Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta

Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta
mengunjungi orang tua rey


__ADS_3

sesampainya dikamar vania, rey melihat sekeliling kamar... memang sedikit lebih kecil dari kamar rey tapi terlihat rapi dan khas kamar perempuan...


" jadi ini kamarmu dulu??? " tanya rey sambil duduk di kasur


" iya kak, memang kecil... tapi lumayan nyaman kok... " tukas vania


" ya... memang sangat nyaman... " tukas rey merebahkan tubuhnya...


" kak rey gak ganti baju dulu? tadi sudah ku bawakan... " tukas vania mengambilkan baju ganti yang di bawanya tadi


" iya baiklah aku ganti... " tukas rey mulai melepaskan kancing bajunya


" kak rey... ke... kenapa di lepas di sini??? " tukas vania malu sambil memalingkan wajahnya tak mau melihat


" apa tidak boleh ganti di sini, " tukas rey ingin menggoda istrinya


" kak rey berhentilah menggoda ku cepat ganti di dalam... " tukas vania menyerahkan baju ganti suaminya itu tanpa melihatnya...


karena vania tak melihatnya rey segera menarik tubuh vania saat vania memberikan baju itu hingga vania jatuh kepelukan suaminya itu...


" kak rey... " tukas vania kaget dan memberontak ingin lepas


" diamlah... jangan bergerak terus, kalau kamu bergerak lagi aku benar benar tak bisa menahannya... " bisik rey mencoba menahan hasratnya lagi, vania langsung diam seketika karena merasa ada yang aneh dan mengganjal dibawah... wajah vania langsung memerah ketika ia sadar apa itu...


" hah... entah kenapa aku benar benar ingin memakanmu... " tukas rey dalam hati


" tidurlah aku janji tak akan melakukannya tanpa izinmu... " tukas rey pada vania, vania pun mengangguk setuju


awalnya vania hanya berpura pura tidur karena gugup dengan hal itu tapi karena ia begitu nyaman berada di pelukan rey akhirnya ia benaran benar tertidur...


" dia benar benar tertidur... " tukas rey lalu melepas pelukannya dan pergi ke kamar mandi untuk mandi menenangkan diri....


keesokan paginya...


" kalian hati hati di jalan... " tukas ferlita


" iya bu... "


" kamu gak perlu mikirin perusahaan, aku akan sering datang untuk membantu... " tukas evan


" baiklah Terima kasih... "


" jaga vania dengan baik... " tukas evan


" tentu... " jawab rey


" kami berangkat dulu... " tukas vania lagi


" kami pamit... assalamu'alaikum... " tukas rey pada keluarga istrinya itu


" wa'alaikumsalam... " jawab ayah, ibu, dan kakak vania...


setelah itu mereka pun segera berangkat ke bandara...


" bagaimana dengan barang barang kita?? " tanya vania di perjalanan

__ADS_1


" pak ba sudah mengantarnya ke bandara... " tukas rey


" benarkah... baiklah... " tukas vania masih canggung dengan apa yang terjadi semalam, ia merutuki dirinya sendiri bisa bisanya ia benar benar tertidur di saat seperti itu...


"bodoh... bodoh.... "tukas vania sambil memukul kepalanya pelan


" kamu kenapa?? apa ada yang sakit??? " tanya rey menepikan mobilnya khawatir dan segera memeriksa vania


" aku tak apa apa... " tukas vania saat rey memeriksanya


"jangan berbohong bilang bagian mana yang sakit??? apa kita ke rumah sakit saja" tukas rey


" kak rey tenanglah, aku benar benar gak apa apa... tadi aku hanya mengingat sesuatu jadi aku memukul kepalaku, tapi pelan kok gak sakit" tukas vania


"jangan melakukan hal seperti itu lagi, kau benar benar menakutiku... " tukas rey


"iya aku akan mengingatnya, sekarang cepat kita berangkat lagi... nanti kita bisa bisa ketinggalan pesawat... " tukas vania


" baiklah... " tukas rey lalu segera melajukan kendaraannya lagi


" apakah segitu takutnya kamu melihatku terluka??? " tukas vania dalam hati sambil memandang rey


"ya, terus lihatlah wajah suamimu ini.... jangan sampai lihat yang lain... " tukas rey yang masih fokus dengan kemudi nya


"ti... tidak... " tukas vania tersentak kaget karena ketahuan sedang memandangi rey, dengan segera ia memalingkan muka melihat jalanan dari balik kaca


rey tersenyum melihat istrinya yang gugup ketahuan sedang memandangi nya...


setelah sampai di bandara, pak ba dan jay sekretaris rey sudah menunggu di sana... mereka yang mempersiapkan semua...


" baik bos... " tukas jay


" baik tuan... " tukas pak ba


setelah itu mereka berangkat... butuh waktu kurang lebih 17 jam untuk sampai di sana, cukup melelahkan... vania lebih banyak tertidur di dalam pesawat...


sesampainya mereka di sana, vania dan rey sudah di jemput oleh orang suruhan mama papa rey...


" selamat datang tuan, nona... " mereka memberi salam sambil membungkuk...


" Terima kasih... " tukas vania membalas salam


mereka pun segera menuju kediaman keluarga yama yang ada di negara ini...


sesampainya di kediaman keluarga yama yang ada di perancis...



" tuan muda, nona muda selamat datang" tukas pelayan


mereka pun segera masuk ke dalam...


" ohhh... anakku sayang... " tukas mama rey segera memeluk vania, ia benar benar merindukannya


"mama.... " tukas vania membalas pelukan mamanya itu, vania juga sangat merindukannya... mama rey adalah orang pertama yang membuat nya merasakan kasih sayang seorang ibu...

__ADS_1


"kayaknya kamu lebih kurusan, apa rey tidak menjaga mu dengan baik... "tukas mama rey


" kak rey menjagaku dengan baik kok ma... " tukas vania dengan tersenyum


" menjaga mu dengan baik gimana, sampai bisa kecolongan kayak gitu... untung aja kamu gak luka parah... " tukas mama rey mengomeli...


" sudah... sudah... ini sudah cukup malam mereka juga pasti lelah, biarkan mereka istirahat dulu " tukas papa rey


" ya sudah kamu istirahat dulu ya sayang, selamat malam... " tukas mama rey pada vania


" iya ma, selamat malam.... " tukas vania, saat vania dan rey akan pergi ke kamar


" rey... mama tunggu penjelasan dari kamu besok... " tukas mama rey


" huuuh... iya... " tukas rey malas lalu pergi ke kamar


" silahkan nona, tuan... " tukas pelayan yang mengantar...


"iya, Terima kasih... " tukas vania...


saat masuk ke dalam...



"waaah... kamar yang indah... " tukas vania


" kamu suka??? " tanya rey


" ya tentu saja, kalau hanya untuk beberapa hari aku suka... tapi kalau untuk jadi kamar pribadi, ini terlalu silau... " tukas vania di balas senyuman oleh rey


" ada ada saja kamu ini... " tukas rey


" interiornya sangat bagus tapi sedikit agak mencolok.. " tukas vania


" ya... kamu benar... tapi aku yakin kamu akan suka rumah yang akan kita tempati nanti di London... " tukas rey


"benarkah??? " tukas vania


" kak rey udah nyiapin semuanya ya... " tukas vania lagi


" tentu saja, kamu harus mendapat yang terbaik dari yang terbaik... " tukas rey memeluk vania yang duduk di dekatnya


" kak, rey ini udah malam... apa kak rey gak lelah dan gak ingin istirahat???" tukas vania gugup di peluk erat oleh rey


"punggungmu sakit ya terlalu lama duduk ... " tukas rey, vania pun mengangguk


"ya sudah... sini... " tukas rey melepas pelukannya, dan menyuruh vania berbaring di sampingnya...


vania pun menuruti permintaan suaminya itu...


" apa gak apa apa kak, kita tidur sekamar? bukannya mama papa bilang sebelumnya kita gak boleh tidur sekamar... " tukas vania yang di peluk kembali oleh rey


" kalau gak boleh kenapa kita di suruh istirahat di sini... " tukas rey


" sudahlah jangan memikirkan banyak hal, kamu tidurlah... " tukas rey vania pun mengangguk dan segera memejamkan matanya, tak butuh waktu lama untuknya tidur karena memang ia cukup lelah...

__ADS_1


__ADS_2