Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta

Dewi Cinta Takut Jatuh Cinta
mencairnya hubungan


__ADS_3

setelah lelah bersenang senang salsa dan dinda memutuskan untuk pulang karena hari juga sudah mulai larut... sedang remon dan leon juga ada hal yang harus di lakukan segera jadi akhirnya mereka berdua juga pulang duluan... kini tinggal rey, evan, tian dan kenzo yang masih berada di sana...


kini vania berada di dapur untuk membuat makan malam... sedang evan, tian, rey dan kenzo berbincang di samping kolam di belakang rumah...


" lo yakin gak mau bilang soal ibu dan ayah sama vania?"tanya rey


"gak, jangan dulu... keadaannya masih belum memungkinkan" jawab evan


"ok, baiklah... trus kapan lo bakal berangkat ?" tanya rey lagi


"rencananya besok, leon sama remon sekarang sedang persiapan..." evan menjawab


"gue yakin, mereka pasti memperketat semua penjagaan... kalian cukup ambil informasi dan segera kembali, jangan terpancing oleh mereka ataupun bertindak gegabah di sana karena mereka lebih berbahaya jika berada disana" tukas tian


"kalian tenang aja..." tukas evan


"oh ya bagaimana dengan danur?" tanya evan ( danur adalah musuh utama dari keluarga sbastian)


" haha... sepertinya kita akan mendapat serangan besar besaran... mereka benar benar marah besar, karena kita sudah memberikan serangan mematikan... perusahaan mereka benar benar mendapat kerugian yang sangat besar sampai bisa membuat perusahaan utama mereka mengalami pailit..." tukas tian...


"wah.. serangan telak, kalau begitu kalian juga harus bersiap... mereka bukan orang yang bisa diremehkan" tukas evan...


"lo tenang aja, masalah disini kita kita yang bakal hadapin... lo fokus aja dapetin informasi penting itu..." tukas kenzo


mereka berenam berambisi menjadi yang nomor satu, mereka bekerja bersama mengalahkan musuh musuh besar/ musuh musuh utama dari keluarga besar mereka...


satu persatu saingan bisnis dan saingan di dunia gelap telah mereka atasi... hanya tinggal beberapa lagi untuk mencapai semua itu...


disaat mereka sedang berbincang pak ba datang memberi tahu klo makan malam telah siap... vania juga sudah selesai membersihkan diri... mereka pun akhirnya makan malam bersama...


seusai makan malam evan mengajak vania bicara...


"dek, kakak akan pergi beberapa hari jadi kamu jaga diri baik baik ya... dan jangan membantah apapun keputusan suami kamu, jadilah istri yang baik..." evan memberi nasehat


"memang kakak mau kemana?"


"kakak akan ke kanada" tukas evan


"klo kakak pergi gimana sama ibu? klo darwin ngelakuin hal yang berbahaya buat ibu gimana?" vania khawatir


"kamu gak usah kawatir soal itu, kakak udah atasin... tunggu kakak pulang, jangan lupa do'ain kakak... kakak akan kasih kabar terbaik buat kamu..."


" iya kak, kakak harus jaga diri baik baik... jangan lakuin hal yang membahayakan diri kakak..." tukas vania


" iya, tenang aja... kakakmu ini kakak yang paling kuat gak ada hal yang bisa buat kakak bahaya..."


"ah kakak jangan takabur gitu" tukas vania...


" oh iya, maaf maaf..." mereka pun tertawa berdua...


" oh ya kak, berapa hari kakak disana?"


" belum tahu, semoga bisa cepat pulang..."

__ADS_1


" amiiin..."


" ya udah kakak pulang dulu soalnya kakak penerbangan pagi... kamu baik baik disini"


" iya kak hati hati...."


evan, tian dan kenzo pun akhirnya berpamit pulang... sekarang tinggallah mereka berdua lagi...


" ayo solat..." ajak rey...


" iya..."


mereka pun akhirnya solat berjama'ah... setelah solat, rey memegang tangan vania agar ia tidak pergi...


"ayo kita bicara..." tukas rey


"hem...ah...i..iya" tukas vania lalu duduk di depan suaminya itu...


"ayo kita perbaiki hubungan ini..." tukas rey


" ha..." vania tak mengerti


" apa kamu benar benar nerima aku jadi suami kamu?" tanya rey... vania terdiam mendengar pertanyaan dari rey... rey memandang vania berharap sebuah jawaban... akhirnya vania pun menjawabnya...


" kita sudah menikah, kamu sudah menjadi imamku... apakah bisa diubah..." tukas vania...


" baiklah, dikehidupan kamu ini berapa kali kamu ingin menikah?"tukas rey mencoba memahami apa yang di inginkan istrinya...


" pernikahan seperti apa yang kamu inginkan satu kali seumur hidupmu itu?" tanya rey kembali, vania terdiam...


" aku... aku tidak tahu..." jawab vania menunduk...


teringat kenangan pahit orang tuanya... perpisahan ibunya dan penyiksaan yang dilakukan ibunya padanya walau tak sengaja karena trauma yang di derita oleh ibunya... hal hal ini yang mempengaruhi mental vania akan sebuah hubungan, ia benar benar takut untuk mencoba... tapi beruntunglah vania memiliki kakak seperti evan yang mengajarkan vania banyak hal dan mengarahkannya untuk memperdalam agama agar tak memperparah kerusakan mentalnya...


" oke baiklah... klo kamu tidak tahu, kita akan mencari bersama pernikahan seperti apa yang kita ingin kan..." tukas rey membuat vania memandangnya...


" baiklah... bagaimana, klo kita awali hubungan ini dengan berpacaran" tukas rey


" ha" vania mengerutkan dahinya...


" oh... tidak tidak... kita mulai dari sahabat..." tukas rey lagi... membuat vania tersenyum


" sahabat itu di mulai dari teman... " tukas vania yang mulai mengerti arah pembicaraan ini...


" baiklah teman..." tukas rey


" tapi sebelum berteman bukankah harus berkenalan dulu" tukas vania sambil menahan tawa...


" oh... ayolah, kita sudah saling kenal... " tukas rey


" ok... ok... baiklah... kita kenalan...." tukas rey


" ohya... apakah kita harus membuat sebuah moment untuk perkenalan kita" tukas rey... vania menutup mulutnya karena ingin tertawa...

__ADS_1


" reyhans yamakusa... " tukas rey menga ungkan tangannya...


" hah... " vania tak percaya suaminya benar benar akan melakukannya...


" siapa namamu..." tukas rey lagi...


"dewi vania anasta..." vania pun menjabat tangan suaminya mengikuti permainan itu


" baiklah, vania... apakah kita bisa menjadi teman..." tukas rey


" ya... tentu... " tukas vania...


" huh... akhirnya tahap pertama dan kedua sudah sekarang akan menuju tahap ketiga" tukas rey...


" tahap pertama, kedua, ketiga?" vania tak mengerti


" ya... tahap pertama perkenalan... tahap kedua pertemanan... sekarang kita akan membuat tahap yang ke tiga persahabatan.... "


" waaah... imajinasi kakak benar benar hebat... " tukas vania


" tentu, aku memang selalu hebat dalam semua hal..." tukas rey


" sifat sombong kakak gak ilang ilang ya..."


" hey aku gak sombong, itu memang kenyataannya..."


" itu mamanya sombong kak..."


" benarkah... berarti sombong itu sifat yang bagus..." tukas rey


" hah... sejak kapan sifat sombong jadi sifat bagus..."


" tentu saja sejak hari ini, semua sifat yang ada pada diriku itu adalah sifat yang baik..." tukas rey...


" baiklah... baiklah..." tukas vania mengalah dan mereka tertawa bersama...


sejenak vania terdiam menyadari sesuatu... " aku kok bisa ngobrol dengannya dengan biasa aja kayak gini"


rey yang menyadari itu pun berkata...


" awal yang baik bukan?" tukas rey yang di balas senyuman oleh vania...


" baiklah, sudah malam ayo tidur..." tukas rey... mereka pun berganti baju...


" tunggu... " tukas vania, saat mereka sudah akan bersiap tidur...


" ada apa?" tanya rey bingung


" teman gak boleh tidur bersama kayak gini..." tukas vania polos... rey pun menariknya kepelukannya


" kita itu pasangan suami istri rasa teman, bukan teman rasa suami istri... sudah ayo tidur..." tukas rey,


akhirnya mereka pun tertidur dengan rey memeluk vania...

__ADS_1


__ADS_2