
setelah membekap vania hingga pingsan, ia membopong vania keluar dari sekolah lewat jalan belakang karena anak buah papanya sudah menunggu nya di sana... radit tahu jika vania pandai bela diri, makanya ia membekapnya dari belakang...
setelah berhasil mendapatkan vania, ia membawanya ke suatu tempat yang cukup jauh dari sana... tempat itu adalah sebuah villa yang cukup jauh dari pemukiman warga...
setelah sampai disana ia mengutus anak buahnya untuk mencari seorang penghulu untuk di bawa ke villa itu...
didalam vania diikat di sebuah kursi dan di tutup mulutnya, kini terlihat vania yang sudah mulai sadar...
"hai sayang... kamu sudah sadar..." tukas radit agak parau dan sedikit menakutkan...
saat mulai sadar vania terkejut, radit tega melakukan ini padanya... radit seorang yang ramah dan selalu bersikap lembut padanya...
" jadi kecurigaan dinda hari ini benar benar nyata..." fikir vania...
melihat vania yang terkejut melihatnya, ia dengan segera mendekatinya dan melepas penutup mulutnya...
" ra...radit... kenapa???" ucap vania pertama kali dengan sedikit rasa takut... dia tahu sudah berulang kali ia menolak radit, ia sudah menolaknya dengan sangat hati hati agar tak menyakiti perasaannya tapi kenapa hal ini tetap terjadi fikir vania...
" kenapa???" tukas radit sedikit membentak, vania terkaget mendengar bentakan dari radit... radit selalu bersikap lembut dan sopan terhadapnya tapi kini beda..
"dia bukan radit yang ku kenal" ucap vania dalam hati dengan rasa takut yang mulai membesar...
" aku selalu menghormati dan tetap mencintaimu walaupun kau selalu menolakku... dengan beribu alasan yang kau buat, tak mau berpacaran... takut berhubungan dengan orang lain..." ucap radit lagi dengan penuh emosi teringat perkataan vania pagi tadi bahwa ia telah mencium seorang laki laki .. lalu menampar vania dengan cukup keras terlihat darah di sudut bibir vania dan bekas tamparan itu membekas di pipinya...
radit kaget sendiri dengan tamparan yang ia lakukan pada vania...
"apa yang telah kulakukan... ma...af... maaf..." ucap radit sembari ingin mungusap bibir vania yang berdarah, tetapi vania menolehkan kepalanya menolak sentuhan dari pria lain itu...
"tidak adakah sedikit saja perasaan untukku??" ucap radit yang berulang kali mendapat penolakan dari vania
"tolong... jangan seperti ini..." ucap vania lirih menahan sakit sudut bibirnya...
"aku harus bagaimana lagi agar kau mau melihatku, membalas perasaan ku..." ucap radit
"maaf... tapi aku benar benar tak bisa bersamamu ataupun laki laki lain..." ucap vania
" apa kamu bilang??? kamu tak bisa bersamaku atau laki laki lain?? ta...pi.... tapi kenyataannya kamu ternyata sudah bersama laki laki lain... kamu bahkan sudah menciumnya... hahaha.... kenapa??? kurangkah rasa sayang yang ku tunjukkan padamu???..." masih diliputi kemarahan
" a...apa maksudmu???" tukas vania memberanikan diri dengan menahan nyeri di sudut bibirnya
" maksudku??? dengan jelas aku mendengarnya pagi ini dari mulutmu sendiri... kamu mengatakan semuanya pada kedua temanmu itu..." ucap radit dengan memelototkan matanya sambil menunjuk nunjuk vania...
__ADS_1
" apa kau tahu betapa hancurnya hatiku mendengarnya... sakit... benar benar sakit..." tukas radit sambil menangis
" maaf...maaf..." hanya itu yang terdengar dari bibir mungil vania sembari meneteskan air mata...
"maaf??? kau tahu?? rasanya benar benar sakit lebih sakit di banding tamparanku itu..." tukas radit menyeka air matanya dan mengusap pipi vania bekas tamparan tadi tapi vania segera menghindar dengan menolehkan kepalanya ke sisi lain...
"maaf kalau memang aku telah menyakiti hatimu, tapi aku benar benar tak bisa bersamamu..." tukas vania menoleh menghindari sentuhan dari tangan radit...
" hahaha... benarkah???"
"tapi sayang sekali, hari ini kamu hanya akan menjadi milikku..." tegas radit
"a...apa maksudmu??" tukas vania sekarang benar benar takut mendengar perkataan radit... fikirannya melayang ia takut kalau sampai ia diperkosa olehnya... ia pasti akan benar benar hancur...
"kak rey..." ucapnya dalam hati... hanya nama itu yang terfikirkan saat ini
"sebentar lagi penghulu akan datang kita akan segera menikah..." tukas radit bahagia...
"tidak... aku tidak mau" teriak vania
"apa sekarang kau punya pilihan??" tukas radit
"aku tidak bisa... aku sudah menikah... kamu tidak bisa menikahiku.." ucap vania dengan lantang...
"aku tidak bercanda... aku memang benar benar sudah menikah... laki laki yang aku ceritakan pagi ini adalah suamiku" ucap vania
"tidak... itu tidak benar... kamu hanya milikku dan hanya akan menikah denganku..." tukas radit menolak kenyataan yang di terimanya...
"aku sudah menikah dan aku tidak akan pernah menikah denganmu..." tegas vania lagi membuat radit geram
"diam dan tutup mulutmu..." bentak radit membuat vania sedikit tersentak
"apapun yang kamu katakan aku tak akan pernah perduli, aku tetap akan membuatmu hanya menjadi milikku..." tukas radit sambil menutup kembali mulut vania
"emmm...emmm..." vania memberontak tapi tetap tak bisa melepaskan diri karena ikatannya begitu kuat...
"obati bibir dan pipinya..." perintah radit pada seorang pelayan perempuan yang terlihat sudah berumur lalu berlalu pergi...
"baik tuan..." tukas pelayan itu dengan segera mengambil kompres dan kotak P3k...
disaat radit pergi pelayan perempuan itu mendekati vania... dan membuka penutup mulutnya...
__ADS_1
" tolong... ku mohon... tolong aku..." ucap vania saat pelayan itu membersihkan noda darah yang mulai mengering di sudut bibir vania...
"maaf, nona... saya tidak bisa melakukan apa apa?" tukas pelayan itu iba melihat vania...
"tolong... cukup hubungi keluargaku saja..." tukas vania memohon...
"nona, kalau saya bisa saya akan melakukannya... disini anda tidak bisa menghubungi siapa pun..."
"bisakah anda melepaskan ikatan ini??"
pinta vania kembali
"ta...tapi..." pelayan yang sudah cukup berumur itu nampak berfikir...
"tolong..."
"baiklah..." tukasnya setelah itu mulai melepas ikatan itu yang tampak cukup sulit untuk dilepaskan...
"tuan muda tak pernah seperti ini sebelumnya... tuan adalah pemuda yang sangat baik... saya sudah melihatnya tumbuh sampai sekarang..." tukas pelayan itu yang memang sudah merawat radit sedari kecil karena kedua orang tuanya yang sangat sibuk...
" maaf... saya sudah menyakiti perasaan tuan muda anda" tukas vania dengan sopan...
" saya tahu, tuanlah yang memaksakan perasaannya pada nona..."tukas pelyan itu
" tapi saya benar benar tak bisa menikah dengan tuan muda anda, karena saya sudah menikah..." ujar vania
" nona sudah menikah???" pelayan itu kaget mendengar penuturan vania, karena vania masih sangat muda...
" iya saya sudah menikah, pernikahan saya belum lama ini masih sekitar satu bulan" tukas vania sambil mengompres pipinya yang mulai membengkak karena bekas tamparan radit tadi...
" saya tidak hamil duluan, kami menikah karena keadaan keluarga kami..." tukas vania memberi penjelasan melihat wajah pelayan radit yang curiga...
" oh... begitu... nona terlihat wanita baik baik..." tukasnya setelah mendengar penjelasan pelayan itu
" terima kasih sebelumnya tapi walau kami menikah karena sebuah alasan yang sebenarnya tak cukup baik untuk kami, kami sudah mulai terbiasa bersama... saya sudah mulai memiliki perasaan untuk suami saya..." ucap vania yang jujur pada perasaannya... pelayan itu pun menggenggam tangan vania
" maafkan tuan muda saya nona... tuan muda saya sebenarnya orang yang baik... ia sekarang hanya sedang terbutakan olah cinta pada nona" tukas pelayan itu
" iya saya tahu... saya sudah memaaf kannya..."
" terima kasih nona... saya akan berusaha membantu nona keluar dari sini... nona tunggulah di sini, saya akan mencoba mencari jalan keluar sebelum penghulu datang kemari..." tukas pelayan itu
__ADS_1
" terima kasih... terima kasih atas pertolongan anda... saya tidak akan pernah melupakannya... saya berhutang budi pada anda..."
" nona tak perlu berterima kasih, ini sudah kewajiban saya... karena ini adalah tugas saya untuk mengingatkan tuan muda saya yang sedang lalai, mungkin ini terdengar tak tahu malu tapi sungguh saya merawatnya dengan kasih sayang seperti kepada anak saya sendiri..." tukasnya lalu melepas genggaman tangannya lalu pergi dari kamar itu untuk melihat keadaan...