
seperti hari hari sebelumnya, vania terbiasa terbangun jam 1-2 an untuk solat tahajud... vania dengan pelan pelan memindahkan tangan rey yang memeluknya... lalu turun dari ranjang dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri...kemudian melaksanakan solat...
di dalam do'anya, vania berdo'a untuk ayahnya jika sudah meninggal semoga diterima amal ibadahnya dan di lindungi dari siksa kubur, jika masih hidup ia memohonkan perlindungan untuk ayahnya dan semoga bisa dipertemukan dengannya dan kakaknya...
sedang untuk ibunya ia memohonkan perlindungan untuk ibunya dan dijauhkan dari marabahaya seperti darwin...
ia tak lupa juga memohonkan untuk mama papa mertuanya, kesehatan dan keselamatan...
untuk kakak tercintanya agar selalu dalam perlindungannya, dijauhkan dari segala mara bahaya dan selalu di beri kesehatan dan dimudahkan segala urusannya..
dan untuk suaminya tak lupa ia juga mendoakan keselamatan untuknya, ia tahu profesi suaminya ini selalu menjadi incaran orang untuk menyakiti dan melukainya... dia juga memohon untuk kelancaran segala urusan suaminya itu dan di lapangkan rezekinya..
tak lupa ia juga memohon untuk hubungannya dengan suaminya agar selalu di beri keharmonisan... dan di jadikan sebuah keluarga yang sakinah, mawaddah dan warrohmah...
setelah melakukan solat ia membaca alqur'an sampai menjelang subuh...
rey samar samar mendengar suara lantunan alqur'an, dan akhirnya terbangun sepenuhnya...
ia tersenyum melihat istrinya membaca alqur'an... ia pun segera bangkit untuk membersihkan diri...
setelah rey selesai membersihkan diri ia pun mendekati istrinya... vania pun berhenti membaca...
" lho, kak rey udah bangun... maaf keganggu ya..."
"gak..."
" lain kali klo mau melakukan perbuatan baik ajak ajak lah... kita teman kan" tukas rey, vania tersenyum...
" baiklah... lain kali aku bangunin... kayaknya udah subuh... ayo solat..."
mereka pun melaksanakan solat dengan berjamaah... selesai solat...
" klo udah selesai masak, kita lari pagi..."
" iya, kak... " tukas vania lalu pergi ke dapur dan segera memasak...
setelah memasak vania pun segera berganti baju, dan lari pagi... lari pagi kali ini dirasa agak berbeda dari sebelumnya... karena mereka lebih banyak bercanda...
setelah selesai mereka sarapan dan bersiap untuk melakukan aktivitas masing masing...
rey mengantar vania dulu ke sekolah sebelum berangkat ke kantornya yang searah..
" hati hati dijalan kak..." tukas vania setelah mencium tangan suaminya...
rey membalasnya dengan senyum... lalu berlalu pergi...
salsa yang melihat di belakang vania tak percaya dengan apa yang ia lihat...
" cubit aku cepet... " tukas salsa mengagetkan vania...
" apa sih..." vania bingung dengan kelakuan sahabatnya itu
" udah cepetan cubit..." tukasnya lagi, akhirnya vania pun mencubitnya...
" au... sakit... keras banget sich nyubitnya..."
" biar sadar..." tukas vania lalu pergi ke kelas...
__ADS_1
" tungguin..." tukas salsa mengejar vania
" eh berarti tadi bukan mimpi donk..." tukas salsa yang sudah berada di samping vania lagi...
" apanya???" vania menggelengkan kepala tak mengerti...
" yang tadi..." tukas salsa
" kepala kamu kepentok pintu apa meja..." tukas vania segera duduk karena sudah sampai kelas... salsa juga segera ikut duduk...
" iiih... aku beneran nanya lo..." tukas salsa kesal
" yang kamu tanyain tu apa? gak jelas banget..." tukas vania
" itu tadi beneran kak rey suami kamu..." tukas salsa heboh yang langsung di bungkam vania... beruntung yang dateng masih sedikit dan tempat mereka duduk agak jauhan jadi tak begitu mendengar apa yang di katakan salsa tadi...
" kamu udah gila ya... kurang keras klo ngomong... " vania kesal dengan ulah sahabatnya itu
" eh... iya iya maaf... maafin ya..." salsa memelas... vania pun mengangguk tapi masih agak sebal
" habis aku kaget bang pakek nget..... bangeeeeet pokoknya... " tukas salsa gak jelas
" udah deh ke intinya aja... " tukas vania
yang pusing dengan gaya bicara sahabatnya itu
" itu tadi yang anterin kamu beneran kak rey?" tanya salsa, vania pun mengangguk...
" bukan manusia jadi jadian kan?"
" ngawur aja... "
" cuma senyum sa... gak usah segitunyalah... "
" please deh van, kamu gak tahu ya... kak rey itu di majalah, tv atau internet gambar dia tu gak ada yang senyum kayak gitu... kalaupun senyum senyumnya yang serem gitu" tukas salsa sambil mempraktekkan...
" memang ada bedanya ya...?"
" ya bedalah... klo senyum yang tadi kesannya tu ganteng banget... bikin hati meleleh..." tukas salsa mendramatisir...
vania hanya menggelengkan kepalanya...
" kamu beneran udah nahlukin singa hutan... " tukas salsa lagi...
" pagi.... " sapa dinda dan risa yang datang bersamaan...
" kenapa tu salsa??" tanya risa yang melihat salsa senyum senyum sendiri...
" lagi kesurupan... " tukas vania santai...
" eh... kesurupan... gimana donk..." dinda begitu heboh tak faham akan maksud perkataan vania...
vania menepuk jidadnya...
" oh astaga... mereka kenapa sich hari ini... bisa gila aku..." tukas vania dalam hati...
" oh ya ris, nanti udah mulai kan persiapan tempatnya?" tanya vania tak mau memperdulikan kedua sahabatnya tadi...
__ADS_1
" iya... donk, mulai pelaksanaan lombanya jadi hari kamis... jadi lomba basketnya kamis sama jum'at... nanti yang lomba seni kriya hari sabtu..."
" gimana keuangannya?"
"alhamdulillah udah beres... memang kemarin sempat membengkak pengeluarannya... tapi udah diatasi..."
"baguslah, ohya sa... gimana sama stand nya?"
" hari ini udah mulai pasang kok, nanti kita periksa... hari ini kayaknya pelajarnnya cuma sebentar kan... "
" kayaknya iya, anak anak yang bakal ngisi acara juga lagi pada latihan buat acaranya..."
" baguslah... semoga semuanya lancar..." tukas vania
" amiiiin...."
akhirnya pelajaran pun di mulai... tapi seperti perkiraan mereka tadi, pelajarannya hanya di awal saja... mereka semua di sibukkan dengan persiapan... karena hanya tinggal beberapa hari lagi waktu pelaksanaannya...
vania, wira wiri... mengecek satu persatu persiapan, berbagi tugas dengan yongki...
saat mengecek tempat untuk pertandingan basket, vania di hampiri radit yang kebetulan juga ada di sana...
" hai van... ni minum dulu..." tukas radit memberi sebotol minuman pada vania...
" ehmmmm... makasih... " karena tidak enak, vania pun menerimanya...
" ohya, gimana persiapannya?" tanya vania mengusir kecanggungan...
" udah beres semua kok... anak anak basket kayaknya persiapannya juga udah matang..."
" baguslah... ohya, untuk peraturan pertandingannya udah kan?"
" iya, udah..."
" usahakan pelaksanaannya hanya 2 hari,"
" ok..." tukas radit tersenyum...
" ya udah aku ke stand dulu ya..."
" oh,oke... aku anterin kesana ya..."
" gak usah... sekarang kan semua lagi repot, sebaiknya kamu bantu yang lain... persiapan untuk lomba seni kriyanya juga belum beres..." vania memberi alasan untuk menghindar...
" oh.. ehmmm... iya..." tukas radit yang hanya bisa melihat vania pergi...
" sulit banget sich jangkau kamu... " tukas radit...
vania menghampiri salsa yang sedang sibuk...
" gimana?" tanya vania
" beres kok, diusahain hari ini dan besok udah selesai... " tukas salsa
" ada kendala gak... ?"
" gak kok... persiapan yang akan di jual nanti juga udah beres kok... semua aman terkendali dalam pengawasan salsa... " tukas salsa membanggakan diri...
__ADS_1
setelah sibuk sana sini sampai hari menjelang sore, mereka pun pulang... karena sampai sore, rey pun yang menjemputnya sendiri....karena bebarengan dia pulang...