
setelah acara semalam... pagi ini vania pun bersiap untuk pindah ke rumah baru hadiah pernikahannya dengan rey... vania mengepak barang barang nya yang ada disini... sedang hadiah hadiah pernikahan yang di dapatnya, sudah dikirim ke rumah barunya oleh mama rey...
"tok...tok...tok..." vania segera membuka pintu kamarnya
"kak rey..." melihat rey yang di depan pintu
"belum selesai?" tanya rey sambil mengintip di belakangnya vania
"tinggal dikit lagi"
"yang cepet... dah laper ni..." tukas rey langsung nyelonong masuk dan rebahan di kasur vania
"kak..." vania bermaksud mencegah rey masuk, tapi dia sudah keburu masuk
"klo laper kita makan dulu aja" tukas vania agar rey keluar dari kamarnya
"udah sana... cepetan kamu beresin..."
vania pun mengikuti perkataan rey, merapikan semuanya... setelah selesai, rey terlihat tertidur...
"gimana bangunin nya...?" vania ragu
"kak... kak rey..." panggil vania
"kak... kak rey..." vania mencoba lagi tapi tak berhasil... akhirnya vania memilih menunggu,..
sudah hampir setengah jam vania menunggu,...
" sudah waktunya sarapan, pasti yang lain sudah berkumpul" melihat jam
akhirnya vania memutuskan untuk membangunkan lagi
"kak... kak rey bangun" panggil vania... karena tak ada respon vania pun memanggilnya lebih dekat lagi sambil membungkuk kan badannya
"kak rey..." tukas vania lagi sambil menggoyangkan tangan rey
karena rey kaget, rey pun menyentakkan tangannya yang membuat vania jatuh di dadanya...
"aaa..." vania kaget terjatuh
mereka saling memandang beberapa detik, setelah vania tersadar kalau rey juga memandanginya yang jatuh di dadanya tanpa berkedip, vania pun memalingkan wajahnya yang memerah...
"kamu gak mau bangun..." tukas rey yang melihat vania tetap di atasnya
"tangan kakak" ternyata tangan rey melingkar di pinggang vania membuatnya tak bisa segera bangun...
"oh iya..." tukas rey menarik tangannya lalu memegang pundak vania membantunya bangun... hal itu membuat wajah vania semakin memerah...
"kamu kenapa? sakit?" tanya rey yang melihat wajah vania memerah...
"gak kak... " vania segera memalingkan wajahnya, membelakangi rey dan memegang dadanya, jantungnya terasa berdetak lebih cepat
"ayo makan" tukas vania lagi dan segera keluar kamar...
mama rey yang melihat kejadian itu tersenyum senang... tadinya mamanya rey mau memanggil mereka karena belum turun juga, tapi setelah diatas ia di suguhi pertunjukan vania yang berada di atas rey dan rey memeluknya (versi mama rey yang melihat) karena itu mamanya hanya mengintip dari pintu yang tidak tertutup itu dan ketika melihat mereka akan keluar, mamanya pun segera pergi....
__ADS_1
"sepertinya keputusanku tadi malam salah..." tukas mama rey bimbang
setelah sampai di ruang makan, hanya beberapa yang terlihat... yang muda muda pun tak ada kecuali rey dan vania, sepertinya karena pesta tadi malam yang hampir sampai pagi, membuat mereka masih tertidur pulas...
seperti kemarin vania mengambilkan makanan untuk rey, tapi kali ini dengan sangat gugup karena kejadian tadi... rey pun tersenyum memandangi vania yang salah tingkah... tak sadar klo perilaku mereka menjadi tontonan para orang tua yang ada di sana...
setelah selesai makan...
"kamu ikut aku ke apartemen?" pinta rey
"ngapain kak?" tanya vania gugup
"emang kamu maunya di apain..." goda rey membuat muka vania memerah lagi... sepertinya ini akan jadi hobby baru rey...
"kak rey, tolong jangan bicara yang aneh aneh..." tukas vania tanpa mau melihat rey...
"anehnya dimana?" goda rey lagi
"kak..." tukas vania yang mulai kesal
"iya... iya... bantuin beres beres barang barang ku..."
" ya udah ayo, tapi tunggu ada yang mau aku ambil..." tukas vania segera ke kamar mengambil mukenanya...
akhirnya mereka pun berpamit ke orang tua rey untuk mengemasi barang barang milik rey... setelah mereka pergi...
"tu... kan pa... papa bisa lihat sendiri... rey kan gak pernah kayak gitu, mama aja gak di bolehin masuk ke apartemennya.... dan sikapnya tadi, mama bisa pastiin rey itu pasti beneran suka sama vania" tukas mama rey... rey memang tak pernah mengizinkan orang lain masuk ke apartemennya, dia tidak suka orang lain memegang barang barangnya...
"kalaupun suka, mereka kan sudah sah ma..." tukas papa rey tak ambil pusing...
"iya sih pa, tapikan mama udah janji sama kakaknya vania untuk bicara sama rey agar mereka tidak melakukan hal itu dulu... terus mama gimana bantuin anak mama coba..." tukas mama rey kesal
"iya papa bener... makasih ya pa" tukas mama rey senang mendapat sebuah ide
sedang di tempat lain... apartemen rey,
"suasana apartemen ini bener bener kak rey banget…" tukas vania dalam hati melihat interior apartemen ini, terlihat elegant, sejuk di pandang, rapi, dan bersih...
"hey... ayo cepat kesini" panggil rey, melihat vania menatap seluruh ruangan
"iya, kak" tukas vania segera mendekat...
rey mengajak vania ke salah satu ruangan pribadinya, yaitu kamarnya....
"ayo..." rey mengajak vania masuk
"iya kak..." tukas vania ikut masuk tak tahu klo akan masuk kamar rey
"ii...ini???" vania kaget rey mengajaknya ke kamarnya
"ini...ini...apa? kamu mikir macem macem ya" goda rey membuat vania memerah lagi
"gak..."bantah vania
" klo gak ngapain kamu di pintu kayak gitu, sini" tukas rey yang duduk di kasurnya masih sambil menggoda vania
__ADS_1
"kak rey, benar benar nyebelin... " tukas vania dalam hati
"ayo kemari" tukas rey lagi
"iya...iya..." tukas vania mendekat
"kamu minta di cium ya... kenapa tu mulut mannyun mannyun" tukas rey yang membuat vania dengan refleks menutup mulutnya dan mundur beberapa langkah...
rey tertawa melihat tingkah vania... dan vania pun kesal melihat rey menertawa kannnya...
"ih... kak rey tu jadi beres beres gak sih!" tukas vania kesal
"hey... aku ngajak kamu tu buat apa?" tukas rey yang telah berhenti tertawa...
"ya buat bantuin"
" ya udah... kamu beresin, tu lemarinya..." tunjuk rey, vania pun segera menuju lemari yang di tunjuk rey
"kopernya mana kak?" tanya vania
"di dalam sebelah kiri..." tukas rey lalu keluar kamar menjawab telfon...
setelah selesai menjawab telfon, rey segera kembali ke kamar...
"aku pergi dulu ya, ada urusan penting sebentar, kamu jangan keluar... " tukas rey pada vania
"iya..."
saat rey akan pergi, vania memanggilnya...
" tunggu kak" tukas vania, rey pun berhenti dan menengoknya...
"ada apa?" tanya rey, vania tak menjawab pertanyaan rey... ia hanya memegang tangan rey dan menciumnya
"hati hati di jalan..." tukas vania yang langsung pergi membereskan baju rey lagi...
melihat hal itu, rey tersenyum... hatinya berdesir berbunga...
" iya..." tukas rey sebelum pergi...
setelah rey pergi...
"huh... akhirnya kak rey pergi juga... kenapa sih jantungku cepet banget berdetaknya klo deket dia" tukas vania kesal...
setelah vania selesai membereskan semuanya, dia baru menyadari bagaimana kamar rey... warna abu abu mendominasi kamar ini, barang barang yang terletak begitu rapi... vania pun melihat lihat, di meja samping tempat tidur ada beberapa album foto...
untuk melepas kebosanan akhirnya dia melihat lihat album foto itu, terlihat foto rey, kakaknya dan beberapa temannya di berbagai tempat... dan ada salah satu foto yang membuatnya begitu terkejut...
"ini kan foto ku pas masih smp..." tukas vania
"kenapa kak rey nyimpen fotoku ???" vania ber tanya tanya...
setelah melihat lihat, lalu dia merapikannya lagi seperti semula...
dia pun keluar kamar dan menonton tv... melhat jam sudah pukul 13.05 vania pun bergegas untuk solat, beruntung tadi sebelum pergi dia membawa mukena nya....
__ADS_1
setelah solat dia merasa lapar, akhirnya dia memutuskan untuk memasak... beruntung di dapur masih terdapat beberapa bahan makanan...
setelah selesai memasak, dia pun menunggu rey pulang yang akhirnya membuatnya ketiduran....