
Di sebuah kantor
"sialan tu si evan, dia bener bener gak biarin kita buat deketin vania..." tukas erwin
" kamu harus bikin rencana yang matang buat ngerusak anak itu... papi gak mau tahu bagaimanapun caranya kita harus bisa hancurkan keluarga ini"
" iya pi, sebenarnya penghalang terbesar kita itu evan, gimana klo kita hancurin dia dulu aja" tukas erwin
" kamu jangan terlalu berharap, dia terlalu kuat untuk kita hadapi "
" pi, apa sich yang harus kita takutin hanya dari seorang mahasiswa biasa kayak dia" tukas erwin tak terima
" jangan bodoh kamu... klo dia hanya orang biasa sudah dari dulu papi ratakan keluarga mereka dengan tidak adanya si pranasta itu" tukas darwin marah
" memang apa yang bisa dia lakuin?"
" kamu harus tahu untuk menghilangkan kita saja seharusnya bukan hal yang sulit bagi dia apalagi orang orang dibelakangnya juga bukan orang orang sembarangan"
" lalu kenapa dia tidak melawan kita?"
" entahlah yang pasti sebelum dia bertindak kita harus bertindak terlebih dahulu"
" lalu kita harus bagaimana?"
" tentunya mendapatkan kelemahannya,... dulu papi kira ibunya lah kelemahannya mangkanya papi deketin ibunya, tapi ternyata bukan itu kelemahannya..."
" maksud papi vania kelemahannya..."
" kamu memang anak pintar,"
"jadi ibunya itu udah gak ada gunanya donk"
" salah"
" salah???"
" kelemahan terbesar evan memang vania tapi, kelemahan vania itu ibunya, jadi ibunya masih sangat benar benar berguna... lagian ibunya juga bisa ngebuat perusahaan ini jadi milik kita kan"
" papi benar benar hebat, sekarang kita sudah mendapatkan ibunya jika kita bisa mendapat vania juga itu akan menjadi kartu as terbesar kitakan.... ha...ha...ha...ha" tukas erwin tertawa.
" tentu saja" tukas darwin
Ditempat lain, di sebuah cafe milik evan
di sebuah ruangan kusus yang biasa mereka jadikan tempat untuk bertukar pikiran.... mereka adalah pemuda pemuda hebat dan yang pasti tampan, dari keluarga keluarga yang cukup berpengaruh di negara ini... pemuda pemuda yang tidak diragukan lagi kemampuannya... mereka juga cukup berpengaruh di dunia gelap... walau masih muda sudah banyak bisnis bisnis yang mereka jalankan.... tetapi mereka jarang menampakkan wajah mereka sehingga di mata orang lain mereka hanya lah pemuda pemuda biasa saja... mereka ber anggota 6 orang... evan, tian, remon, leon, kenzo ,dan rey. tapi hari ini hanya 5 yang hadir.
" kenapa nich?" tanya sbastian melihat sahabatnya baru datang sudah emosi
" sialan tu si darwin, gue bener bener gak nyangka dia bakal gerak secepet ini" evan kesal
" memang dia udah nglakuin apa?"
" baru tadi malem dia datang, tadi malem juga dia udah berani nerobos kamar vania."
" gila tu orang, kenapa gak langsung kita serang aja dia?" tukas remon marah...
__ADS_1
" berani banget dia ganggu boneka mungil kita" kenzo juga tidak terima
" kayaknya tu orang udah tahu kalau vania itu kelemahan terbesar lo" imbuh leon
"iya betul, mungkin awalnya dia kira kelemahan lo itu ibu lo, mangkanya dia deketin dan nikahin ibu lo... dan sekarang dia tahu klo kelemahan lo tu adek lo mangkanya dia langsung gerak cepat" tian menyetujui
" dia pasti tahu klo lo udah gerak gak mungkin mereka punya kesempatan, mangkanya dia gak mau buang buang waktu" tambah leon
" karena dia gak mau buang buang waktu, lo juga jangan buang buang waktu... kasihan vania klo kita gak segera gerak" leon memancing
" ini gue juga lagi nyusun rencana,karena gak mungkin gue langsung lenyapin mereka... kalian juga jangan cuma protes aja, bantuin mikir donk" tukas evan
" gue sich sebenernya udah punya ide, tapi rada gila" tukas leon
" memang apa ide lo? asal gak ngebahayain vania, gue oke aja" tukas evan
"gak bahaya kok buat vania, malah bisa bikin dia tambah aman" tukas leon
" apa?" sbastian, remon, kenzo, dan evan bertanya tanya.
" kita nikahin aja vania"
" apa???" tukas mereka bebarengan,
" gila apa lo... adek gue itu masih SMA"
" gue tadikan udah bilang klo ide gue gila, tapi gue jamin vania bakalan bener bener aman dan gak akan ada yang berani deketin vania termasuk musuh terbesar lo" tukas leon meyakinkan
" yakin lo"
" tapi... ini tentang masa depan nya... gue harus bicara dulu sama vania"
" ya tentu aja , gue kan gak maksa... cuma kasih ide... klo lo nikahin vania, lo bisa fokus cari bokap lo dan lawan mereka" imbuh leon untuk meyakinkan
" iya, tapi masalahnya vania itu punya trauma... dia gak berani pacaran apalagi nikah"
" tenang aja nanti gue bantuin, klo lo udah setuju" tukas leon
" tunggu... emang siapa yang mau lo jodohin sama vania? kayaknya dari tadi gue lihat lo ngebet banget jodohin vania sama dia" tukas kenzo penasaran
" iya betul, gue juga jadi penasaran, tapi jangan bilang itu elo ya... gue timpuk pakai meja baru tahu rasa" imbuh remon
" yeiiii mana berani gue jadi adek iparnya si evan, bisa mati muda gue... " tukas leon dan langsung mendapat tatapan tajam dari evan...
" sorry...sorry... bercanda kali van..."
" udah deh... cepet jawab!" tian meminta jawaban karena benar benar penasaran
" tentu saja yang mulia reyhans yamakusa" tukas leon dengan mendramatisir kata katanya
" si rey???" semua kaget mendengar jawaban leon terutama kenzo, karena kenzo sepupuan dengan rey... seharusnya perkumpulan ini juga ada rey tapi berhubung rey ada kepentingan lain jadi dia gak hadir
" klo di pikir pikir gue sih suka rey jadi sama adek gue... secara diantara kita yang paling bener tu cuma dia... tapikan tu anak sama kayak adek gue... gak pernah dekat dengan lawan jenis... gue aja pernah ngira tu anak gay..." tukas evan panjang lebar...
" lo kira kita kita gak ada yang bener?" remon tersinggung
__ADS_1
" ya lo kira kira aja emang lo bener, gonta ganti cewek mulu"
" udah udah... mangkanya gue jodohin adek lo ama dia... keluarganya pasti suka klo adek lo yang nikah ma dia... dan lo tahu sendiri kan gimana keluarga mereka... gak akan ada yang berani nyinggung apalagi nyari masalah sama mereka, jadi klo adek lo masuk ke keluarga mereka sudah dipastikan adek lo terjamin keselamatannya..." jelas leon meyakinkan
" tapi... apa lo yakin keluarga mereka mau vania jadi anggota keluarga mereka?" evan ragu karena keluarga rey adalah keluarga yang sangat terpandang dan sangat pemilih.
"yakin seratus persen" leon sangat percaya diri
" ha..." tian ,evan ,remon dan kenzo saling pandang curiga
" kok lo bisa yakin banget... gue aja berkali kali bawa cewek ke keluarga gue gak ada yang di setujui..." tukas kenzo
" ya sebenernya sebelumnya gue udah dipanggil kekediaman mereka... mereka minta bantuan gue jodohin rey... gue yang lagi bingung keinget masalah lo jadi ya gue langsung aja tawarin vania... setelah 2 hari, gue di hubungin lagi... katanya mereka setuju, dan mereka minta gue harus bisa jodohin mereka, karena mereka terlanjur suka sama vania , kayaknya mereka nyari tahu sendiri tentang vania ... sebenernya gue juga ogah sih disuruh nyomblang nyomblangin... karena gue ndiri aja belom nikah... tapi yang minta keluarga rey... yamana berani gue nolak" jelasnya panjang lebar
" jadi lo manfaatin masalah gue ini demi keselamatan lo" tukas evan gak suka
" ya sama sama aja kali van, lo selamat gue selamat..."
" huhhh... sialan lo" evan melempar bantal kursi ke muka leon dan langsung di tangkap.
" tapi gue bayangin si rey nikah seru juga ya" tukas leon...
" gue malah gak bisa bayangin... si rey yang gak pernah deket deket cowok... dan vania yang takut ngejalin hubungan sama cowok... " tukas kenzo...
" eh... tapi rey gimana? emangnya dia mau apa di jodoh jodohin gitu... secara umur umur kita kan masih termasuk terlalu muda untuk menikah" tukas tian melanjutkan perdebatan... ( mereka seumuran)
" gue belom nyari tahu... tragis amat sih hidup gue... harus nyomblangin padahal jomblo, klo gagal konsekuensinya berat banget" leon mengeluh...
" tapi kayaknya.... klo yang minta keluarga besar... gak mungkin bakal nolak... dan entah karena apa rey dari beberapa bulan yang lalu memang udah didesak untuk segera menikah oleh keluarga besar..." tukas kenzo memberi informasi....
" bagus klo gitu... berarti tinggal vania ni..." tukas leon bersemangat kembali
" siapa yang bilang setuju..." tukas evan membuyarkan semangat leon...
" ayolah bro... ini hidup mati sahabat lo..." tukas leon
" ini juga tentang masa depan vania..." tukas evan tidak mau kalah
" halah... udah udah itu difikir nanti aja klo udah ketemu vania..." tukas tian
" iya, sekarang sebaiknya kita pergi dulu van, tadi lo nelfon gue buat nyari tempat kan..." tukas remon
" oh iya, hampir lupa... yaudah ayo berangkat... kita duluan..." tukas evan lalu pergi dengan remon
" lo yakin jodohin mereka?" tanya kenzo serius...
" ya serius lah... gue lagi berhadapan dengan dewa kematian lo... masak gak serius..." tukas leon
" yaaaahhhh... yang lo jodohin juga anaknya dewa kematian.... ngambang ngambang deh lo..." canda kenzo...
" ya... kalian bantu donk... gimana caranya biar mereka mau menikah..." pinta leon
" ok...ok... kita bantu... tapi ada syaratnya lo... "
" ok deh... apapun syaratnya..." leon yang sudah tidak mau ambil pusing lagi...
__ADS_1
lalu mereka menyusun sebuah rencana...