Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta

Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta
kedua dan ketiga....


__ADS_3

subuh pun telah tiba... vania pun beranjak ke ruang baca untuk mencari rey...


sedang rey baru bisa tertidur, setelah sedari tadi berguling di sofa yang cukup lebar seperti kasur itu...


saat vania masuk ke ruangan itu ia melihat rey yang tidur di sofa...


"kak, kak rey... bangun... sudah subuh"


vania mencoba membangunkan


" kak... bangun, solat subuh dulu..." vania masih bersikeras membangunkan rey


rey yang masih setengah sadar menarik vania ke pelukannya dan mencium bibir vania yang terasa begitu lembut dan manis dengan agak kasar dan semakin lama ciuman itu terasa semakin dalam dan bergairah... vania terkaget dengan apa yang di lakukan rey padanya, ia mencoba meronta melepaskan diri tapi ia kalah kuat darinya...


"emmm...." vania memberontak karena mulai kehabisan nafas


saat rey yang mulai tersadar sepenuhnya ia dengan segera melepaskannya...


vania terlihat tersengal sengal karena tadi hampir kehabisan nafas...


" kamu gak papa?" tukas rey


" aku solat dulu kak" tukas vania ingin menghindar, tapi tangannya keburu ditarik rey, dan vania pun kembali ke pelukannya tapi kali ini vania membelakanginya... rey memeluknya dengan hangat...


" maaf... maaf...maaf... jangan menangis lagi" tukas rey , rey tahu jika vania tadi menangis... rey menghapus air mata vania yang terus mengalir dari belakang... mereka terdiam cukup lama...


"maaf..." tukas rey lagi


"gak, aku yang seharusnya meminta maaf kak..." tukaa vania yang akhirnya berbicara


" aku belum bisa jadi istri yang baik buat kakak..." imbuh vania lagi, rey pun membalik tubuh vania menghadapnya


" gak... kamu salah, kamu udah jadi istri terbaik untukku" tukas rey memandangi istrinya itu...


lalu ia menciumnya lagi tapi kali ini dengan lembut dan penuh perasaan dan kali ini vania pun tak memberontak karena ia tahu ini sudah jadi hak suaminya dan ini adalah kewajiban untuk nya melayani suaminya... ia sadar kini ia sudah jadi seorang istri, tak sepantasnya jika ia menolak keinginan suaminya..


setelah cukup lama mereka berciuman...


" ayo solat..." ajak rey, vania pun segera berdiri dari pangkuan rey, ia kini benar benar tak mampu memandang wajah suaminya itu... karena wajahnya kini sudah seperti kepiting rebus...


"aku siapin air buat kakak dulu" tukasnya lalu segera kembali ke kamar tanpa memandang wajah suaminya itu...


setelah vania pergi... rey bergelut dengan fikirannya, kenapa dirinya tak bisa menahan diri tadi... hampir saja ia membuat vania membencinya...


sesaat ia kembali tersenyum mengingat ciuman terakhirnya tadi, karena vania membalas ciuman itu...


di kamar mandi...


"aaaahhhh... apa aku membalas ciumannya tadi..." tukas vania malu sendiri


"apa yang sudah kulakukan??? bagaimana ini bagaimana aku bisa menemuinya setelah ini..." tukas vania


setelah menyiapkan air untuk mandi suaminya, ia pun sekalian berwudu... saat ia keluar rey sudah ada di depan pintu, vania pun segera menunduk wajahnya memerah lagi...

__ADS_1


"airnya sudah siap..." tukasnya lalu segera pergi mengambil mukenanya...


rey pun segera membersihkan diri, lalu solat berjamaah bersama istrinya...


setelah salam pun vania tak berani menatap suaminya itu... ia segera merapikan dan menyimpan mukenanya dan segera pergi ke dapur...


seperti hari sebelumnya, para pelayan sudah mulai melaksanakan tugasnya masing masing...


"selamat pagi nona" sapa mereka dengan hormat


"pagi.... " jawabnya...


sesampainya di dapur...


"selamat pagi nona..."


"selamat pagi mbak lani... " tukas vania lalu segera membuatkan teh untuk suaminya yang kini pasti sedang berada di ruang olah raga...


"mbak lani..."


"iya, nona..." tukas lani yang sedang menyiapkan bahan masakan yang untuk di masak pagi ini...


"tolong kamu antarkan teh ini pada tuan" tukas vania menyerahkan teh yang sudah di buatnya...


"ba..baik nona..." tukas lani ragu


" klo tuan tanya, bilang aku sedang sibuk membuat kue dan sarapan pagi..." tukas vania...


setelah keluar dari dapur ia bertemu dengan pak ba dan menceritakan tentang nonanya, pak ba pun menyuruhnya segera kembali dan meminta teh itu untuk diberikannya pada tuannya...


pak ba pun segera ke ruang olah raga...


"tuan ini tehnya... nona sedang sibuk membuat kue dan sarapan pagi..."


" heh... dia sedang menghindari ku ya..." tukas rey pelan.... lalu meminum teh buatan istrinya itu...


di dapur vania ingat belum memberi tahu sahabat sahabatnya itu, ia pun segera mengirim pesan untuk mereka berdua, dan tak lupa mengirim alamat rumahnya...


tapi setelahnya ia berfikir,


" apa mereka berdua sudah bangun... hari ini hari minggu pasti mereka sedang bermalas malasan"


akhirnya ia memutuskan untuk menelfon mereka, ia menghubungi dinda terlebih dahulu... ia menghubunginya berkali kali sampai akhirnya terangkat...


vania pun mengundang dinda untuk datang kerumahnya, dan tentu saja ia sangat bersemangat...


setelah mengabari dinda sekarang ia mengabari salsa... ia menghubunginya juga berkali kali bahkan lebih banyak dari dinda... setelah terangkat ia pun segera memberi tahu sahabatnya itu, dan tentu saja salsa mendadak heboh... vania pun segera menutup telfonnya sebelum ia mendengarkan kehebohan sahabatnya itu...


"mbak... tolong siapkan sarapannya ya" tukas vania karena sudah selesai membuat sarapan


"baik nona..." lani segera mengerjakan perintah nona mudanya itu


kini vania sedang membuat kue untuk teman temannya, kakak, serta teman teman suaminya... kue yang di siapkannya bermacam macam, ada beberapa jenis kue kering, juga ada cheesecake, black forest, dan red velvet...

__ADS_1


saking sibuknya membuat kue kue itu ia tak melihat jam sudah menunjukkan pukul 07.13 wib...


"astaga, sudah jam segini? tuan sudah sarapan?" tanya vania yang sudah selesai


" belum nona, tuan menunggu nona..." jawab lani...


"oh astaga... kenapa mbak gak bilang dari tadi?"


"tuan tidak membolehkannya nona,"


"ya sudah... tolong simpan kue kue ini ya untuk nanti dan tolong potongkan yang ini untuk tuan... siapkan saja di meja makan..." tukas vania segera ke atas membersihkan diri


"baik nona"


setelah membersihkan diri vania ingin mencari keberadaan rey, tapi saat teringat kejadian subuh tadi segera ia urungkan... akhirnya vania lebih memilih mencari pak ba, setelah menemukan pak ba...


"pak ba"


"ya nona"


"tolong panggilkan tuan untuk sarapan" pinta vania


"maaf nona , tapi kata tuan... tuan menunggu nona memanggilnya" tukas pak ba


"oh tidak..." tukas vania dalam hati


"tuan menunggu di ruang kerja nona..." tukas pak ba lagi


"baiklah..." tukas vania pasrah, lalu segera ke ruang kerja mencari rey...


Di ruang kerja...


"kak, sarapan dulu " tukas vania berdiri di pintu


rey pun menoleh, vania segera berbalik...


"aku ke meja makan dulu..." tukasnya lalu segera pergi...


rey pun segera pergi ke ruang makan, sebelum sampai evan datang...


" assalamu'alaikum..." evan memberi salam...


" wa'alaikumsalam..., udah dateng aja lo..."


" mana vania...???"


" dia lagi nunggu di meja makan... sarapan bareng ..." ajak rey


"ok..." tukas evan


" seger banget ni gue lihat" goda evan merangkul punggung adik iparnya itu...


rey hanya diam seperti biasanya tak begitu menanggapi godaan sahabatnya itu...

__ADS_1


__ADS_2