Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta

Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta
membiasakan diri


__ADS_3

setelah solat, vania segera turun dan pergi ke dapur... terlihat sudah banyak pelayan yang mulai mengerjakan tugas mereka masing masing...


"selamat pagi nona..." tukas para pelayan membungkuk memberi hormat ketika melihat nona mudanya turun


" iya, selamat pagi..." tukas vania lalu segera menuju ke dapur...


Di dapur...


" nona... selamat pagi..." para pelayan membungkuk kaget melihat nona nya sepagi ini sudah datang ke dapur...


" selamat pagi..."


" ada yang bisa kami bantu nona.... "


" aku ingin membuat sarapan..." tukas vania membuat para pelayan kaget


" tapi nona... " tukas salah satu pelayan...


" nona, jika nona membutuhkan sesuatu atau ingin sesuatu biar kami yang membuatnya... " tukas kepala pelayan


" biarkan dia... mulai hari ini biarkan dia yang memasak..." tukas rey...


" baik... tuan..."


" sekarang nona kalian ini yang akan membuat peraturan disini"


" baik tuan..."


setelah itu rey pergi ke ruang olah raga...


" nona, apa ada yang bisa kami bantu..."


" mulai hari ini cukup satu orang saja yang membantuku di dapur, kalian bisa mengerjakan yang lain..."


" baik..." tukas mereka yang berada di dapur


" dan untuk ruangan di atas biar aq sendiri yang membersihkannya... dan juga untuk semua hal tentang tuan muda kalian sekarang biar jadi tugasku... mengerti"


" mengerti... nona"


" baiklah sekarang kalian bisa pergi, pak ba... tolong kamu bagi lagi tugasnya sesuai peraturanku tadi..."


" baik nona..." tukas pak bara kepala pelayan di sini...


lalu mereka semua pergi meninggalkan satu pelayan dengan vania sendiri mengerjakan pekerjaan di dapur...


" siapa namamu?" tanya vania sambil membuatkan teh untuk rey... vania tahu dari dulu rey hanya menyukai teh...


" saya lani nona..." jawab pelayan itu dengan sopan


" aku sepertinya tidak pernah melihatmu di rumah besar..." karena sebagian besar pelayan yang ada disini dari rumah besar...


" iya nona, saya baru di rekrut..."

__ADS_1


" bisakah kau bicara biasa saja saat tak ada yang lain... umurmu lebih dewasa dariku, jadi jangan terlalu sungkan padaku..." tukas vania... dan lani hanya tersenyum sopan...


" aku serius..."


" maaf nona... itu adalah peraturan yang di berikan kepada kami sebelum masuk kesini,..." tukas lani


"oh... begitu ya... baiklah kalau begitu sekarang tolong kamu bantu cucikan ini dulu saja dan tolong potong kotak kotak ya..."


" baik nona..." mengerjakan yang di suruh nonanya... sedangkan vania pergi mengantarkan teh untuk rey...


" di mana tuan" tanya vania pada pelayan yang sibuk membersihkan ruangan...


" di ruang olah raga nona" tukas pelayan itu sambil menunjuk sebuah ruangan...


vania pun pergi ke sana, di dalam rey sedang sibuk melatih ototnya... ia hanya memakai kaos tipis jadi membuat otot ototnya terlihat jelas...


" kak..." panggil vania, membuat rey menghentikan aktifitasnya...


" ini teh nya..." tulas vania menyerahkan tehnya pada rey...


" kamu lagi berusaha membiasakan diri jadi istri yang baik ya..." goda rey


" kak... tolong jangan menggodaku dengan kata kata seperti itu" tukas vania yang mulai berani menjawab kata kata rey walaupun dengan muka memerah... rey pun tersenyum...


" setelah selesai memasak, lari pagilah denganku..." tukas rey dan mendapat anggukan dari vania sebelum pergi..


vaniapun segera menyelesaikan masakannya... vania sangat terampil dalam memasak, dia benar benar cekatan... untuk pagi ini dia memasak beberapa makanan ringan yang mengenyangkan dan tentunya bergizi... tak terlalu banyak juga, karena dia tahu hanya dia dan rey yang akan memakannya... sedang para pelayan sudah ada yang memasak sendiri di rumah belakang... setelah semua hidangan untuk pagi ini selesai... vania segera ke atas untuk mengganti bajunya, dia akan lari pagi dengan rey...


" kenapa aku jadi seantusias ini..." tukas vania dalam hati... sambil berkaca...


" ini, yang kita lewati semalam ya kak..."


" iya..."


" pohon pohon ini begitu rindang... lampu lampu ini ketika malam juga tampak begitu indah..."


" kamu suka..."


" ya... tentu, siapa yang gak akan suka tempat seindah ini.... jalan jalan sore di sini pasti sangat menyenangkan"


" lakukanlah..."


"ha...?"


" lakukan lah kalau kau suka... jalan jalan sore..." tukas rey


" hem... ya..." tukas vania tersenyum...


pohon pohon ini akan membuat suasana menjadi teduh dan sejuk walau di siang yang terik , dan di pagi ini cukup dingin... beruntung mereka memakai jacket... di antara pohon pohon itu juga terdapat tempat duduk... setelah menyusuri jalan itu rey mengajak vania memutar melewati hamparan bunga yang di beri jalan setapak... terlihat benar benar sangat indah... tanaman yang beragam sehingga menciptakan bunga yang berwarna warni...


vania tiba tiba berhenti melihat semua itu, ia seperti mengingat sesuatu... hamparan bunga ini dan pohon pohon itu ,,,


"kenapa berhenti?" tanya rey

__ADS_1


"entahlah... rasanya rumah ini benar benar dejavu buatku..." tukas vania, rey pun tersenyum


" ini rumah yang kamu impikan bukan" tukas rey dalam hati


"sudahlah, ayo aq perlihatkan lagi... kita akan memutari jalanan ini" tukas sambil berlari kecil lagi, vania pun berlari mengimbanginya...


"kak rey, sepertinya kakak sangat mengenal tempat ini.." tukas vania


"tentu, rumah ini adalah hasil desainku"


"benarkah??"


"ya... aku menghadiahkan rumah ini untuk papa mama ketika mereka ingin istirahat dari hiruk pikuk kota"


" kenapa sekarang di kembalikan ke kakak?"


"mungkin karena mereka tahu, tempat ini cukup berarti buatku..."


"oh ya... boleh tahu kenapa?"


" ini adalah rumah impian kekasih kecilku dulu" tukas rey, entah kenapa perkataan rey membuat hatinya sedikit sakit


" dulu dia sangat sangat cerewet, klo bertemu denganku dia selalu memukulku..."


" kakak dulu sangat menyukainya?"


" gak terlalu juga... karena kadang dia cukup menyebalkan, aku ingat dulu dia selalu memanggilku kadal es" tukas rey membuat vania berhenti


" kadal es??? itukan julukan dariku" gumam vania... lalu berlari mengejar rey yang sudah cukup jauh


" apa kak rey bisa menjelaskan maksud kak rey tadi??" tukas vania


" menjelaskan apa??" sambil masih berlari kecil


" kekasih kecil kak rey..."


" memang kenapa?? apa kau cemburu"


" ih... apanya yqng cemburu.. aku cuma penasaran aja... kadal es kan itu julukan kak rey dariku" tukas vania


" ya memang... dulu kamu sudah ku tembak dan kamu jawab iya kan?? salahnya dimana?"


" siapa yang jawab iya... itukan kak rey yang membuat pertanyaan yang menjebak" tukas vania tak terima


" ah... masak..."


" huh... terserahlah..." tukas vania sebal tapi dalam hati entah kenapa merasa sangat lega


" itu rumah belakang ya kak?" melihat bangunan yang cukup besar...


" ya... itu tempat istirahat mereka" tukas rey


" ayo kembali, " tukas rey lagi sambil melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 05.48 wib

__ADS_1


" iya... " tukas vania mengikuti rey kembali ke rumah...


mereka sarapan terlebih dahulu sebelum bersiap berangkat, sarapan sudah tertata rapi di meja makan...


__ADS_2