Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta

Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta
membalas cinta...


__ADS_3

" I love you my wife...." kata kata itu terus terngiang di telinga vania...


" apa aku gak salah dengar???" tukas vania dalam hati...


" gak...gak... gak mungkin kak rey bilang kayak gitu" tukas vania sambil menggeleng geleng kan kepalanya...


rey sampai lelah memanggil istrinya, sedari pulang dari restorant vania tak bisa di ajak bicara ia seperti berada di dalam dunianya sendiri... saat akan solat ia terlihat biasa lagi, tapi setelah solat ia melamun lagi...


" ayolah... jangan melamun lagi... huh" tukas rey jengkel karena merasa di acuhkan... lalu memeluk istrinya... vania pun terkaget karena di peluk...


" kak..." tukas vania ,


"apa?? kau dari tadi mengacuhkanku apa yang sedang kau fikirkan?" tanya rey yang mengeratkan pelukannya...


"ahhh... ti...tidak, cuman berfikir kegiatan esok" tukas vania


"oh,ya besok acaranya?"


"iya, kak rey bisa datang?"


"ya, tentu... istriku sendiri yang mengundangku mana mungkin aku gak datang..." tukas rey yang masih memeluk istrinya...


"kak evan sama yang lain gimana?"


"besok siang mereka kembali"


"berarti kak evan udah bisa di hubungi"


"sudah, sore tadi sebelum menjemputmu dia yang menghubungi duluan..."


"dia baik baik saja kan?"


"ya, dia baik baik saja... banyak pekerjaan disana, jadi dia mematikan handphone nya agar pekerjaannya cepat selesai"


"syukurlah... dari kemarin perasaanku tidak enak, klo denger dia baik baik saja lega rasanya"


"kau segitunya mengkawatirkannya, bagaimana denganku..."


"ha... kak rey terlihat baik baik saja..."


"kalau aku yang tiba tiba tidak ada kabar apa kau akan segitunya mengkawatirkanku"


"kenapa kakak bilang seperti itu"


"hanya ingin tahu..."


"memangnya ada seorang istri yang tidak khawatir suaminya tak ada kabar" tukas vania membuat rey tersenyum lalu mencium pipi vania sekilas...


"kak, bolehkah aku bertanya?"


"ya tentu..."


"emmmm... a...apakah yang kakak katakan di restoran tadi benar?" tukas vania ragu


"yang mana???" goda rey, dia tahu maksud pertanyaan vania...


"ah...gak gak jadi...." tukas vania malu dengan pertanyaannya sendiri


"oh, apa aku sudah gila... menanyakan nya tadi... aku pasti salah dengar di restoran tadi" batin vania


rey tersenyum melihat vania terdiam...


lalu membalik tubuh vania menghadapnya...


"apa perlu aku mengulanginya...." tukas rey


"ha...."


"aku mencintaimu...." tukas rey serius sambil memandang kedua mata istrinya...


"a... apa???" vania tergagap


"ya, aku mencintaimu... sangat mencintaimu... jadi kamu juga dari sekarang belajarlah mencintaiku karena sekarang kamu adalah istriku..."

__ADS_1


"bu...bukankah kakak terpaksa menikahiku..." tukas vania tertunduk


"siapa yang bilang aku terpaksa???"


"mama kan yang maksa kakak"


"ya, dulu saat tahu aku dijodohkan tentu aku menolak... karena mereka memaksaku aku terpaksa menerimanya... " tukas rey terdiam sebentar membuat nyeri di hati vania yang mendengarnya...


"tetapi saat aku tahu itu kamu, tentu saja aku sangat senang... bukankah kamu tahu dari dulu aku mengejarmu" tukas rey membuat rasa sakit di hati vania hilang tiba tiba...


" ah... apa maksud kakak..."


" hai dari dulu bukannya aku sudah sering bilang..."


" i...itukan kakak bercanda..."


"tapi itu dari hati..." tukas rey membuat vania tersipu...


rey memegang dagu vania dan menghadapkannya padanya...


"belajarlah mencintaiku... bukalah hatimu untukku..." tukas rey memandang mata vania, vania pun mengangguk... lalu mereka pun berpelukan... rey mencium dahi vania dengan penuh rasa sayang... vaniapun membalas pelukan itu...


"terima kasih sudah menerimaku yang seperti ini..." tukas vania lirih dan mulai meneteskan air matanya...


rey melepaskan pelukannya...


"jangan menangis...." tukas rey mungusap air mata vania...


"ayo kita tidur, bukankah besok hari yang berat untukmu..." tukas rey, vania mengangguk dan tersenyum....


mereka tidur dengan saling memeluk...


ke esokan harinya...


walau hari minggu karena acara di sekolah akan di laksanakan malam ini, vania pagi pagi harus segera berangkat ke sekolah... vania memakai baju sehari hari...


"sudah siap??" tanya rey


"mana mungkin aku membiarkan dia yang mengantarmu..." tukas rey beranjak berdiri lalu menghampiri vania dan melingkarkan tangannya di pundak vania...


"ayo berangkat..." ajak rey...


mereka pun berangkat... di perjalanan...


"bagaimana persiapannya? apakah lancar?"


"alhamdulillah... lancar kak..."


"butuh bantuan gak???"


" do'ain aja biar lancar, " tukas vania


"beneran, hari inikan aku libur... aku bisa bantu lo..."


"ha... gak gak... gak perlu..."


" bisa heboh satu sekolah klo liat kak rey bantu bantu di sana, liat dia di undang aja udah pada heboh" batin vania


" ya udah, nanti klo ada apa apa kamu bilang aja..."


" iya..."


sesampainya di sekolah... vania berpamit dengan mencium tangan suaminya, sebelum keluar dari mobil... setelah mencium tangan suaminya, ia dengan cepat mencium pipi suaminya dan bilang...


" sayang aku berangkat..." lalu segera keluar mobil dan segera berlari ke dalam sekolah sebelum rey berkomentar...


rey yang di perlakukan seperti itu hanya menyentuh pipinya dan terdiam tak percaya istrinya melakukan itu tanpa ia minta...


dan tentu saja hati rey berbunga bunga karena sepertinya kini cintanya sudah mulai berbalas...


vania berlari kekelas yang sepertinya kosong karena anak anak yang sudah datang berada di aula dan di halaman...


"apa yang sudah kulakukan tadi..." tukas vania menundukkan kepalanya di meja... menyesali keberaniannya...

__ADS_1


" aaaaahhhh... bagaimana aku menemuinya nanti..." tukas vania memukul kepalanya...


"hayo.... ngapain disini..." salsa dan dinda mengagetkan...


" aaaa..." vania terkaget...


" hah... kalian ini ngageti aja..." tukas vania...


" ya... kamunya ngapain lari lari ke kelas, yang lain kan di halaman..." tukas dinda...


" iya, mana mukulin kepala lagi... ngapain sih..." tukas salsa


" aku udah nglakuin kesalahan besar..." vania panik...


" kesalahan besar apa??" salsa dan dinda ikut panik...


karena vania memang orang yang sangat jarang melakukan kesalahan, dan kini vania bilang ia sudah melakukan kesalahan besar dengan sangat panik membuat mereka berfikir kesalahan yang di buat sahabatnya itu cukup besar...


vania sedikit enggan menjelaskan kesalahannya...


" i...itu... pokoknya kesalahan terbesar yang udah aku perbuat... aku harus gimana..." tukas vania belepotan...


" sebenernya kesalahannya tu gimana? bilang biar bisa kita bantu..."


" ta...tapi..." vania ragu


" kenapa sich ragu gitu ? ceritain masalahnya kita cari solusinya bersama..." salsa curiga


salsa dan dinda menatap tajam vania meminta penjelasan...


" huhhh..." vania menarik nafas panjang sebelum menjelaskan...


" se...sebe...nar nya tadi..."


" ya..." tukas salsa dan vania menunggu dengan sangat serius...


" aku...aku udah nyium kak rey duluan " tukas vania sambil memejamkan matanya lalu menundukkan kepalanya ke meja lagi...


" apa????" salsa dan dinda kaget tak percaya dengan apa yang di bilang vania... setelah beberapa saat mereka berdua tertawa terpingkal pingkal...


melihat kedua sahabatnya tertawa, ia pun merajuk...


" kok kalian malah ketawa sih..." tukas vania...


" beneran kamu nyium dia duluan???" tanya salsa sambil mengusap air matanya yang keluar karena tertawa berlebihan...


" gak usah ngledek deh... udah pusing ni... rasanya mau tenggelem aja" tukas vania


" ya maaf maaf, tapi kok bisa...???"


" gak tahu... reflek gitu aja..." tukas vania


" gimana aku ngadepin dia klo ketemu nanti..." sesal vania


" tenang... gak usah panik, lagian kan memang kalian udah jadi pasangan, jadi wajar kan klo kamu nyium dia... iya gak nda?" tukas salsa menenangkan sahabatnya itu...


" iya bener... bahkan lebih aja boleh kok..." canda dinda...


" aaah... kalian ini"


" udah... udah gak usah di fikir terlalu berlebihan gitu... dia pasti juga seneng kamu udah berani gitu..." tukas salsa


" tapi nanti dia bakal mikir aku cewek gampangan..." vania menerka nerka


" ya enggak lah... kamu tenang aja kita jamin..." tukas dinda yang di angguki salsa...


" ya udah yuk, ke halaman... anak anak udah pada nyariin kamu tadi..." ajak salsa, akhirnya mereka pun pergi ke halaman...


tanpa mereka ketahui di balik pintu ada radit di sana...


" jadi ini alasan kamu terus terusan menolak ku..."


" kamu sudah punya kekasih... dan berani sekali kamu menciumnya... gak... gak... kamu cuma milikku..." tukas radit sambil menggebrak meja dan berlalu pergi....

__ADS_1


__ADS_2