Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta

Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta
pernyataan


__ADS_3

"kak rey semalaman gak pulang ya..." gumam vania setelah solat subuh tak melihat keberadaan suaminya di rumah...


setelah vania solat, ia pun segera ke dapur memasak sarapan berharap pagi ini suaminya segera kembali, tapi sampai ia akan berangkat ke sekolah pun suaminya itu belum terlihat akan pulang...


dengan sedikit kecewa, vania pun berangkat ke sekolah dengan supir, sebelum berangkat ia pun memberi tahu pak bara untuk menghangatkan makanan ketika tuan mudanya nanti telah kembali...


setelah itu vania segera berangkat karena hari ini pun ia pasti akan sangat sibuk...


di rumah sakit...


rey menemui evan yang katanya sudah sadar...


" hai... gimana? udah enakan..."


"ya, lumayan.... lo pagi pagi gini udah ada di sini aja" tukas evan


" dia gak pulang dari kemaren..." tukas dokter jerry yang datang memeriksa...


"ha...lo gak pulang??? vania pasti bakal kawatir klo lo gak pulang"


"gue udah kasih kabar"


"ya, tapi pulanglah sebentar..."


"jam segini, dia udah berangkat" tukas rey mengambil apel di meja...


"lo gak kasih tahu vania kan..."


" klo gue kasih tahu, dia pasti udah nangis nangis di sini..." tukas rey sambil memainkan apelnya...


"oh ya, gimana keadaan leon?" tanya evan pada dokter jerry...


" dia masih belum sadar, tapi keadaannya sudah membaik..." tukas jerry...


"klo remon gimana?"


"hah... dia baru saja lari pagi... susah di kasih tahu"


"lalu laki laki yang bersama remon?"


"keadaannya cukup buruk... sekarang dia koma..."


evan menghela nafas panjang mendengar jawaban dokter jerry


"kamu jangan terkalu banyak aktivitas dulu..." tukas dokter jerry sebelum pergi


setelah dokter jerry pergi tak lama setelahnya tian dan kenzo datang...


"hei gimana?" tanya kenzo


" udah lebih baik..." jawab evan


"baguslah..."


saat mereka berbincang remon pun masuk ke dalam... ia menuju lemari es kecil yang ada di kamar rawat evan itu...


"disuruh istirahat, malah udah lari pagi aja lo..." tukas kenzo menepuk bahu remon...


" mana betah gue tiduran dikasur..." tukas remon...


" oh ya... kita harus tampil di publik untuk mengelabui kejadian kemarin.." tukas tian...


disaat mereka bekerja di luar perusahaan mereka menutupi wajah mereka dan identitas mereka...


"iya, jangan sampai mereka tahu identitas asli kita..." imbuh kenzo...


"ha ha... beruntung muka muka kita gak ada yang bonyok..." tukas remon, karena yang terluka rata rata bagian leher ke bawah...

__ADS_1


" berarti kita harus menghadiri acara besar perusahaan..." tukas kenzo


" gak perlu, besok malam sekolah vania mengundang kita di acara itu... " tukas rey


" bukannya itu cuma acara ulang tahun sekolah biasa..." tukas kenzo


" ada permainan di dalam nya... karena bukan hanya kita, abrisam bryan alvaro, zaidan azra zhafir, dan ronald anderson juga di undang..." tukas rey


"bryan, azra, dan ronald... waaah... apa maksud undangan kepala sekolah itu?"


" bukan kepala sekolah, tapi dewan komite nya, kenzie, madava, neandro, ansel, dan eros..." tukas rey


"wah...wah...wah... pantas saja" tukas kenzo...


"berarti kita harus hadir... " tukas evan


"klo keadaan lo belum pulih sebaiknya jangan..." tukas tian


"gak papa, sepeeti kata remon tadi beruntungnya wajah kita gak ada yang terluka, jadi gak masalah..."


"ya udah gue ke kantor dulu," tukas rey yang baru dapat telfon dari kantornya....


"ya... hati hati..." tukas tian


setelah berpamit, rey pulang dahulu sebelum ke kantor... sesampainya di rumah...


"tuan... selamat pagi" sapa pak ba karena waktu masih menunjukkan pukul 08.45 wib, rey terus berjalan sambil mendengar laporan dari pak bara


"nona sedari pagi menunggu tuan pulang, nona begitu terlihat gelisah karena tuan tak datang datang..."


rey tersenyum mendengar laporan kepala pelayannya... sesampainya di kamar ia segera mandi ia melihat baju kerja yang sudah di siapkan oleh vania dan ia pun memakainya...


"selera yang bagus,,," tukas rey menghadap cermin,


setelah selesai berganti rey pun turun ke bawah...


rey awalnya tak ingin sarapan, tapi mendengar istrinya tadi yang menyiapkan, ia pun akhirnya sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat...


di sekolah...


vania disibukkan dengan berbagai macam persiapan...


perlombaan seni kriya berlangsung dengan baik... stand stand juga nampak masih begitu ramai seperti hari hari sebelumnya...


sekarang vania sedang bersama anak anak yang mempersiapkan panggung dan dekorasi...


"panggungnya nanti menghadap sebelah sini lalu tamu vip sebelah sana, tamu tamu lain bisa di sana trus untuk konsumsi sebelah sana" tukas dio menunjukkan


"tamu vip mungkin akan lebih baik agak ke sini" tukas yongki


"benar kata yongki, disebelah sini lebih setrategis..." imbuh vania...


"ok..." tukas dio


"ohya, dekornya gimana? "


"masih sekedar gambaran, nanti mulai di sini sampai sana kita pasang kain putih dan di sudut sudut kita kasih bunga dan lilin... untuk stand kosumsi nanti kita hias pakai batik..." tukas irfan


"ya... bagus..."


"besok pagi kita mulai, sekarang kita lagi nyiapin lilin, kain putih dan kain batiknya..." tukas niken...


"trus anak anak yang ngisi acara gimana?"


"udah siap, besok pagi kita gladi...."


sampai sore hari mereka melakukan aktivitas itu...

__ADS_1


vania kaget karena yang menjemputnya hari ini bukan supir melainkan suaminya...


"kak rey..." tukas vania saat masuk ke mobil...


"ngapain kamu duduk di belakang? cepet pindah..." pinta rey... vania pun berpindah ke depan... mobil pun melaju...


" kenapa diam aja?" tukas rey sambil fokus mengemudi...


"mau ngomong apa..." tukas vania


"kata pak ba, dari pagi kamu nyari nyari aku kan.."


"hah... eng...enggak kok.... pak ba aja yang ngada ngada..." vania mengelak


"ooooooh..." tukas rey mengangguk


"kak, ini kan bukan arah ke rumah..." tukas vania


"aku lapar, kita makan dulu..." tukas rey


"baiklah..."


mereka pun pergi ke restorant...


di restoran ini tempatnya terdapat ruang vip, seperti yang di pesan rey sekarang...


rey sudah memesan tempat ini sebelumnya dengan fasilitas kusus...


rey dan vania pun di persilahkan masuk ke ruangannya, ruangan itu sudah di buat seromantis mungkin...


"i...ini..." vania terkejut dengan apa yang ia lihat


rey mengenggam tangan vania dan mengajak vania untuk duduk... vania masih terdiam dan berfikir mengapa ia di ajak ke tempat ini oleh suaminya, ruangan itu benar benar indah...


" silahkan di nikmati tuan dan nona..." tukas pelayan itu lalu pergi


"te...terima kasih..." tukas vania...


rey tersenyum memandangi istrinya, membuat vania benar benar malu... suasana di dalam ruangan itu juga sangat mendukung keromantisan mereka...


rey memberikan sebuah kotak pada vania...


" ini apa?"


" bukalah..."


vania terkejut melihat isinya, sebuah kalung yang begitu indah... rey mendekati vania dan memakaikan kalung itu...


" jangan pernah di lepas..." bisik rey di samping telinga vania...


" i...iya..." dengan pipi yang merona...


rey kembali duduk ke tempat nya,...


" ayo makan..." tukas rey


rey mengambil makanan dan menyuapkannya pada vania...


" buka mulut mu..."


" a...aku bisa sendiri kak..." tukas vania, tapi rey tak meletakkan tangannya yang akhirnya vania mau makan dari suapan rey... setelah selesai makan, vania diajaknya berdansa...


" aku gak bisa dansa " tukas vania


" ayolah... " ajak rey kembali, yang akhirnya di sanggupi oleh vania...


mereka menikmati lagu itu saling memandang terbawa suasana... rey pun meng.... bibir vania sekilas dan mengucapkan sesuatu yang terdengar begitu indah di telinga vania

__ADS_1


" I love my wife..."


__ADS_2