
setelah sarapan, mereka pun bersiap untuk rutinitas selanjutnya... akhirnya rey dan vania pun bersiap untuk berangkat, rey sendiri yang mengantarkannya...
sesampainya di sekolah...
"aq masuk dulu..." tukas vania mencium tangan suaminya
"ya... kamu hati hati... klo ada apa apa cepat hubungi aku" tukas rey
"iya..." tukas vania sambil tersenyum
"hati hati di jalan" imbuh vania...
"iya... assalamu'alaikum"
"wa'alaikum salam..." lalu dia pun masuk ke dalam sekolah, dan rey pun keluar dari halaman sekolah, dan berhenti di depan...
"kalian... awasi di sini, jaga dia baik baik jangan sampai kecolongan" perintah rey
"baik tuan... " tukas pengawal itu
lalu rey pun pergi,...
di dalam kelas salsa dan dinda sudah datang...
"vaniaaaaa... akhirnya kamu masuk sekolah juga" tukas salsa heboh...
"iya, ke mana aja sich van...?" tanya irfan yang ikut nimbrung
" ada urusan keluarga" jawab vania setelah duduk di kursinya sambil di peluk salsa...
"wiiiihhh... baru jalan jalan nich kayaknya, oleh olehnya mana?" tukas dio ikutan
" oleh oleh mulu..." tukas salsa kesal...
" halah... lo nya juga mau..." tukas edo
" oh ya... kemarin pas kamu gak ada, banyak masalah nich di persiapannya..." keluh dinda
"iya bener... di dekor bunganya belum dapet padahal tinggal beberapa hari lagi, terus undangan juga belum di antar padahal yang di undang orang orang penting... pasti gak dapet waktu luang... dan masih banyak lagi..." risa mengadu
"ya udah, istirahat nanti kita kumpul... kalian bilang ke yang lain..."
"siaaaap..." tukas mereka bebarengan...
jam pelajaran pun di mulai.. mereka semua nampak begitu memperhatikan penjelasan dari gurunya... mungkin karena sekarang mereka sudah di kelas 3 dan tidak lama lagi akan melaksanakan ujian nasional...
waktu istirahat pun akhirnya tiba, mereka pun segera ke ruang osis untuk rapat dadakan... setelah semua berkumpul mereka langsung membahas ke inti permasalahan...
"okey... kita selesaikan satu persatu ya... yang pertama ?" tukas vania
"ini masalah undangan... sebenarnya, kemarin kita kita udah anter undangannya karena melihat tanggalnya terlalu mendadak... kita kita di suruh pergi... klo untuk sekolah sekolah lain, semua sudah beres... ya tinggal undangan undangan kusus ini" tukas yongki menjelaskan...
" okey, untuk siapa saja undangannya??" tanya vania, lalu yongki menyerahkan undangan yang sudah tertera namanya itu... vania pun membacanya
" revandra pranasta, aldrich dean sbastian, kayden zaferino remon, melvin leonan leander, yamada yakuza kenzo, reyhans yamakusa, abrisam bryan alvaro, zaidan azra zhafir, dan ronald anderson..."
__ADS_1
"waaaaah... mereka kan cowok cowok yang sekarang sedang digilai cewek cewek sejagat, bisa heboh ni sekolah kita klo mereka beneran dateng" tukas lili,
"iya, bener... secara mereka kumpulan cogan cogan paling sempurna, apa lagi tu reyhans, revandra, kenzo, azra...ya ampuuuuuun bingung deh milihnya..." kata santi setuju tak kalah heboh ( hanya beberapa yang tahu klo revandra adalah kakak vania)
"klo aku mah, bryan si maco banget, sama reyhans yang cakep dingin gimana gitu..." tukas risa
"semuanya cakep cakep, kaya, dan sempurna" imbuh lili
" iya betul... tapi di majalah lovely urutan tercakep di raih sama reyhans yamakusa dan zaidan azra zhafir di nomer kedua" tukas niken menimpali
" kalian ini, lagi bahas masalah undangan malah ngomongin cowok cowok cakep... ngaca donk, milih ini milih itu, emang mereka mau sama kalian" tukas edo kesal
"syirik aja..." tukas risa
" iya, lagian yang paling cakep mah gue lah..." tukas miko menyetujui edo
"huuuu..." miko mendapat sorakan tak terima dari cewek cewek
" merekakan cuma bisa di liat alias gak nyata gak bisa di miliki, nah klo gue gantengnya asli nich... bisa dimiliki ni... " tukas miko
"ganteng dari sedotan..." tukas salsa...
yang lain hanya tersenyum dan menggelengkan kepala melihat perdebatan itu...
"sudah... sudah... ayo kita lanjutkan..." tukas yongki mengakhiri bercandaan itu..
"klo untuk undangan, biar aku yang urus,nanti aku yang anter..." tukas vania
" beneran ni gak papa? kamu mau di temenin siapa nich?" tukas sadewa merasa tidak enak karena ini seharusnya adalah tugasnya...
"gak perlu, anggap saja masalah yang pertama sudah selesai... sekarang kita bahas masalah yang kedua, " tukas vania
"aku dan irfan udah nyari nyari toko bunga yang bisa nyiapin bunga untuk hari itu, tapi semua toko jadwalnya penuh di hari itu jadi gimana nich..." tukas niken
"bunga ya...." semua berfikir mencari solusi...
"gimana klo bunganya di buat dari kertas aja..." tukas amir memberi ide....
"bagus sich, kreatif... tapi kayaknya kurang gimana gitu.... soalnya kan undangan kita orang orang terpandang..." tukas niken...
"iya bener tu... " tukas dinda
"oh ya, aku tahu dimana bisa dapetin bunga bunga itu..." tukas vania ter ingat kebun bunganya...
"benarkah???"
" ya... nanti aku mintain izin" tukas vania
"waaaah... makasih vania... kamu emang dewi sekolah kita... semua masalah terselesaikan klo ada kamu..." tukas miko
"iya bener... makasih banget..." imbuh niken
"udah ah, gak usah lebay deh kalian.... inikan memang tugas kita bersama... jadi klo ada masalah, yang bisa nyelesaiin ya nyelesaiin... karena kesuksesan ataupun kegagalan acara ini di tanggung bersama" tukas vania
"iya bener" semua setuju...
__ADS_1
"ok... klo begitu berarti dua masalah besar sudah terselesaikan... tinggal masalah masalah kecil seperti keuangan yang agak membengkak, pembagian tempat stand sama menu untuk acara, kita rundingkan nanti lagi saat pelaksanaan... sekarang kita makan dulu tadi udah di pesenin sama dio" tukas yongki
" naaaah... pesenan makanannya udah dateng ni..." tukas dio yang tadi pergi memesan makanan....
akhirnya mereka mengakhiri rapat osis ini, sekarang mereka makan terlebih dahulu sebelum kembali ke kelas untuk melanjutkan pelajaran....
setelah bel pulang berbunyi, semua keluar kelas untuk pulang... kecuali vania, dinda dan salsa... vania di tahan oleh salsa...
"ayo cerita dulu gimana?" tanya salsa penasaran
"cerita apa?"
"kamu udah MP belum?" tanya dinda terus terang
"MP????"
"iya, malam pertama?"
"kalian ini ada ada aja..." tukas vania memerah mukanya dan ingin pergi, membuat salsa dan dinda semakin curiga...
" beneran, udah ya??? pasti dia maksa" tebak salsa yang tiba tiba sebal...
" kamu yang sabar ya van... " tukas dinda
"kalian ini mikirnya ngelantur banget sich... aku dan kak rey gak ngapa ngapain... beneran deh, jadi gak usah mikir macem macem lagi okey.." tukas vania
"ya gimana gak mikir, masa depan kamu seharusnya kan bersinar, ya walaupun kamu gak perlu susah payah klo di samping dia pasti udah bakalan bersinar sich... tapi kamu tu sangat cerdas... sayang klo harus berhenti sekolah gara gara hamil..." tukas dinda
"hus... kalian ini... gak usah mikir yang macem macem dech... okey" tukas vania...
"ya habis di luaran sana aja yang belum sah ada ikatan udah banyak yang gitu duluan, nah ini kamunya udah sah... mana suami kamu cakep banget walau serem... kamu gak ke goda gitu??? klo aku mah pasti udah aku terkam duluan..." tukas salsa, vania dan dinda hanya menggeleng mendengar penuturan sahabatnya itu...
"ayo keluar, kita bicarain sambil jalan aja" tukas vania
"iya, ayo"
"sebenernya, sekarang aku dan kak rey udah tinggal di rumah kami sendiri" tukas vania
"apa???? beneran?" tanya dinda dan salsa, vania mengangguk
" kami tinggal di rumah hadiah dari orang tua kak rey sekarang..."
" jadi kalian cuma tinggal berdua?"
"iya, kapan kapan kalian main ya"
"itu udah pasti, gimana klo sekarang aja" tukas salsa
"iya setuju" tukas dinda
"emmmm.... maaf, tapi aku harus izin dulu sama kak rey... "
" iya, bener... kamu izin dulu, aku takut di marahin sama dia... cakep tapi serem gitu sih... "
"ya udah, besok aja ya..." tukas vania
__ADS_1
" siiipp...."
akhirnya mereka pulang dengan jemputan masing masing, dan karena rey masih kerja vania di jemput orang kepercayaan rey yang vania udah pernah dikenalkan...