Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta

Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta
rumah baru


__ADS_3

setelah melepas lelah, mereka pun bersiap untuk berpindah karena esok hari, vania ingin sekolah...


sesampainya di rumah baru, vania takjub melihat sekeliling... setelah melewati gerbang utama, ia melewati jalan yang cukup panjang terlihat di sekeliling pohon pohon terjajar rapi, menghiasi jalanan... dan yang membuatnya sangat indah, di setiap pohon itu terpasang lampu seperti lampu taman...


dan karena mereka datang malam hari, lampu lampu itu menerangi jalan mereka, sesampainya di depan rumah... vania dibuat tak berhenti takjub dengan keindahan rumah tersebut... tak begitu besar tapi tampak asri dan nyaman seperti impiannya... benar benar rumah impiannya...


vania tak henti melihat sekeliling dengan tersenyum riang melupakan kalau mereka akan tinggal berdua sekarang...


"hei... kamu mau masuk apa tetap disini" tukas rey


"iya, maaf kak... rumahnya benar benar indah" tukas vania senang...


pelayan pun membawa barang barang mereka ke dalam...


"tuan muda dan nona muda selamat beristirahat... barang barang anda dan nona sudah kami taruh di kamar utama... kami permisi dahulu"


"kalian mau kemana??" tanya vania


" kami akan tinggal di rumah belakang nona... jika nona membutuhkan sesuatu, nona bisa menekan tombol yang berada di setiap sudut rumah ini, kami akan segera datang"


" kenapa harus disana, tinggal di dalam sini saja kan tidak apa apa..." tukas vania


" maaf nona, di rumah utama ini hanya ada satu kamar yaitu kamar tuan muda dan nona muda,"


" apa???" tukas vania kaget, disaat itu juga bebarengan rey mendapat pesan dari mamanya...


" semangat anakku tersayang... ini hadiah dari mama" isi pesan tersebut


" huh... dasar mama..." gumam rey


" sudah... kalian bisa kembali...." tukas rey


" baik tuan...." tukas pelayan itu lalu pergi


" kak, apa maksudnya hanya ada satu kamar???" vania bingung karena rumah ini tidak bisa di katakan kecil, mana mungkin hanya ada satu kamar pikir vania... rey pun tersenyum nakal karena pertanyaan vania... vania pun bergidik...


" kamu mau tahu?" tanya rey, vania pun mengangguk...


"sini..." suruh rey mengikuti, vania pun mengikutinya


rey pun pergi ke lantai 2 dan terlihat ada 2 ruangan... rey membuka salah satu ruangan itu dan ternyata itu adalah ruang kerja dan ruang baca yang di jadikan satu...


" waoooow..." vania takjub


" kamu suka dengan ruangan ini?" tanya rey...


" tentu..." tukas vania lalu pergi melihat deretan buku buku yang tertata rapi...


"klo kamu tahu alasan kamar ini di buat seperti ini, apa kamu masih bisa suka dan sesenang ini??" tukas rey dalam hati...


vania masih sibuk melihat buku buku yang tersusun di rak buku itu...


"udah, besok lagi lihat lihatnya... besok jadi sekolah kan?"


"iya kak..." lalu mengikuti rey keluar...


rey pun membuka kamar yang ke dua, vania mengikuti masuk ke kamar...

__ADS_1


terlihat sebuah foto besar di dinding tempat tidur, foto pernikahan mereka...


"ini???"


"ya, ini kamar kita..." tukas rey santai duduk di atas tempat tidur


"kamar kita???"


"ya... kamu denger tadi kata pelayan kan"


"jadi beneran cuma ada satu kamar di rumah ini??"


"hem..."


"di lantai bawah gak ada kamar lain lagi?"


" udah, besok kita periksa... sekarang sudah malam, kita istirahat dulu" tukas rey sambil membuka jacket nya...


"kakak mau apa?"


"tentu aja ganti baju" tukasnya santai sambil mau melepas kaosnya...


"kak rey,... "


"apa..."


"ganti bajunya jangan di sini" tukas vania malu sendiri


"memang kenapa??"


"kak..." gerutu vania


"dasar nyabelin..." tukas vania setelah rey pergi...


setelah rey selesai berganti baju...


"kamu gak ganti?" tanya rey


"iya..." tukas vania lalu segera ganti baju...


setelah selesai ganti baju...


"kamu klo tidur gak lepas hijab juga ya" rey berkomentar melihat vania sambil duduk di tempat tidur dan memeriksa laporan perusahaan... vania tak menjawab


"sini..." menepuk tempat tidur di sebelahnya,...


"ayo..." tukas rey lagi, karena vania tak sedikit pun bergerak


"kamu tahu... kewajiban seorang istri harus patuh perintah suaminya..." sindir rey membuat vania mengikuti perintahnya...


"dengar, pernikahan ini bukan sebuah permainan... jadi, biasakan lah dengan kehadiran ku" tukas rey serius setelah vania duduk di sampingnya...


"kamu harus sadar sekarang kamu seorang istri bukan lajang lagi... mengerti..." imbuh rey


"iya..." vania mengangguk pasrah


vania menyadari semua yang di katakan rey memang benar apa adanya... dia juga tidak mungkin untuk selalu menghindarinya...

__ADS_1


"sekarang lepas hijab mu..." tukas rey


"i...i...iya..." tukas vania gugup lalu melepas hijabnya...


rey tak henti memandang vania... memang dia sangat begitu cantik, dan itu membuat jantung vania berdebar lebih kencang lagi...


rey menaruh dokumen dan leptopnya di meja lalu berbalik menghadap vania dan melepas ikatan rambut nya, membuat rambutnya tergerai... dan jantung vania pun berdetak semakin kencang...


"sekarang tidurlah, jangan biasakan tidur dengan rambut di ikat... itu tidak baik untuk kesehatan..." tukas rey


"i...i...iya" tukas vania semakin gugup, lalu merebahkan badannya yang tadi duduk di samping rey...


rey mengusap usap kepala vania...


"cepat... tidurlah" tukas rey


"gimana mau tidur klo kamu seperti ini" tukas vania dalam hati gelisah...


tapi entah lama kelamaan vania merasa sangat nyaman dengan perlakuan rey dan akhirnya tertidur juga... rey tersenyum memperhatikan vania...


"sekarang kamu benar benar semakin cantik... dan sekarang kamu sudah menjadi milikku..." tukas rey mengingat masa lalunya....


"selamat malam..." tukas rey lalu mencium kepala vania...


rey pun kembali disibukkan dengan kerjaannya kembali... tak berapa lama terdapat panggilan dari evan


"ada apa?"


"semua persiapan sudah selesai...."


"ok, besok bisa kita mulai..."


"gimana keadaan vania?"


"dia baik baik saja..."


"baguslah... tapi lain kali jangan buat orang lain panik tak jelas"


"istirahatlah..." tukas rey lalu menutup panggilan, dia pun rebahan sambil memandangi vania sampai tertidur....


keesokan hari....


karena terbiasa bangun sebelum subuh, vaniapun terbangun.... tapi kali ini dia tak segera bangun dari tempat tidur karena tubuhnya yang tak bisa digerakkan... rey memeluk vania dengan erat, wajah vania sangat memerah ketika dia bangun dan mendapati rey yang memeluknya...


vania pelan pelan melepaskan pelukan itu... dengan susah payah akhinya ia punbisa terbebas


setelah itu ia mandi membersihkan diri lalu melaksanakan rutinitas yang biasa ia jalani sebelumnya yaitu solat tahajud sampai waktu subuh tiba...


setelah subuh tiba ia membangunkan rey....


"kak... kak rey bangun" sambil menggoyangkan tubuh rey


"kak, ayo bangun... kita solat dulu" akhirnya rey pun bangun...


"udah subuh ya..."


" iya, ayo cepat bangun..."

__ADS_1


"iya" tukas rey lalu membersihkan diri...


mereka pun akhirnya solat subuh berjamaah....


__ADS_2