
setelah selesai membelikan sarapan untuk rey dan vania (karena mereka tidak suka makanan dari rumah sakit)... tian kembali ke ruang rawat inap vania dan dijalan dia bertemu dengan evan dan yang lain yang baru datang...
jika mereka melakukan sesuatu di luar, mereka selalu menyamar hingga tak ada yang mengenali mereka karena apapun yang mereka lakukan akan sangat mencolok jadi mereka harus menyamar... penyamaran mereka selalu berbeda tergantung situasi yang mereka hadapi seperti sekarang ini yang sedang mereka lakukan...
ken memakai softlens warna biru dengan rambut berwarna agak kecoklatan... ia memakai hoodie coklat dan menutup sebagian wajahnya dengan sapu tangan...
remon memakai jacket kulit berwana hitam, menindik telinganya dengan tatanan rambut yang agak acak acakan, ia juga memakai kaca mata hitam besar...
tian memakai kaos pendek yang memperlihatkan tubuh sixpack nya, agar tak terlalu menonjol ia memakai jacket coklat agak tebal dan menutup kepalanya, ia juga memakai sapu tangan untuk menutupi sebagian wajahnya...
evan memakai kaca mata tebal, memakai hem yang di kancing kan secara rapi rambut di tata dengan rapi dan di beri tompel hitam di pipi kiri agak bawah...
leon memakai softlens warna coklat, ia juga memakai kaos lengan panjang dan juga topi tak lupa penutup wajah...
di dalam kamar...
"makan lah... " tukas rey menyodorkan apel yang telah di kupas dan di potong nya ke depan mulut vania
" makasih... " jawab vania sambil membuka mulut untuk melahap apel itu
"tadi tian memberi saran untuk kita... " tukas rey sambil masih terus menyuapi vania buah yang telah di kupas nya... mendengar perkataan rey vania memandangnya seperti bertanya apa...
"dia ingin kita menyembunyikan pernikahan ini untuk sementara waktu karena kejadian seperti ini masih bisa terjadi lagi di lain hari... menurutmu bagaimana? "
"aku ikut kak rey aja gimana baiknya... " tukas vania membuat rey tersenyum...
"assalamu'alaikum... " tian dan teman temannya datang...
"wa'alaikum salam... " jawab rey dan vania...
" ni... kalian sarapan dulu... " tukas tian memberikan bungkusan makanan pada rey...
rey pun menyiapkan sarapan untuk vania...
" gimana? udah enakan? " tanya evan pada vania sambil mengusap kepala adiknya...
"alhamdulillah udah kak..." jawab vania sambil senyum...
" baguslah... kita bisa makan makan makanan buatan kamu lagi donk... " tukas kenzo
" iya... ni, " tukas leon menyetujui...
" iya... boleh... " jawab vania sembari tersenyum...
" kalian minggir... " usir rey sambil membawa sepiring makanan
evan dan yang lain pun pindah duduk di sofa... rey pun duduk di samping vania...
" bagaimana hasilnya " tanya rey tanpa melihat yang di tanya sambil menyuapi vania, tapi yang di tanya pun faham kalau iya yang di tanya
awalnya vania menolak di suapi di depan kakaknya dan teman teman suaminya... tapi menolak dan berdebat dengan rey tak mungkin bisa menang akhirnya vania mau di suapi...
" tadi pagi dia pergi ke luar negri dengan penerbangan paling pagi... orang tuanya meminta maaf dan akan menanggung semua yang telah di lakukan oleh anaknya itu asal nama keluarga nya tak tercemar... "
__ADS_1
" berani sekali mereka bicara seperti itu setelah yang anaknya lakukan pada vania" tukas rey marah
" sudah kak... jangan di perpanjang lagi ya... aku udah benar benar gak mau berurusan lagi dengannya... " tukas vania sedih...
"baiklah... " jawab rey
" oh ya, bagaimana dengan bibi yang membantuku waktu itu? " tanya vania khawatir...
"dia baik baik saja... dia sudah di bawa ke
rumah sakit rey yang menanggung seluruh biayanya dan keluarga nya juga sudah di beri hadiah karena dia sudah mau membantumu waktu itu" tukas remon...
" Terima kasih kak..." tukas vania dan rey menjawabnya dengan senyuman...
" sekarang selesaikan makan mu... " tukas rey ingin menyuapi vania lagi
" biar aku makan sendiri, sekarang kak rey juga sekalian makan... " tukas vania merebut makanan yang di bawa rey...
" baiklah... " rey menyetujuinya
mereka pun makan berdua dan yang lain berbincang mengenai masalah perusahaan... setelah vania dan rey selesai makan...
"oh ya, HP ku hilang waktu itu, pasti salsa dan dinda sangat khawatir padaku... " tukas vania
"dinda sama salsa nanti biar kakak yang mengabari " tukas evan...
" oh ya dek, kamu cepat sehat kakak punya hadiah buat kamu... "imbuh evan...
" oh ya... apa itu? " tanya vania
dua hari setelahnya vania di perbolehkan pulang... selama di rumah sakit rey selalu bersamanya, itu yang membuat mereka semakin dekat satu sama lain...
salsa dan dinda juga setelah di beri tahu mereka berdua sering datang menemani vania hampir seharian penuh... karena setelah acara waktu itu sekolah di liburkan selama lima hari... dan itu membuat rey sedikit jengkel, karena mereka sangat berisik ketika sedang bersama...
setelah pulang dari rumah sakit seperti janji evan waktu itu, evan memberi kejutan untuk vania...
" sekarang duduklah dulu di sini... " tukas rey menyuruh vania duduk di ruang tamu
" ya, baiklah... " tukas vania menyetujui...
" dek... " tukas evan yang tiba tiba keluar dari ruang tengah...
" kakak... kakak disini? " vania terkejut, karena saat di rumah sakit tadi sebelum pulang rey bilang evan sedang sibuk jadi tak bisa menjemput ke rumah sakit...
" iya... kakak mau ngenalin kamu sama seseorang... " tukas evan
" siapa kak? "
lalu laki laki yang sudah cukup berumur itu keluar dari persembunyiannya... walau sudah cukup umur masih terlihat dengan jelas guratan ketampanan di masa mudanya...
" si... siapa bapak ini? " tanya vania ragu... seperti ada yang bergejolak waktu melihat orang itu
" ayah... dia ayah kita... " tukas evan
__ADS_1
" a.. ayah??? " vania tak percaya
" inikah gadis kecilku yang selalu hadir di mimpiku... " tukas ayah evan sambil menyentuh wajah vania
" ayah... ayah... " vania menangis sambil memeluk ayahnya... ayahnya pun sama...
"benarkah kamu ayahku... " tukas vania yang masih tak percaya dengan masih memeluknya sambil menangis...
"iya nak... ini ayah... ayah kandungmu... "tukas ayahnya...
" ayah kemana saja? kenapa meninggalkan kami...? " tukas vania masih sambil menangis
" maafkan ayah nak... maaf.... " pinta ayahnya dengan tulus
" ayah jangan meninggalkan kami lagi... kami sangat sayang pada ayah... " tukas vania melepas pelukan...
" tentu... tentu... ayah tak akan meninggalkan kalian lagi... ayah juga sangat menyayangi kalian... "tukas ayahnya menghapus air mata vania...
" bu... keluarlah... " pinta evan...
" ibu??? "tukas vania
lalu ibunya pun keluar dengan sedikit ragu...
" ibu??? ibu disini juga" tukas vania senang lalu mendekat ke ibunya tak lupa ia menutup sebagian wajahnya dengan hijab yang ia pakai...
" ibu... ibu sehat kan... " tukas vania... ibunya pun dengan perlahan membuka penutup wajah yang menutupi wajah putrinya itu...
" i... ibu... " vania kaget karena ibunya membuka penutup wajahnya...
"vania... anakku maafkan ibu nak... maaf" tukas ibunya sambil menangkup kan kedua tangannya dan ingin berlutut tapi di tahan oleh vania...
" ibu??? apa yang ingin ibu lakukan? jangan seperti ini... kumohon... " pinta vania sedih, sambil memeluk ibunya...
" maafkan ibumu ini yang sudah begitu jahat padamu selama ini... ibu... ibu tak pantas menjadi ibumu... " tukas ibunya sambil menangis...
" ibu... kumohon jangan berbicara seperti itu... ibu tetaplah ibu yang terbaik bagiku... aku tahu betapa sulit bagi ibu selama ini terus menerus bersama denganku... walau begitu ibu tetap bertahan... aku sangat menyayangimu bu... " tukas vania
" vania... Terima kasih nak... ibu sayang padamu... " tukas ibunya
ayah dan kakaknya pun ikut mendekat dan ikut memeluk mereka... sedang rey yang melihat itu tersenyum bahagia karena apa yang di inginkan istrinya telah tercapai...
" kak... Terima kasih... ini kejutan terindah yang pernah kudapatkan... " tukas vania membuat evan tersenyum...
setelah cukup berpelukan...
"rey... ayo ikut sini... " tukas evan...
" maaf aku tak berminat main drama dramaan... " tukas rey
" hei... drama ini juga keluarga lo sekarang... "
" sudahlah... ayo makan... kalian bisa meneruskannya lagi nanti" tukas rey berbalik untuk pergi ke ruang makan...
__ADS_1
" ayo, ibu sudah menyiapkan makanan untukmu... " tukas ibunya...
" benarkah... Terima kasih bu... " tukas vania lalu menggandeng tangan ibu dan ayahnya menuju ruang makan... evan pun mengikuti di belakang mereka...