
setelah beberapa hari mengikuti ujian nasional akhirnya vania dan teman temannya kini tinggal menunggu pengumuman kelulusannya....
Di kantin sekolah....
" akhirnya... hari hari penuh dengan tekanan selesai juga... " tukas Edo
" jangan senang dulu, pengumumannya aja belom... " tukas risa mematahkan kesenangan Edo
" kalau itu mah, udah gue serahin sama yang di atas aja... gue kan udah usaha... " tukas Edo lagi
" emangnya lo yakin sama usaha yang udah lo lakuin??? " tanya irfan
" ya gak juga sih.... " tukas Edo lagi jadi murung
" udah tenang aja, ujian nasional yang sekarang tu gak kayak dulu...." tukas salsa
"kalau dulu kan cuma ujian nasional ini yang nentuin kelulusan sekarang kan enggak, ujian sekolah juga ikut nentuin jadi nilai kita dari kelas satu sampai sekarang juga nentuin... jadi tenang aja... " tukas salsa
" bener tu yang di bilang salsa... " tukas dio
"eh... ngomong ngomong setelah kelulusan pada nerusin kemana ni??? " tanya irfan
" aku sih mau ngambil fashion design... di part institut New York.... " tukas salsa
" kamu beneran mau ke sana??? " tanya dinda
" iyalah... itu udah impian aku banget... " tukas salsa
" kalau gue mau ambil manajemen bisnis... " tukas irfan
" gue juga harus ambil manajemen, gue harus mau nerusin usaha bokap... padahal gue kepingin banget ambil fotografi... " tukas Edo curhat
" lo mah masih mending, gue sama bokap suruh masuk tata boga... mana gue gak suka banget jurusan itu lagi... " tukas lili
" lo cewek, tata boga mah pantes... " tukas risa
" kalo gue bakal ambil psikologi... " tukas risa lagi
" oh ya van, kamu mau ambil jurusan apa??? " tanya dinda
" aku ya??? kalau kuliah sih aku kepingin juga di design... " tukas vania
" yeeeeiiii.... vania emang sehati sama aku" tukas salsa
" tapi gak di New York juga... " tukas vania lagi, membuat teman temannya tertawa mengejek salsa
" iiihhh... vania... " tukas salsa ngambek
" kalau kamu din gimana??? " tanya vania
" nah... itu... aku belum tahu... apa ngikut kalian aja ya... " tukas dinda
" gimana sih??? masak ngikut... emang cita cita kamu jadi apa??? " tanya risa
"cita cita ya.... " tukas dinda mulai berfikir
" punya suami ganteng, kaya, baik, gak suka maen maen sama cewek lain... jadi gak perlu susah susah kuliah atau kerja... " tukas dinda lagi
"astaghfirullah... dinda... " tukas teman temannya sambil memegang jidad masing masing
"cita cita aku emang kayak gitu... kata orang orang kan cita cita harus setinggi langit... " tukas dinda lagi
"iya emang sih.... tapi kamu juga harus inget, kalau kepingin cowok ganteng kaya kamu harus buat diri kamu sepadan sama dia biar gak di rebut cewek lain yang kalau di sandingkan sama cowok kayak gitu lebih baik... " tukas cilla pada dinda tapi yang merasa malah vania
" iya benar, kalau aku gak berusaha jadi lebih baik... pasti aku gak pantas bersanding sama dia... " tukas vania dalam hati
" bener kata cilla, di masyarakat kita itu jika ada perbedaan terlalu besar pasti bakal jadi gunjingan... " tukas risa
__ADS_1
" udah... udah... ayo pada masuk kelas... " tukas irfan membubarkan...
" tungguin dong, tinggal sedikit ni... " tukas dinda segera menghabiskan minumannya karena teman temannya mulai bubar ke kelas
setelah selesai ujian mereka di beri libur sambil menunggu pengumuman... selama libur itupun mereka buat untuk mempersiapkan kuliah...
Di rumah...
Di taman samping...
" huh... gimana ngomongnya sama kak rey ya... " tukas vania sambil duduk rebahan membawa sebuah buku
" apa aku bakal di bolehin kuliah di sana" tukas vania lagi
"tapi kalau gak boleh gimana ya... " tukas vania pada diri sendiri lagi
"ah... disini juga banyak universitas yang bagus... yang penting aku harus belajar yang giat... iya itu baru benar... " tukas vania lagi
"apanya yang baru benar??? " tukas rey menghampiri istrinya yang dilihatnya dari jauh sedang sibuk di dunia nya sendiri
" kak rey, kapan datang... " tukas vania kaget dengan rey yang tiba tiba duduk di sampingnya
"kamu lagi mikirin apa sampai se fokus itu??? aku memanggilmu dari tadi... " tukas rey sambil mengelus kepala istrinya yang berbalut hijab itu
" benarkah??? maaf... " tukas vania memohon minta maaf membuat rey gemas melihatnya, ingin sekali ia menciumnya...
" aku siapin makan ya kak... " tukas vania ingin beranjak pergi tapi dihalangi oleh rey
lalu rey mengangkat tangannya isyarat memanggil pak Ba yang selalu siap di panggil karena ia selalu mengawasi dari jauh atas perintah mama papa rey...
"siapkan makan disini... " perintah rey saat pak Ba sudah di dekatnya
"baik tuan... " tukas pak ba lalu segera pergi meminta para pelayan untuk menyiapkan
"apa yang sedang kamu pikirkan tadi?? " tanya rey
"inikan kesempatan aku untuk bicara... kenapa malah ngomong kayak gini sih" tukas vania dalam hati menyesali apa yang sudah di katakan nya
"benarkah???? " tanya rey tak percaya
" iya bukan apa apa..." tukas vania
"aaahhh... vania... " teriak vania pada dirinya sendiri dalam hati
"ya sudahlah... " tukas rey menahan tawa melihat ekspresi istrinya itu, ia tahu vania ingin mengatakan sesuatu tapi tak berani...
rey tak ingin memaksa istrinya untuk mengatakannya....
" tumben kedua temanmu yang berisik itu gak kesini... " tukas rey
" mereka lagi sibuk... " tukas vania
" mereka bisa sibuk juga ya... " tukas rey
" ya bisalah kak... kak rey ni sensi banget sih sama mereka... " tukas vania tersenyum
"memang lagi sibuk apa mereka sampai gak nemenin kamu disini?? " tanya rey
" lagi persiapan kuliah... " tukas vania
" tuan.... hidangannya sudah siap... " tukas pak ba lalu menaruh makanan itu di depan tuannya itu
" kak rey mau makan yang mana? " tanya vania mengambilkan...
" yang itu aja... " tukas rey lalu vania pun mengambilkan nya...
" ayo di makan... " tukas vania
__ADS_1
" gak di suapin ni!!!" goda rey
" baiklah... " tukas vania lalu menyuapi suaminya itu... rey tersenyum senang, bagaimana istrinya itu melayaninya sepenuh hati...
selesai makan...
" udah solat ashar??? " tanya rey
" udah tadi... aku solat duluan, karena kukira kak rey akan pulang malam... " tukas vania merasa bersalah
" aku juga udah solat kok tadi di jalan waktu mau pulang... " tukas rey
" mau jalan jalan ke taman?? " ajak rey
" boleh... " tukas vania
lalu mereka pun pergi jalan jalan ke taman bunga...
" Oh ya, aku mau nanya sesuatu sama kamu.... " tukas rey
" apa kak, tanya aja... " tukas vania
"kamu kepingin kuliah di mana?? ambil jurusan apa???" tanya rey
" ha... " vania kaget suaminya menanyakan hal itu
" apa tadi denger yang aku ucapin di taman samping ya... " vania bertanya pada dirinya sendiri dalam hati
"sayang... " rey memanggil
" eh... i.. iya... " tukas vania kaget
" mau ambil jurusan apa??? " tanya rey lagi
" sebenarnya aku kepingin ambil fashion design... " tukas vania
" waaahhh... bagus... terus kamu udah dapet universitas nya?? " tanya rey vania menjawab dengan menggelengkan kepala karena memang dia belum mencarinya
" ini cuma kalau kamu mau ya, tapi kalau kamu gak mau juga gak apa apa... " tukas rey
" apa kak?? "
" sebenarnya, ada pekerjaan yang mengharuskanku tinggal diluar negeri untuk beberapa tahun... tapi aku gak mau ninggalin kamu di sini... apa kamu mau ikut aku ke sana bersamaku dan kuliah di sana??? " tanya rey
"ya... tentu aja aku mau... " jawab vania tanpa pikir panjang
" syukurlah kalau gitu... aku akan urus semuanya" tukas rey
" tapi untuk dua bulan pertama kamu ke sana dulu sendiri, nanti aku bakal utus orang untuk menemani kamu... aku harus menyelesaikan pekerjaan yang ada di sini terlebih dahulu... " tukas rey
" kenapa gak sama sama aja.??? " tanya vania
" kalau kamu nunggu aku nyelesain masalah di sini dulu, kamu bisa tertinggal... aku akan menyelesaikannya dengan cepat secepat yang aku bisa, dan segera menyusulmu kesana... " tukas rey
" baiklah... " jawab vania
" Terima kasih sudah mau ikut dengan ku" tukas rey lalu mencium kening vania, dan membuat wajah vania bersemu merah
" oh ya nanti kamu pilih universitas nya, di London banyak kok universitas fashion design bagus" tukas rey
" maksud kak rey tadi, kita akan tinggal di London??? " tanya vania tak percaya karena dia sangat ingin kuliah di sana
" iya, kenapa?? apa kamu berubah fikiran??? " tanya rey, vania menggelengkan kepala senang... bukan bahkan sangat senang sampai tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya...
" makasih kak... "tukas vania mencium suaminya itu dan berlari pergi dengan bahagia, sedang yang mendapat ciuman pun hanya berdiri tak percaya dengan yang di lakukan istrinya tadi...
setelah tersadar ia pun segera berlari mengejar istrinya yang sudah pergi masuk ke dalam rumah...
__ADS_1