Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta

Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta
Perpisahan


__ADS_3

Perpisahan yang di adakan di sekolah Vania empat hari setelah pengumuman kelulusan di penuhi dengan air mata perpisahan, saling tak rela untuk berpisah karena memang sudah cukup saling dekat...


Mereka juga sudah menentukan kemana mereka akan meraih cita cita masing masing, pembahasan ini yang kini riuh di bahas oleh mereka yang kini sudah lulus di sela sela acara...


Acara ini di ikuti anak anak kelas satu dan dua juga lalu di hadiri juga oleh orang tua atau wali dari kelas tiga, untuk Vania sendiri seharusnya yang menghadiri acara itu sekarang adalah Rey selalu wali Vania sekarang tapi kedua orang tua Vania bersikeras ingin menghadiri karena memang sebelumnya mereka tidak pernah hadir di setiap acara Vania.


Karena Rey juga masih banyak yang harus di kerjakan akhirnya Rey setuju jika orang tua Vania yang mengambil hak nya untuk menghadiri acara itu.


" Yang datang ayah sama ibu kamu ya Van? " tanya Salsa.


" Iya... kata mereka, mereka mau menebus hari hari yang udah aku lalui tanpa adanya mereka di sisi aku... " tukas Vania bahagia.


"Selamat ya, kamu udah mulai nemuin kebahagian kamu, Kami ikut senang liatnya" tukas Dinda dengan tulus.


"Makasih banyak... makasih selama ini kalian berdua juga selalu ada di sisi ku, kalian yang terbaik... " tukas Vania lalu memeluk mereka berdua sambil meneteskan air mata.


" Woi... woi... barengan dong kalau lagi huru hara gitu... " tukas Risa yang baru dari toilet menghancurkan momen sedih mereka.


"Iiih... apaan sih ni anak satu" tukas Salsa.


"Lagi sedih sedihan di bilang huru hara lagi... " tukas Salsa tak suka.


"Habis, pelukan gemas kayak gitu gak ajak ajak sih... " tukas Risa


"Bahasa kamu tu dapet nya dari mana sih? huru haralah yang pelukan gemas lah... " tukas Salsa.


"Ya udahlah sini sini aku peluk... " tukas Salsa memeluk Risa dengan kuat


"Aduh... woi...woi... sakit tahu" tukas Risa mereka pun tertawa bersama sampai di tegur oleh panitia acara karena gaduh sendiri padahal acara sudah di mulai....


Setelah itu mereka mulai fokus kembali pada acara. Acara yang di adakan pun terbilang cukup lancar, para tamu undangan sudah hadir selain dari Dewan komite yang mungkin memang tidak bisa hadir, dan para orang tua atau wali dari para murid itupun juga sudah hadir.


Tapi di tengah acara mendadak suasana jadi agak heboh karena kedatangan Rey dan Evan, kepala sekolah yang tahu hal itu segera menyambut mereka.


"Kok bisa sih Kak Rey sama Kak Revan datang ke acara kayak gini" tukas salah satu dari mereka. (Perbincangan para adik kelas).


"ya mungkin di undang kali sama kepala sekolah, kalian kan lihat sendiri pas acara kemarin aja mereka juga hadir" tukas yang lainnya.


" Gak masalah lah apapun alasannya, yang paling penting mereka ada di sini. Duuuh... Aku ngefans banget sama mereka, bisa foto sama mereka gak ya? " tukas yang lain.


" Kalian ini pada gak tahu ya, kenapa mereka bisa di sini? " tukas salah satu dari mereka lagi


"Emangnya Lo tahu... "


" Ya tahu lah, Adik Kak Revan kan juga di sini makanya si ganteng itu dateng" tukas nya


"Adik??? " tukas mereka bersamaan

__ADS_1


"Masak sih? yang bener? "


"Lagian kok Lo bisa tahu Adik Kak Revan sekolah di sini? terus Lo juga tahu siapa Adik Kak Revan? "


"Kalian aja yang gak peka, coba kalian ingat ingat siapa nama panjangnya Kak Vania dan Kak Revan? "


"Dewi Vania Anasta, sama Revandra pranasta... " tukas salah satu dari mereka


"Oh astaga, baru sadar gue kalau mereka sama sama Anasta, " tukas nya lagi baru sadar


"Gak cuma itu, kalian gak lihat wajah mereka?"


"Oh iya ya, kalau di lihat lihat mereka emang mirip sih... kok gue baru nyadar ya"


"Jadi adik Kak Revan yang ada di sini itu Kak Vania?! "


"Ya gitu deh... "


" Waaahhh... tahu gitu aku bakal minta main ke rumah Kak Vania... "


" Iya Ya, Kak Vania itu kan baik dan ramah pasti boleh. Tapi sekarang kan Dia dah lulus... "


"Aku denger denger sih Dia bakal kuliah di London... "


"Iya aku juga denger gitu... "


"Kalau itu kan tergantung kita kita, tinggal kitanya rajin belajar apa enggak. "


"Ya mau serahin apapun kalau otak kita emang dodol mau gimana. " tukas yang lain.


"Otak dodol pun kalau rajin pasti akan ada hasilnya. "


Di sisi lain.


"Van, Kak Rey sama Kak Evan kok kesini? " tanya Dinda


"Aku juga gak tahu, tadi pagi Dia bilang Dia sibuk banget terus Ayah sama Ibu pingin datang jadi ya Ayah sama Ibu jadinya yang datang" tukas Vania yang ikut kaget juga karena Suami dan Kakaknya datang.


"Wahhh... bikin kejutan buat kamu mungkin Van... " bisik Salsa.


"Ish... Kamu ini... udah udah, nanti kita bisa di tegur lagi... " tukas Vania menyuruh kedua temannya itu untuk diam.


Akhirnya acara itu berlangsung dengan cukup baik dan cukup mengharukan apalagi saat para murid kelas tiga di panggil ke depan.


Selesailah kini masa masa yang sering disebut orang sebagai masa masa yang paling menyenangkan, dan akan selalu mereka ingat nanti.


Perpisahan adalah hal lumrah yang pasti di kehidupan ini, akan tetapi kenangan kenangan disaat mereka bersama akan selalu mereka kenang selamanya tak akan hilang hanya karena sebuah perpisahan itu.

__ADS_1


Di acara terakhir sebelum sesi foto foto, Kepala sekolah memanggil murid dengan nilai terbaik untuk mendapat kan sebuah penghargaan dari pihak sekolah.


Ya murid itu tak lain adalah Vania, dengan nilai terbaik di negara ini. Maka dari itu Kepala sekolah memberikan sebuah penghargaan untuknya.


Disaat Wali dari Vania di panggil, Orang tua Vania, Evan dan Rey saling bertukar pandang siapa yang akan maju ke depan. Akhirnya Ayah dan Ibu Vania lah yang akhirnya maju ke depan karena memang ini moment yang sangat di impikan Vania sedari kecil.


Setelah itu acara foto foto pun di mulai, acara foto foto itu di bagi menjadi beberapa acara. Pertama Foto Wisuda saat mereka sendiri sendiri, lalu foto dengan keluarga masing masing setelah itu foto bersama.


Di saat anak anak kelas tiga sedang sesi foto tunggal, anak kelas satu dan dua banyak yang mengerubungi Evan dan Rey untuk meminta berfoto bersama. Beruntung Rey waktu itu membawa beberapa pengawalnya yang akhirnya bisa menghalau mereka yang ingin berfoto.


Saat sesi foto keluarga, saat nama Vania di panggil Ayah ibu Vania begitu juga Evan dan Rey maju ke depan bersamaan membuat anak anak lain yang tidak tahu hubungan mereka bertanya tanya kenapa Rey dan Evan ikut maju ke depan? Apa hubungan mereka dengan Vania?


Bisik bisik anak anak lain tentang Vania semakin menjadi saat Vania berfoto hanya dengan Rey.


"Sa, Lo pasti tahu apa hubungan Rey sama Vania? " tanya Risa dengan serius ingin tahu.


Saat Risa bertanya tentang hal itu teman teman yang lain yang dekat dengan mereka juga mendesak Salsa agar menjawab pertanyaan Risa.


"Kalian ini kenapa pingin banget tahu urusan orang lain sih? ! " tukas Salsa yang tak terlalu suka di desak.


"Ih Salsa gitu banget sih, mentang mentang udah tahu sendiri. "


"Iya ni, kami kan penasaran. Vania kan gak pernah deket sama cowok lah ini sekalinya deket dua cowok ganteng Lo yang deket. "


"Kamu aja deh Din yang jawab, kita yakin Lo pasti juga tahu iya kan? "


" Kalau itu sih tanya langsung aja sama Vania, dari pada aku sama Salsa yang jawab terus salah gimana? " tukas Dinda tak mau menjawab pertanyaan mereka.


"Kalian ini kenapa sih ribut ribut? dilihatin para guru tu! " tegur Irvan.


"Apasih Vania, kita tu cuma mau nanya sama Salsa dan Dinda apa hubungan Vania sama Kak Revan dan Kak Rey... " jawab salah satu dari mereka dengan kesal.


" Kalian ini, udah pada duduk ketempat kalian sana. Revan tu Kakak kandungnya Vania kalau Rey itu tunangannya Vania. " tukas Irvan lalu pergi, membuat Salsa dan Dinda saling pandang.


"Kok Irvan bisa tahu? Walaupun yang dia bilang gak semua benar. " tukas Salsa dan Dinda dalam hati bersamaan.


"Haaa... yang bener. " tukas anak anak yang bertanya tadi setelah bengong beberapa saat karena dengar apa yang Irvan katakan.


"Beneran Sa, Din? yang di bilang Irvan tadi? " tanya Risa memastikan pada Salsa dan Dinda dan mereka berdua pun mengangguk.


"Astaga... Berarti Kak Rey udah di segel dong... " tukas salah satu dari mereka dengan kecewa.


" Kalau Vania yang jadi pasangannya sih menurutku pantas aja " tukas yang lain.


"Iya sih, Vania kan cantik pinter juga. Dia tu tipe cewek yang perfect. "


Dan akhir di acara perpisahan itu di isi dengan perbincangan tentang Vania.

__ADS_1


__ADS_2