..." imbuh rey


"ya lo bener, kecuali kalau informasi yang kita dapat kemarin adalah sebuah jebakan untuk kita" tukas tian


"tapi entah apalah itu yang terpenting mereka gak tertangkap walaupun pulang dengan keadaan yang cukup parah..." imbuh tian...


"ya, lo bener..."


"oh ya, gimana lo bakal bilang sama vania dengan keadaan evan sekarang?" tanya tian


"akan lebih baik jika ia tidak tahu..." tukas rey...


"ok, baiklah... klo gitu gue ke rumah sakit dulu, ngecek keadaan mereka sekarang..." tukas tian


" ya, pergilah... disini biar gue yang atasi..." tukas rey... tian pun segera ke rumah sakit...


setelah tian pergi, rey menghubungi vania...


"hallo, assalamu'alaikum..." sapa vania di seberang


"wa'alaikum salam" jawab rey


"ada apa kak?"


"malam ini sepertinya aku gak bisa pulang..."


"kakak lagi lembur??"


"iya, kerjaan masih numpuk..."


"jangan terlalu di paksakan, jaga kesehatan kakak, kesehatan lebih penting"


"waaaah... perhatiannya istriku "


"kak... jangan mulai nyebelin lagi deh"


rey tahu istrinya kini pasti pipinya sedang merona...dan rey sangat menyukai itu


"sedang apa?"

__ADS_1


"lagi belajar..."


"belajar apa?"


"ya... belajar soal soal buat ujian..."


" ngapain belajar kayak gitu, lebih baik belajar mencintai suamimu ini..."


" kak rey tadi bukannya bilang mau lembur ya..." tukas vania sudah benar benar malu mendengar perkataan suaminya


"tadi kata istriku aku gak boleh memaksakan pekerjaan..."


"sebaiknya kakak cepat selesaikan pekerjaan kakak agar bisa cepat pulang dan istirahat"


" udah kangen aja ya, pingin suamimu ini cepat pulang, atau jangan jangan gak bisa tidur karena gak di peluk..."


" kak, aku agak sibuk... assalamu'alaikum..." tukas vania menutup telponnya...


"wa'alaikum salam..." jawab rey sambil senyum senyum... energi dan mood rey membaik lagi setelah menelpon istrinya... dia pun kembali fokus dengan kenzo yang sudah mulai mencari keberadaan remon...


di rumah...


" ahhhhh... " tukas vania sambil menutup wajahnya setelah menutup telfon...


" malu banget gini rasanya..." tukas vania, lalu tersenyum...


di rumah sakit, setelah selesai operasi...


"gimana keadaan mereka?" tanya tian


pada dokter jerry yang termasuk anggota kusus mereka...


"ya... cukup genting karena remon pun sampai sekarang masih belum di temukan..."


"huh... sampai seperti itu, semoga dia bisa kembali walau dengan keadaan apapun..." tukas dokter jerry


"ya... semoga..."


di markas...


rey begitu sibuk memberikan arahan untuk kenzo yang sepertinya sekarang mereka sedang terkepung...


" ken, bereskan mereka secepat mungkin dan segera pergilah ke arah selatan..." rey mengarahkan


dan disana pun pertempuran tak ter elakkan... letusan letusan pistol pun terdengar, suasana yang cukup menegangkan... ken yang sudah terbiasa dengan keadaan seperti itu, tak begitu sulit membereskan mereka...


setelah hampir sepuluh menit bertempur akhirnya ken dan anak buahnya menang... dan mereka pun segera pergi ke arah selatan seperti yang di arahkan oleh rey...


kenzo cukup berhati hati karena memang ini bukan tempat mereka segala kemungkinan bisa terjadi disini, ken terus berlari ke arah selatan...


setelah berlari cukup jauh kenzo melihat didepan mereka ada pertempuran di sana, pertempuran yang tak seimbang karena berpuluh puluh orang melawan dua orang itupun yang satu sepertinya berdiri pun cukup sulit...


setelah melihat itu, ken melihat ternyata yang di keroyok itu adalah remon... kenzo pun segera membantu temannya itu, tak butuh waktu lama mengatasi mereka...


setelah musuh di bereskan...


" ken, akhirnya lo datang juga... " tukas remon yang terlihat sangat letih...

__ADS_1


" ayo segera pergi, tadi mereka sudah mengirim sinyal ke markas mereka karena menemukan gue..." tukas remon...


" ayo... " tukas ken, sebelumnya ken memberi tahu rey klo ia sudah menemuka remon, lalu segera pergi menjauh ke tempat yang sudah di tunjukkan oleh rey untuk menjemput mereka...


setelah mendapat kabar dari kenzo, rey pun segera menghubungi anak buah nya yang sudah bersiap di sana untuk melakukan penjemputan....


setelah mereka berhasil di jemput rey pun bernafas lega... lalu menghubungi tian... tian pun juga lega, sahabat sahabat nya bisa segera kembali...


rey pun segera ke rumah sakit, karena kenzo dan remon di arahkan kesana jika sudah sampai...


di rumah sakit, dini hari pukul 02.10 wib... kenzo dan yang lain sudah sampai mereka pun segera di periksa... remon terluka tapi tak cukup parah, lelaki yang ia bawalah yang keadaannya cukup mengenaskan...


setelah remon selesai di periksa, remon pun menceritakan apa yang terjadi di sana pada tian dan rey...


" kenapa bisa sampai seperti ini?" tanya tian


" ya... awalnya kami cuma mencari informasi seperti yang di rencanakan sebelumnya... hari hari disana cukup santai tak ada yang curiga pada kami..."


remon bercerita


" sampai akhirnya, kami dapat informasi keberadaan ayah evan... setelah mendapat informasi itu kami memutuskan untuk segera kembali..."


" tapi sebelum kembali kami mrlemutuskan untuk melihat keadaan ayah evan sejenak... "


" tak di sangka, keadaan di sana cukup parah... ayah evan di siksa dengan benar benar parah..."


" setelah melihat itu, evan menyuruh kami pergi sendiri, karena ia ingin menyelamatkan ayahnya saat itu juga... ia sudah di kuasai emosinya..."


" melihat evan yang penuh emosi, kami melarangnya, karena pasti kami akan kalah... tapi kami tak bisa melarangnya, akhirnya kami menyerang mereka..."


"setelah markas mereka hancur sepertinya mereka pun mencari bantuan kepusat... kami terpish saat melarikan diri..." tukas remon...


" jadi laki laki yang bersamamu itu ayah evan ?" tanya rey...


"ya... itu ayah mertua lo..." tukas remon sambil tertawa...


" ohya gimana evan sama leon...?" tanya remon...


" mereka selamat, tapi cukup parah karena sampai sekarang pun mereka belum sadar..." tukas tian


" ya... sebelum kami berpisah mereka berdua memang sudah terluka, gue yang gak terluka makanya bokap evan suruh ikut gue..." tukas remon...


" sekarang lo istirahat aja, gue periksa keadaan dulu"


" oke..."


mereka pun keluar ruangan membiarkan remon beristirahat...


" sebaiknya lo istirahat juga" tukas rey pada kenzo


" ya..." tukas kenzo


" gue balik ke markas dulu" tukas tian...


" ya, biar gue disini" tukas rey


kenzo pun pergi beristirahat di ruangan yang sudah di siapkan, tian kembali ke markas, dan rey pun pergi ke ruang ayah evan dirawat...

__ADS_1


" do'amu di setiap pertengahan malam mu terkabul..." tukas rey tersenyum sambil melihat ayah evan dan vania...


__ADS_2