
"gak apa apa kan? sudah lebih baik?" rey bertanya dengan nada yang masih panik, vania pun mengangguk...
" huh... sebenarnya apa yang kau fikirkan sampai bisa tersedak seperti ini..." tanya rey membuat kedua pipi vania memerah karena teringat apa yang di fikir kannya tadi...
" bu...bukan apa apa" jawab vania gugup membuat rey curiga...
" ya sudah, jangan melamun lagi... " tukas rey sambil menyuapi vania lagi sampai habis makanannya...
setelah pulang dari restoran vania dan rey bersiap untuk berangkat ke acara sekolah...
vania memakai kebaya modern dengan hijabnya dan memakai makeup yang natural... vania sangat jarang berdandan itupun ia sudah tampak cantik membuatnya di gilai banyak pria dan hari ini ia berdandan membuatnya terlihat sangat anggun dan cantik...
sedang rey memakai tuxedo berwarna biru tua senada dengan kebaya vania, satu hal yang pasti... rey memakai apapun ia tetap terlihat sangat tampan dan gagah hingga membuat para perempuan yang melihatnya bisa berteriak histeris...
jika mereka keluar bersama, mereka pasti sangat serasi...
rey terpana melihat vania merias diri karena sangat jarang ia merias diri...
" kak, aku berangkat duluan ya..." izin vania sambil mengambil tas
" gak barengan aja..." tukas rey
"aku kan panitia jadi harus berangkat duluan " tukas vania menghadap rey dengan tersenyum membuatnya berkali kali lipat menjadi sangat cantik di mata rey...
"baiklah, tapi pulang nanti harus bersamaku..." sebenarnya awalnya ingin menolak tapi melihat senyuman itu akhirnya ia mengizinkan...
"baik..."tukas vania sambil tersenyum senang karena di izinkan...
" sini..." pinta rey agar vania mendekat...
" kenapa?" tanya vania berjalan mendekat suaminya...
setelah dekat rey mengecup bibir vania, vania agak terkejut tapi tak memberontak...
"ap..apa yang kakak lakukan..." tukas vania sambil membungkam mulutnya dengan kedua tangannya
"kau berdandan sangat cantik, aku jadi tak ingin melepaskanmu keluar... "
" tapi aku kan cuma pakai bedak dan lipstik... kalau kakak gak suka a..aku akan menghapusnya" tukas vania meraih tisu basah di meja yang di dekatnya.
" sudahlah... " tukas rey menghentikan...
" ini acaramu jadi aku ikhlaskan... tapi lain kali jangan, cuma aku yang boleh melihatmu secantik ini..." tukas rey membuat pipi vania merona...
" i...iya... " jawab vania...
" ya sudah, berangkatlah dengan pak daris.... aku akan temui evan dulu..." tukas rey,
" iya..." jawab vania lalu mencium tangan suaminya... saat akan beranjak pergi...
" tunggu, yang ini belum" tukas rey sambil menunjuk pipinya...
" a...apa?" vania pura pura tak tahu
__ADS_1
" hei jangan pura pura, kemarin ka..." tukas rey belum selesai karena vania segera mencium pipinya... vania segera menciumnya karena ia tak mau lebih malu lagi dengan mendengar yang dikatakan suaminya... toh... ia tetap harus melakukannya, karena ia tahu suaminya akan tetap membuatnya melakukannya apapun yang terjadi... itu fikir vania...
" anak pintar..." tukas rey tersenyum , vania pun segera pergi sebelum rey meminta hal lain lagi... tapi sebelum sampai ia keluar
" tunggu..." pinta rey membuat vania terhenti di pintu lalu menoleh ke suaminya itu
" kenapa??" tanya vania
" kau tak lupa memakai kalung yang ku berikan bukan..."
" aku memakai nya..." jawab vania
" ya sudah berangkatlah... hati hati di jalan"
" iya, kakak juga... assalamu'alaikum..."
" wa'alaikum salam..."
akhirnya vania pun berangkat dengan supir pribadinya, sedang rey pergi ke rumah sakit terlebih dahulu karena semua telah berkumpul di sana...
sesampainya vania di sekolah... ia terkaget melihat banyak sekali keamanan(bodyguard/semacamnya) dan beberapa wartawan...
setelah akhirnya bisa masuk, ia segera menemui teman temannya yang sudah berkumpul... saat menghampiri teman temannya semua mata tertuju padanya, mereka tertegun melihat kecantikannya...
"waaah... ni bidadari sekolah kita udah dateng..." tukas risa memegang pundak vania...
" gak usah lebay kayak salsa" tukas vania...
" kenapa bawa bawa aku..." tukas salsa yang ditanggapi dengan tertawa oleh yang lain...
" udah udah... " tukas vania menghentikan teman temannya...
" eh... diluar gitu banget keamanannya..." tukas vania...
" jangan kaget, kamu tahu sendiri siapa aja tamu undangan nya... dan kabarnya mereka akan datang semua..." tukas irfan
" tapi tadi saat dateng aku sampai berfikir apa aku salah tempat..." tukas niken...
"iya aku juga..." tukas cilla...
" ini pertama kalinya, acara di sekolah kita sampai kayak gini..." tukas dio..
" denger denger sih ini katanya karena pergantian dewan komite sekolah tahun lalu..." tukas bian...
" ia bener tu..." edo setuju dengan kata kata bian...
" udahlah... terlepas dari semua itu yang terpenting sekarang gimana kita bisa melancarkan acara ini... karena ini adalah acara kita" tukas vania yang disetujui oleh teman temannya...
" apa semua udah di cek? ada yng kurang gak?" tanya vania
" mereka sudah memeriksa semuanya, jadi kita tak perlu kawatir, sekarang yang perlu kita fikirkan tinggal rangkaian acaranya..." tukas yongki...
" oh... baiklah"
__ADS_1
" nanti sambutan panitia kamu aja ya van..." tukas yongki...
" kamu kan ketuanya, kenapa harus aku?"
" ini kan tahun terakhir buatmu... ayolah..." bujuk yongki
" sebenarnya dia grogi katena tamu undangannya..." tukas sadewa
" ya udah iya..." tukas vania menyetujui...
"ya udah kita berdo'a dulu, semoga semua lancar sampai akhir... berdo'a mulai" tukas yongki memimpin do'a...
"selesai..."
saat mereka akan bersorak dengan menumpuk tangan mereka setelah vania meneruh tangannya di tumpukan dengan segera dinda menaruh tangannya diatasnya dan itu membuat radit memberikan tatapan tak suka padanya... tatapan itu terlihat sedikit mengerikan bagi dinda... tapi tak ada yang curiga dengan semua hal itu...
"SMA NEGRI TARUNA JAYA... paling unggul" sorak mereka bersama
" ok... sebaiknya kita tetap mengecek lagi... dari pada nanti ada kesalahan..." tukas vania...
" iya... " mereka setuju lalu pergi untuk mengecek bagian mereka masing masing,
dinda dengan segera menarik vania ke tempat lain yang di ikuti salsa...
" kenapa sih din...?" tanya vania bongung melihat sahabatnya itu...
" van, kamu harus hati hati deh, sama radit..." tukas dinda kawatir...
" emang dia kenapa?" tanya vania
" uuhh... sedari tadi tu aku merhatiin dia..."
" ciiie... merhatiin radit..." goda salsa...
" ih... sa... aku serius ni" tukas dinda tak suka... membuat sahabat sahabatnya benar benar memperhatikannya...
" aku kan udah bilang, dari kemarin dia tu sikapnya aneh... makanya aku gak sengaja merhatiin dia terus..." tukas dinda
" anehnya gimana sih? aku gak terlalu merhatiin..." tanya salsa
" tadi sebelum kamu dateng dia tengak tengok gelisah kayak nyari seseorang, terus saat kamu dateng dia tu gak lepas mandangin kamu terus" tukas dinda
" beneran..." tukas vania
" iya bener... dan saat mandangin kamu tu sesekali ia tersenyum mesum dan... ih ngeri deh..." tukas dinda
" bahkan tadi aja pas kita mau bersorak dia cepat cepat mau naruh tangannya diatas tangan kamu, untung aja aku bisa duluin..." tukas dinda
" eh iya, sebenernya tadi aku juga mikir kamu ngapain... " tukas salsa membenarkan...
" dan saat kamu serobot tadi emang tatapan dia menakutkan..." imbuh salsa yang tadi melihatnya sekilas...
" ya udah aku akan hati hati sama dia... kalian juga,.." tukas vania... salsa dan dinda pun mengangguk...
__ADS_1
para tamu undangan pun mulai berdatangan... mata mereka begitu dimanjakan dengan dekorasi yang di buat vania dan teman temannya...