
Vania dan Rey sangat menikmati liburan mereka, banyak tempat tempat yang mereka datangi seperti di kota Versailles ini...
Mereka berdua hampir seharian penuh berada di Versailles, mereka pun juga tidur di hotel dekat Versailles...
Selama mereka berjalan jalan bersama tanpa sepengetahuan Vania, Rey selalu memandangi nya...
Rey sangat senang, akhirnya istrinya itu kini telah benar benar jatuh cinta padanya. Kebahagiaan terpancar dari raut wajah keduanya...
Di sebuah restoran...
Vania dan Rey sedang menikmati makan malam mereka.
"Apakah sekarang aku benar benar bisa memilikinya sepenuhnya... " tukas Rey dalam hati mengingat apa yang dikatakan istrinya sebelum berangkat ke kota ini
"Dia sudah memberanikan diri mengungkapkan semua itu, gak mungkin aku akan diam saja... " tukas Rey dalam hati lagi sambil tersenyum merencanakan apa yang akan di lakukan nya nanti
" Malam ini kamu seutuhnya menjadi milikku... " tukas Rey dalam hati lagi sambil terus memandang Vania...
"Kenapa Kak?? Apa ada yang aneh denganku?? " tanya Vania melihat Rey memandangi nya terus menerus...
" Tidak... hanya saja kamu sangat cantik malam ini... " tukas Rey membuat pipi Vania bersemu merah
" Apa ada tempat yang sangat ingin kamu kunjungi selama di sini?? " tanya Rey sambil menunggu menu yang mereka pesan di hidangkan
" Bukankah Mama sudah mengatur semua jadwal untuk kita?? " tanya Vania
"Ya... Tapi tentu saja kita tetap bisa memilih tempat yang ingin kita kunjungi, yang diatur Mama hanya formalitas agar kita menikmati waktu kita selama di sini... " tukas Rey
" Kalau bisa milih, aku kepingin banget lihat pertunjukan cabaret di sini..." tukas vania
" Cabaret di le lido de paris??? " tanya Rey, vania mengangguk
"Katanya itu pertunjukan cabaret terbaik di sini, aku jadi sangat ingin melihatnya... " tukas vania dengan semangat
" Baiklah, kita akan memesan tiketnya nanti..." tukas Rey
" Ada lagi?? " tanya Rey
"Seine River... Pasti sangat menyenangkan menyusuri sungai River itu... ." tukas Vania
"Dan pastinya Eiffel... Kalau gak ke sana pasti di bilang bohong kalau pergi ke Perancis. " tukas Vania
"Baiklah kita akan pergi ke tempat tempat yang kamu inginkan itu, sekarang mari kita makan makan malam kita ini... ." tukas Rey melihat hidangan sudah disajikan
"Baik... ." tukas Vania yang memang sudah lapar, tapi sebelumnya ia mengambilkan untuk Rey terlebih dahulu seperti kebiasaan nya sebelumnya...
__ADS_1
Saat mencoba mengambil makanan, Vania tak sengaja menyenggol gelas hingga mengenai bajunya...
"Kamu gak apa apa? " tanya Rey dengan sigap segera mendekat ke Vania...
"Gak papa, cuma bajunya kena kotor... " tukas Vania
" Sudahlah, kita bisa ganti baju di hotel... Kata Mama, Mama sudah kirim baju ke hotel... " tukas Rey, Vania pun mengangguk setuju karena ini memang sudah cukup malam untuk berbelanja baju...
Setelah itu mereka pun segera menyelesaikan makan malam mereka. Setelah selesai menikmati makan malam, mereka segera ke hotel yang sudah di siapkan oleh Mama Rey untuk tempat mereka menginap...
Di dalam kamar...
"Kenapa?? " tanya Rey melihat Vania memegang perutnya seperti menahan sakit...
" Gak apa apa kok kak, mungkin kelelahan... " tukas Vania.
" Kamu yakin??? " tanya Rey lagi memastikan.
" Iya... " tukas Vania sambil mengangguk.
" Gantilah baju dulu, bajumu basah kan..." pinta Rey, Vania pun menuruti suaminya itu
Vania dengan segera pergi ke kamar mandi untuk mandi terlebih dahulu karena tadi ia tersiram air saat makan yang membuat baju dan tubuhnya kotor...
Setelah Vania mandi, ia segera berpindah ke ruang ganti yang terletak menjadi satu dengan kamar mandi itu. Lalu mengganti bajunya dengan baju tidur yang sudah di persiapkan di hotel itu atas suruhan Mama mertuanya itu.
"Apa aku harus memakai baju seperti ini?? " tukas Vania malu sendiri melihat baju itu
"Tapi kalau aku gak ganti, bajuku basah dan kotor. .. " tukas Vania melihat bajunya yang ada di keranjang baju kotor
Vania akhirnya memilih milih baju yang tidak terlalu parah, tapi sepertinya semua hampir sama. Ia sangat malu jika harus keluar dengan memakai baju itu dan di lihat oleh Rey...
"Sayang... kamu gak apa apa kan?? " Rey mengetuk pintu ruang ganti karena Vania gak keluar keluar...
"Sayang... Vania... " panggil Rey lagi khawatir...
"I.. iya aku gak apa apa... " tukas Vania
"Tapi kenapa kamu sangat lama? " tanya Rey
"Aku sedang mengganti baju... " jawab Vania gugup dengan tetap memilih milih baju itu
"Baiklah kalau kamu baik baik saja, kalau ada apa apa kamu panggil aku... " tukas Rey tetap khawatir, karena tak biasanya Vania selama itu jika mandi dan berganti baju...
Setelah beberapa saat Vania pun akhirnya keluar juga membuat Rey segera menoleh kepadanya...
__ADS_1
Rey sangat kaget melihat penampilan Vania yang sangat sexy, rambutnya yang di urai dan bajunya yang bisa di bilang hampir sama dengan tidak memakai baju walaupun Vania memakai semua baju yang sudah di siapkan oleh Mama mertuanya sekaligus (sekitar lima baju yang di pakainya) agar tak terlalu nampak dalamannya, tapi sepertinya semua hal itu percuma.
Vania juga sudah mencoba menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya, tapi semua hal itu tak berpengaruh dia tetap benar benar terlihat sexy dan menggairahkan. Melihat hal itu membuat Rey berkali kali menelan ludahnya.
Rey tak mampu mengalihkan pandangannya sedikit pun dari Vania yang membuat Vania bertambah semakin gugup dan malu karena berpenampilan seperti itu, dan Vania juga semakin gugup karena Rey hanya diam sambil memandangi nya terus menerus tanpa mengucapkan sepatah katapun...
Apa yang dipikirkan Rey, Vania hanya sanggup mengira ngira...
"Apa aku terlihat sangat memalukan dan menjijikkan... " tukas Vania dalam hati merasa benar benar sangat malu dan ingin menyembunyikan dirinya saja.
Kalau saja bajunya tak basah tadi, itu yang ada dalam benak vania kini...
Rey terlihat mulai mendekati Vania, hal itu membuat Vania sangat sangat gugup... Saat Rey sudah mendekat, ia membisikkan sesuatu kepada Vania...
"Apa kamu benar benar menginginkannya... " bisik Rey di telinga Vania membuat tubuh Vania bergetar...
"Melihatmu seperti ini, aku tak mampu menahannya lagi... " tukas Rey menaruh kepalanya di pundak Vania...
Rey mulai menciumi leher Vania, membuat tubuh Vania semakin bergetar... Rey pun membopong Vania ke ranjang, dan mulai melucuti baju Vania...
Vania sudah pasrah dengan apa yang akan di lakukan suaminya itu, karena memang ini sudah tugasnya untuk melayani suaminya itu.
Saat Rey sedang sibuk dan fokus pada tubuh Vania, tiba tiba Vania merasakan sesuatu...
"Kak hentikan... kak Rey, kumohon... hentikan... " pinta Vania dengan mencoba mendorong tubuh Rey agar melepaskannya. tapi Rey seperti tak sadar ia benar benar sudah di kuasai nafsunya...
" Kak Rey... " teriak Vania yang akhirnya membuat Rey menghentikan aktivitas nya bergerilya di tubuh istrinya, dan memandang istrinya itu untuk meminta sebuah jawaban.
" I... itu... sepertinya aku... aku... " tukas Vania
" Hemm... " Rey menunggu jawaban yang jelas
"Datang bulanku datang... " tukas Vania menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya yang kini tak memakai sehelai baju pun...
"Apa???!! " tukas Rey tak percaya
"Kenapa harus disaat seperti ini???! " tukas Rey dalam hati sambil mengusap wajahnya frustasi...
"Maaf... " tukas Vania lirih di balik selimut terdengar ada sedikit isakan, Rey kaget mendengar hal itu...
Rey pun dengan segera membuka selimut itu dan lihat istrinya itu menangis, Rey pun segera memeluknya...
"Kenapa?? apa ada yang sakit??! " tanya Rey panik melihat Vania menangis...
"Maaf... " cuma itu yang terdengar dari bibir mungil Vania...
__ADS_1
Rey yang tahu maksud istrinya itu segera memeluknya...
"Sudahlah jangan menangis, aku tak apa apa... Masih ada lain hari, kita kan sudah suami istri kita bisa melakukannya kapanpun... Jangan menangis lagi... " pinta Rey sambil memeluk Vania yang terbungkus selimut itu...