
"Istirahatlah... aku akan ke kamar mandi dulu..." tukas Rey melepas pelukannya dan segera ke kamar mandi untuk mendinginkan kepalanya...
Di kamar mandi...
"Hah... Vania, setelah bulanan mu selesai kau harus membayar ini semua... " tukas Rey sambil mengguyur tubuhnya
Setelah Rey selesai mandi, ia masih melihat Vania yang belum tidur. Rey pun segera menghampirinya dan duduk di sebelahnya.
"Kenapa belum istirahat? Apa ada bagian yang sakit?? Atau mau ku panggilkan dokter?? " tukas Rey khawatir melihat Vania diam saja sambil duduk di ranjang dengan membungkus tubuhnya dengan selimutnya... dan Vania menjawab dengan menggelengkan kepalanya, ia malu harus meminta bantuan pada Rey.
"Kalau begitu istirahatlah... " pinta Rey, Vania menggelengkan kepalanya.
"Apa ada yang kamu butuhkan? katakan lah! " desak Rey
"I... itu... " tukas Vania malu mengatakannya
"Apa? kamu butuh apa? " tanya Rey lagi
"A... aku tak membawa pembalut... " tukas Vania lalu membungkus kepalanya dengan selimut itu karena sangat malu, ini kali pertamanya ia meminta tolong seorang laki laki untuk membelikan sebuah pembalut.
"Baiklah... Aku akan membelikannya untukmu. Apa ada lagi yang kamu butuhkan? " tanya Rey
"Tidak... " tukas Vania
"Ya sudah, aku keluar dulu... " tukas Rey lalu segera pergi keluar
Rey pergi ke supermarket terdekat yang buka 24 jam, dan segera mencari apa yang di butuhkan oleh Vania...
Saat mencari, Rey benar benar kebingungan karena sangat banyak jenis pembalut yang ada. Ia juga lupa tak menanyakan pada Vania apa yang biasa ia pakai...
Akhirnya ia membeli beberapa jenis yang berbeda agar Vania bisa memilihnya sendiri nanti... Dan tentu saja Rey menjadi bahan tontonan orang orang yang kebetulan juga sedang berbelanja karena melihatnya membeli pembalut untuk wanita, tapi Rey sedikitpun tak memperdulikan mereka.
Sebelum kembali, Rey ingat dulu Mamanya ketika sedang datang bulan selalu mengeluh nyeri perut dan di obati dengan minuman jahe. Mengingat hal itu, Rey pun segera mencari kan untuk Vania untuk berjaga jaga jika Vania mengalami hal yang sama seperti Mamanya.
Di hotel...
Vania menunggu Rey di kamar mandi dengan menggunakan selimut yang sempat terkena darahnya tadi...
"Kenapa kak Rey lama banget ya... " tukas Vania gelisah karena memang sudah cukup lama Rey keluar tadi.
"Dia pasti sangat malu membeli sebuah pembalut... " tukas Vania
Vania duduk sambil memegang perutnya yang mulai terasa sakit, tak lama kemudian ada suara seseorang di luar yang memanggil manggil namanya...
"Aku di kamar mandi kak... " tukas Vania lalu berdiri dan membiarkan pintu terbuka sedikit
" ini... " tukas Rey memberikan sebuah bungkusan agak besar dan sebuah tas pada Vania... Vania tak banyak bertanya, Ia segera meraih semua itu kemudian menutup pintunya kembali.
__ADS_1
Saat Vania sedang berganti, Rey menghubungi Room Service hotel tersebut. Rey memesan minuman jahe hangat, dan juga meminta mereka mengganti sprei yang kotor.
Tak butuh waktu lama untuk mereka melaksanakan apa yang di inginkan Rey tadi...
Sedang Vania yang ada di kamar mandi...
"Hah... " Vania terbelalak tak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Kenapa dia borong semuanya kayak gini??! " tukas Vania sambil menepuk jidad nya sendiri
Tapi setelah itu Vania dengan segera memakai salah satunya, dan setelahnya Ia membuka bungkusan tas satunya yang ternyata pakaian ganti. Vania pun tersenyum senang dan segera memakainya, karena baju itu cukup layak di pakai dari pada yang sebelumnya di siapkan oleh Mama mertuanya.
Setelah selesai Vania segera keluar, dilihatnya Rey duduk bersandar dipan ranjang menunggunya sambil memainkan handphone...
"Sudah selesai?? " tanya Rey, Vania pun mengangguk.
Vania menengok ke ranjang sepertinya baru di ganti.
"Kemarilah... " tukas Rey menepuk ranjang di sebelahnya agar Vania segera berbaring di sampingnya, Vania pun menurutinya.
" Minumlah ini dulu sebelum tidur, agar badanmu hangat... " pinta Rey menyodorkan minuman hangat untuk Vania, Vania pun menerimanya dan segera meminumnya...
" Terima kasih... " ucap Vania setelah menaruh gelas di meja di samping ranjangnya
"Ia sayang... " tukas Rey lalu mencium kening istrinya.
"Istirahatlah... besok masih banyak yang ingin kita kunjungi. " tukas Rey lalu ikut berbaring bersama istrinya dan akhirnya mereka tertidur dengan Rei memeluk Vania.
Mereka menikmati liburan mereka selama di sana dengan mengunjungi tempat tempat yang telah mereka rencanakan sebelumnya. seperti menonton pertunjukan cabaret, menyusuri sungai River dengan kapal super mewah, makan malam romantis di menara Eiffel, tak lupa mereka membeli oleh oleh untuk sahabat sahabat dan keluarga mereka...
Selama hampir satu minggu mereka lewati dengan sangat menyenangkan di sana walau awalnya mereka ke sana berniat hanya untuk menjenguk kedua orang tua Rey...
Tapi mereka sangat beruntung bisa berbulan madu di sana walaupun tak sesuai ekspektasi awal saat mereka berencana berbulan madu.
Sehari sebelum pulang kembali mereka menghabiskan waktu mereka bersama Mama dan Papa Rey...
Vania sangat menikmati hari bersama Mama mertuanya, mereka sangat kompak dan semakin dekat...
Di hari saat mereka akan kembali...
"Kalian beneran mau pulang ya??? " tukas Mama Rey
"Kalian di sini sajalah temenin Mama, Mama pasti bakalan kesepian lagi kalau gak ada kalian... Kalian kan baru sehari habisin waktu sama Papa Mama. " pinta Mama Rey yang tidak mau di tinggal anak dan menantunya.
"Hemmm... gitu aja kemarin nyuruh nyuruh kami pergi jalan jalan sendiri... " tukas Rey menimpali Mamanya.
"Kamu ini, udah di bantuin Mama biar bisa berduaan. .. " tukas Mama Rey tak senang
__ADS_1
"Maaf ya Ma, kak Rey gak maksud gitu... Kami janji akan jengukin Mama Papa lagi. " tukas Vania sambil memegang tangan Mamanya.
"Oh sayang kamu memang anak kesayangan Mama... " tukas Mama Rey memeluk menantu yang sudah seperti anaknya sendiri itu.
"Kamu janji jengukin Mama lagi ya. " pinta Mama Rey
"Iya ma... " tukas Vania
Setelah beberapa drama perpisahan akhirnya Mama dan Papa Rey mengantar mereka ke bandara...
Rey dan Vania pun akhirnya kembali, dan kembali menjalani aktivitas mereka sebelum mereka pindah ke London.
Banyak hal yang harus Vania siapkan, Rey pun juga begitu banyak hal yang masih harus Ia selesaikan sebelum ikut pergi Vania ke London nanti.
Di rumah, setelah beberapa hari dari Perancis...
Vania membuatkan teh untuk Rey lalu menghampiri Rey yang sangat sibuk dengan lembaran lembaran kertas di hadapan nya.
"Ini tehnya kak, diminum dulu... " tukas Vania menaruh teh di sisi yang tidak ada tumpukan dokumen
"Kerjaan lagi numpuk ya... " tukas Vania yang merasa beberapa hari ini Rey benar benar sibuk, setelah pulang dari perancis hampir tak ada waktu untuk mereka mengobrol. Seperti hari ini Rey baru pulang ke rumah padahal sudah cukup malam tapi di rumah bukannya istirahat malah masih mengerjakan dokumen dokumen itu.
"Iya, kamu istirahatlah dulu... " tukas Rey lalu kembali fokus pada kertas kertas itu.
" Baiklah, tapi segeralah istirahatlah kerjaan memang penting tapi lebih penting lagi kesehatan. " tukas Vania mengingatkan
Mendengar itu, Rey menghentikan aktivitas nya lalu menghampiri Vania.
"Apa kamu begitu khawatir padaku?? " tukas Rey memeluk Vania
" Ehmmm... kak, aku mau istirahat dulu. " tukas Vania yang kaget dengan aksi Rey yang tiba tiba memeluknya...
"Setelah menggodaku apa kamu tidak ingin bertanggung jawab. " goda Rey
"A... aku gak godain... " tukas Vania
"Tapi buktinya aku tergoda... " tukas Rey sambil menciumi ceruk leher Vania
"Kak... jangan kayak gini, aku masih halangan" tukas Vania mengingatkan.
Rey yang sadar akan hal itu segera menghentikan aktivitasnya, Vania yang melihat suaminya itu sedikit kecewa segera menciumnya.
"Maaf... " tukas Vania setelah mencium Rey
Rey memeluk Vania lagi, Vania pun membalas pelukan itu.
" Setelah hari ini aku mungkin akan lebih sibuk lagi, sangat banyak kerjaan yang harus aku selesaikan sebelum kita pindah ke London. " tukas Rey
__ADS_1
"Tapi kak Rey juga harus jaga kesehatan... " tukas Vania tak mau suaminya itu sakit
"Iya, kalau gitu kita istirahat saja... " tukas Rey mengajak Vania untuk tidur karena memang juga sudah cukup malam...