
hari hari pun berlalu, vania semakin terbiasa dengan keberadaan rey... hubungan mereka juga semakin hari semakin membaik...
walaupun di hari hari itu mereka benar benar disibukkan dengan aktivitas masing masing... vania disibukkan dengan acara yang diadakan di sekolahnya, rey juga disibukkan dengan serangan serangan dari musuhnya... tak hanya bekerja untuk memajukan perusahaan tapi ia juga harus mengatasi serangan serangan walaupun ia tak bekerja sendiri masih ada kenzo dan tian akan tetapi cukup menguras tenaga dan fikirannya...
keberadaan vania didekatnya cukup membantu memulihkan semangat dan mengusir rasa lelahnya... lantunan lantunan alqur'an yang selalu ia dengar di setiap pagi benar benar membuat nya rileks... dan membuatnya bisa berfikir jernih...
seperti pagi ini, setelah solat ia melarang vania keluar dari kamar ia menarik vania ke pelukannya... kini vania juga sudah mulai terbiasa dengan kebiasaan suaminya itu...memaksa...
" di sini aja" tukasnya sambil memeluknya dari belakang
" tapikan aku harus masak..." tukas vania
" biar mereka yang masak..."
" kenapa? ada masalah ya?" tanya vania yang merasa aneh dengan tingkah suaminya hari ini...
" gak ada..." jawab rey... mereka pun akhirnya terdiam dengan keadaan rey masih memeluk vania...
" pacaran yuk..." ajak rey
"ha..." kaget dengan ajakan rey
" sekarang kita pacaran ya..."
" baru juga beberapa hari kita kenalan, masa udah pacaran..." elak vania
" dengar baik baik... satu hari yang kita jalani itu sama dengan satu tahun usia hubungan kita... " tukas rey
" ha... kok gitu"
" emang gitu... berarti udah berapa tahun kita berteman? sudah 5 tahun lo... jadi udah pantes kan nembak kamu"
" huh... satu hari sama dengan satu tahun??? itu namanya pemaksaan ..." tukas vania
" ya... aku sedang memaksa kamu..." tukas rey
" suka banget maksa, egois namanya..."
" tak apalah egois, asal jadi pacar sekarang" tukas rey
"masa ada orang nembak maksa gitu!!!"
"gak akan maksa klo langsung diterima..." tukas rey mempererat pelukannya...
" kakak kenapa sebenarnya??? pasti ada masalah ya???" tukas vania...
"gak apa apa... cuma sedikit lelah dengan rutinitas..." tukas rey yang masih memeluk vania...
vania tersenyum dan menggenggam tangan rey yang memeluknya... menyalurkan ketenangan... rey tersenyum dengan yang dilakukan vania terhadapnya... setelah cukup lama...
" kita harus seperti ini sampai berapa lama lagi??" tanya vania...
"selamanya juga boleh..." jawab rey yang masih enggan melepaskan pelukannya...
__ADS_1
"kakak gak kerja???"
"jangan panggil kakak kakak terus, aku bukan kakakmu..."
"hah...bukannya tiap hari memang manggilnya gitu...."
"sekarang tidak lagi....kitakan sudah ke tahap pacaran... jadi panggil dengan panggilan lain..." tukas rey
"memangnya tadi aku udah jawab iya???"
"udah..." tukas rey memaksa... vania hanya bisa menghela nafas...
"ya udah... mau di panggil gimana??" tanya vania pasrah, karena tak mungkin menang berdebat dengannya...
"sayang..."
"lidahku kesleo kalau harus manggil kayak gitu..." elak vania...
"klo kesleo nanti aku benerin..."
"emang bisa..."
"bisa... " tukas rey lalu membalik vania menghadapnya...
"kayak gini... " tukas rey lalu mencium vania... vania yang kaget langsung menahan nafasnya, tapi ia tak memberontak... setelah rey melepas kan ciumannya...
" gimana??? masih kesleo gak lidahnya" tukas rey yang membuat wajah vania memerah... vania tak mampu memandang rey... ia menggelengkan kepalanya...
"klo gitu, ayo panggil sayang..." tukas rey, vania menggigit bibir bawahnya tak mampu melakukannya...
"sayang..." tukas vania lirih tapi mampu di dengar oleh rey...
"bagus... biasakan mulai sekarang... " tukas rey
"ayo kita sarapan..." ajak rey...
"aku kan belum masak... kak"
"sayang..." tukas rey penuh penekanan...
"iya itu..." tukas vania sambil manyun...
"kamu minta di cium lagi..." tukas rey, dengan segera vania menutup mulutnya dengan tangannya dan menggelengkan kepalanya.... rey tersenyum melihat reaksi vania...
" mereka sudah masak... " tukas rey
akhirnya mereka turun ke bawah bersama dan sarapan pagi sebelum bersiap untuk beraktivitas seperti biasanya, dan berkali kali saat mereka berbincang rey mengingatkan vania agar memanggilnya sayang... dan hal itu membuat vania sangat berhati hati saat berbicara agar tak perlu memanggilnya seperti itu...
setelah sarapan, mereka bersiap untuk berangkat dengan aktivitas masing masing... dan seperti biasanya rey mengantarkan vania terlebih dahulu sebelum pergi ke kantornya... di perjalanan...
"gimana persiapan acaranya... ???" tanya rey memecah keheningan
"alhamdulillah berjalan lancar... hari ini final pertandingan basket dan semua persiapan untuk acara utama juga tinggal 20% nan yang belum..."tukas vania
__ADS_1
"oh ya, apa sudah ada kabar dari kak evan??" tanya vania yang sejak kemarin merasa resah karena tak bisa menghubungi kakaknya...
"belum, tapi kamu tenang aja dia pasti baik baik saja... kenzo sudah memastikan itu" tukas rey membuat vania sedikit tenang...
"klo boleh tahu, sebenernya apa yang sedang kak evan kerjakan disana?"
"dia yang akan memberi tahumu sendiri, tunggulah ia pulang... bersabarlah..." tukas rey tak mau vania lebih khawatir lagi...
"aku tahu kalian semua sedang menyembunyikan sesuatu dariku kan..." tukas vania dalam hati tapi tak berani mengutarakan....
"sudahlah... jangan memikirkan hal itu, kamu fokus saja dengan acaramu... kamu tidak perlu mengkawatirkan hal hal yang tidak perlu..." tukas rey
"dengar... kami tahu batas kemampuan kami, kami semua selalu berhati hati dalam semua hal... jangan khawatir lagi, mengerti..." imbuh rey menenangkan vania
"iya...." tukas vania sambil mengangguk...
sesampainya di sekolah...
rey tak mengizinkan vania keluar dari mobil...
"kak, aku harus masuk..." tukas vania...
" klo mau keluar dari mobil ini, kamu harus bilang sayang aku berangkat dulu sambil cium sini" tukas rey sambil menunjuk pipinya
" a...a..apa..." tukas vania tak percaya dengan permintaan suaminya itu
" oh...ayolah... aku menunggu..." tukas rey... rey mengunci pintu mobilnya
" kak... kakak bisa kesiangan masuk kantor..." tukas vania
" ya itu pasti klo kamu tetep gak ngucapin..."
" apa harus seperti itu?" tanya vania, rey mengangguk...
" tak bisakah diganti dengan yang lain?" mencoba bernegosiasi... rey menggelengkan kepalanya...
" huh..." vania menghela nafas panjang
" emmmm,... sayang aku berangkat dulu" tukas vania sambil mencium pipi suaminya sekilas, dengan pipi yang begitu merona menahan malu.... rey pun tersenyum senang, semangatnya hari ini seperti di isi penuh lagi...
"harus setiap hari ya..." tukas rey membuka kunci pintu mobil... sebelum keluar mobil vania meraih tangan suaminya dan mencium tangan nya tanpa melihat wajah suaminya itu, dsn berlari pergi...
rey benar benar bahagia dengan keadaan ini, menghapus sedikit masalah yang sedang dihadapinya....
setelah vania pergi, ia belum beranjak pergi karena menerima sebuah telephone...
"*ada apa?" tanya rey
"evan dan leon sudah di temukan, tapi keadaannya agak buruk..."
"cepat kirim mereka pulang..."
" baik..." suara terakhir dari seberang sana*
__ADS_1
rey menutup telephone dan segera berbalik arah menuju markas besar...