Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta

Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta
istirahat


__ADS_3

Di rumah sakit, di sebuah ruang VVIP...


rey sedikitpun tak beranjak dari samping istrinya, ia menggenggam erat tangan istrinya yang terlelap karena di suntik kan obat...


"maaf, aku belum bisa menjagamu dengan baik... " tukas rey sambil mengelus pipi istrinya yang bengkak akibat tamparan dari radit berulang kali...


"rey... apa yang terjadi? " tanya evan yang baru datang bersama yang lain...


"dia sedang istirahat kita keluar... " tukas rey mengajak evan dan yang lain keluar...


Di luar...


"bagaimana ini bisa terjadi? " tanya evan kawatir...


"tenanglah... yang terpenting dia sudah baik baik saja... " tukas tian menenangkan...


"entahlah... gue juga kurang tahu awalnya... kata kedua teman vania anak laki laki itu menyukai vania, sepertinya dia tahu soal pernikahan kami dan akhirnya menculiknya karena tidak Terima"


jelas rey


"sialan... berani sekali dia melakukan ini ... " tukas evan marah...


" lalu bagaimana dengan anak itu? " tanya kenzo


" entahlah, tadi gue pukuli... kalau vania tak menghentikan dia pasti sudah mati... " tukas rey


" sebaiknya kau bereskan sisanya... " tukas tian pada remon...


" ok... siap... " jawab remon...


" dan kalian berdua... sebaiknya cepat kembali ke rumah sakit dan beristirahatlah... gue yang akan temenin rey berjaga di sini... " tukas tian pada evan dan leon...


" gak, gue juga harus jaga dia" tukas evan


" tubuh lo belum sepenuhnya pulih, sebaiknya lo pulihin dulu biar vania gak kawatir" tukas kenzo...


" iya, benar kata ken... kita sebaiknya pergi, lo gak mau kan vania bertanya dari mana asal luka luka di tubuh lo" tukas leon...


" baiklah... jaga dia dengan baik rey... " tukas evan menepuk pundak rey


" ya, tentu... " jawab rey...


" kita pergi dulu... " tukas leon, lalu pergi dengan evan...


" gue juga pergi dulu... " tukas remon...


" gue bakal bantu remon beresin... " tukas kenzo yang akhirnya juga pergi bersama remon...


akhirnya kini tinggal tian dan rey, mereka duduk berbincang...


" mungkin sebaiknya, lo rahasiakan saja pernikahan lo... karena dari semua kejadian ini tetap vania lah yang akan selalu di bayang bayangi keadaan berbahaya seperti ini... " nasehat tian...

__ADS_1


"huh... " rey menghela nafas panjang meresapi nasehat dari sahabatnya...


" lo juga tahu... penggemar penggemar lo dan vania juga gak sedikit kan... kita gak bisa memungkiri kemungkinan radit radit lain juga akan muncul... dan ini masih dari pihak penggemar vania aja gimana dengan penggemar lo... jika dari pihak mereka juga tahu mereka juga pasti akan melakukan sesuatu pada vania... " imbuh tian..


" lagian semua alasan dari pernikahan kalian juga sudah selesai kan... di pihak lo cuma butuh lo nikah sebelum umur lo mencapai 23 tahun dan itu sudah tercapai... sedang dari pihak vania karena masalah keluarganya dan kini masalah itu juga sudah selesai... "imbuh tian lagi


" mungkin perkataan lo benar... tapi sebuah pernikahan gak bisa selamanya di sembunyikan... " tukas rey


"ya, lo benar... tapi lo juga gak harus menyembunyikan nya selamanya... " tukas tian...


"apa maksud lo??? "


" lo yang paling tahu... sampai kapan waktu menyembunyikan nya dan kapan waktu mempublikasikan nya... gue kasih saran ini, cuma agar vania gak selalu di bayangi keadaan berbahaya... " tukas tian


" ya... gue akan runding kan dulu sama vania... kalau memang itu yang terbaik pasti akan dilakukan... " tukas rey...


"ya sudah... sebaiknya kita masuk" ajak rey masuk ke dalam ruangan...


di dalam ruangan terlihat vania masih tertidur pulas...


"sebaiknya lo juga istirahat... " tukas tian yang di angguk i rey


rey pun beristirahat di samping istrinya karena ranjangnya cukup besar... sedang tian istirahat di sofa yang ada di kamar itu...


keesokan paginya... menjelang subuh...


vania mulai membuka matanya pelan pelan, masih terasa nyeri di wajahnya dan tubuhnya juga masih agak lemas... saat terbangun vania menggerakkan tubuhnya tapi terasa berat, terlihat rey melingkarkan tangannya ke tubuh vania...


" kamu mau ke mana? " tanya rey terbangun


" a... aku cuma mau ke kamar mandi" jawab vania kaget suaminya terbangun...


" maaf... kakak jadi terbangun" tukas vania yang di balas senyuman oleh rey...


setelah itu rey bangun dan turun dari ranjang, ia mengambil infus dan membopong vania...


" kak... aku bisa sendiri... " tukas vania kaget dengan yang di lakukan suaminya...


" diam lah... biar ku antar ke kamar mandi... " tukas rey yang akhirnya membopong vania ke kamar mandi walau awalnya vania menolak...


setelah vania selesai membersihkan diri dan juga bersuci rey pun membopong nya lagi ke ranjang dengan hati hati...


"kamu tunggu dulu kita berjamaah... " tukas rey sambil menyerahkan mukena kepada istrinya lalu pergi ke kamar mandi...


dan akhirnya mereka solat subuh berjamaah dengan vania duduk di ranjang sedang rey di bawah...


tian pun sebenarnya sudah terbangun sedari tadi karena mendengar vania dan rey berdebat saat akan ke kamar mandi... tapi ia urungkan untuk bangun karena melihat kemesraan suami istri itu...


"tahu begini... aku istirahat di markas saja... semoga mereka tidak akan melakukan sesuatu di sini pagi buta begini" ucap tian dalam hati dengan mata yang masih terpejam tapi tidak tidur...


setelah selesai solat, vania bertanya pada suaminya...

__ADS_1


" kak, siapa yang tidur di sofa itu? " tanya vania karena tian tidur memunggungi mereka...


" tian... " jawab rey singkat...


" sudah... sekarang kita istirahat lagi... " tukas rey sambil menutup kelambu yang mengitari ranjang vania


" setelah solat gak baik kalau tidur lagi... "


" siapa yang bilang kita tidur lagi, aku kan bilang kita istirahat... " tukas rey


" kak rey mau ngapain??? "vania kaget


" kak... jangan... kumohon jangan... " tukas vania


" sudah... diam lah... " tukas rey


" kak... " suara vania yang mulai terdengar lirih...


" oh... astaga bisa gila gue..., kalau gue disini terus... " tukas tian kesal


" apa mereka sudah gila ngelakuin hal itu disini... " gumam tian lagi


" kak... sudah... " tukas vania lagi... yang membuat tian gak tahan dan akhirnya membuka kelambu


" kalian.... " bentak tian tapi saat melihat yang terjadi di sana


" ka... kalian sedang apa? "tanya tian


" ngapain lo bangun bangun bentak bentak... " tukas rey tak suka...


" kak rey maksa buat rapih in barang barang aku kak... " tukas vania


" haha... jadi kalian dari tadi berebut ngerapiin barang... "tanya tian


" ya iya... emang ngapain lagi... " tukas rey...


" ya sudah gue solat di luar dulu, nanti gue cariin sarapan buat kalian... " tukas tian berlalu pergi


" gila... mikir apa sich gue... untung gak ada ken, kalau ada dia pasti gue udah di bilang si pikiran mesum" tukas tian menepuk dahi nya sambil berlalu pergi


" kak rey, biar aku rapiin sendiri... " tukas vania


" diam lah... " tukas rey yang akhirnya membuat vania mengalah


"kak... kak evan gak kesini ya... " tanya vania sedih


"dia disini dari semalam... aku suruh dia pulang, biar istirahat... kemarin dia baru pulang dan langsung datang ke acara... " jelas rey


" oh.. gitu" tukas vania lega


" nanti dia kesini lagi... " tukas rey membuat vania tersenyum...

__ADS_1


__ADS_2