Diam Dengan Luka Pergi Dengan Luka

Diam Dengan Luka Pergi Dengan Luka
kesibukan yang padat


__ADS_3

akhir-akhir ini ini jadwal Citra makin padat hari-hari harus dilewatkan kan dengan teman-teman anggota UKS nya tidak lagi ada keceriaan bersama Ana, Anisa, Salsa, Diandra dan Tamara.


jujur aku aku bersalah karena meninggalkan teman- teman walaupun Ana masih ada di sampingnya tapi semuanya terasa kurang selama seminggu penuh aku harus meninggalkan pelajaran di sekolah menerjang matahari dan setelah sore hari aku aku pulang ke rumah dan malam harinya melanjutkan pelajaran yang tertinggal jujur Aku merasa sangat lelah tapi di sisi lain aku juga senang karena semakin bertambahnya ilmu yang aku peroleh di luar sekolah. teman-temanku juga sering protes katanya aku tidak lagi sama seperti dulu, aku tidak lagi mementingkan mereka, aku lebih mementingkan extra dibanding mereka.


" cheat Kamu sekarang berubah Kamu jarang kumpul sama kita begitupun anak kalian sibuk dengan dunia kalian masing-masing Kalau boleh jujur Kami merasa kesepian tidak ada kalian dan kalian juga pasti tidak tahu kalau sekarang Bang yang yang Salsa punya cowok baru"


" bukan seperti itu Tamara, tapi memang seperti inilah keadaannya, Jujur aku sama ada juga merasa kesepian tapi ini adalah tugas kami apalagi aku, aku berperan penting di dalamnya aku tidak bisa meninggalkan mereka begitu saja Aku harap kalian mengerti"

__ADS_1


" Iya memang seperti inilah keadaannya sekarang kami juga rindu sama kalian rindu Bercanda sama kalian Oh iya satu lagi lagi soal pacar baru Salsa kami tahu kok, Kami tetap mencari informasi tentang kalian, walau Sesibuk apapun kamu kamu Tetaplah sahabat kalian kami janji setelah hari Senin tiba semuanya akan kembali normal tugas lapangan kami akan berakhir dan kita bisa kumpul sama-sama lagi" sambung ana


" mungkin tidak lagi sepertbicara" Diandra tiba-tiba gua angkat bicara


"ko kamu ngomong gitu sih" kesal ku


seketika hening tidak ada yang bicara samapai akhir nya aku angkat bicara

__ADS_1


" memang benar kata kamu Nis, setelah ini kita akan menatap masa depan yang lebih cerah lagi, setelah ini kita akan sangat Jarang Bertemu Komah dan setelah ini kita tidak ada yang tahu apa yang terjadi di masa depan. tapi aku akan terus mengingat kalian Aku akan terus menjadi sahabat kalian kok mah aku akan ada untuk kalian kapanpun kalian mau dan aku berharap kalian jiga begitu"


setelah pembicaraan itu berakhir aku kembali berkutat dengan tugasku sebagai ketua UKS jujur kata-kata Nisa mengganggu pikiranku aku takut mereka akan melupakanku terlebih Hanya mereka yang mengerti aku, di sekolah aku adalah cewek bar bar yang mulutnya tidak pernah diam tapi di rumah Aku adalah gadis polos, pendiam, dan penurut. Jujur aku tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan dan jujur aku tidak ingin lagi menambah sahabat aku hanya ingin mereka karena mereka yang paling mengerti aku.


Jujur aku tidak menginginkan perpisahan ini aku tidak ingin berpisah dengan teman-temanku aku tidak ingin keluar dari zona nyaman ku aku ingin terus bersama mereka Walau aku tahu itu tidak mungkin apalagi lagi kemungkinan besar aku tidak melanjutkan kuliah. Jujur aku sangat sedih dengan kenyataan ini Aku merasa Tuhan tidak adil padaku Mungkin kalian juga pernah merasakan hal yang sama denganku saat dunia tidak berpihak pada kalian saat itulah dunia kalian seakan ingin runtuh saat orang terdekat kalian tidak yakin dengan kemampuan kalian saat itulah kalian ingin lenyap dari bumi ini saat kalian berusaha untuk menjelaskan kan ke inginan kalian tapi orang-orang tidak percaya dengan omonganmu saat kalian ingin berusaha untuk masa depan kalian tapi orang-orang tidak yakin dengan kemampuan kalian itu adalah hal yang paling menyakitkan dan itu pun akan membunuh kalian perlahan dan saat itu semua terjadi kalian tidak akan bisa lagi percaya kepada orang terdekat kalian. Tapi saat ini aku ingin percaya pada orang-orang terdekatku walau seringkali mereka menyakitiku dalam diam, walau seringkali mereka menyinggung perasaanku tapi aku mencoba untuk terus bertahan. Jujur aku sangat takut nantinya teman-temanku melupakanku makanya itu aku takut dengan perpisahan ini aku tahu betul seperti teman-temanku mereka sangat mudah Terlena mereka sangat mudah terhasut itu salah satu penyebab mengapa aku tidak ingin Mereka pergi dariku mungkin Terdengar sangat egois Aku takut dikhianati, takut dilupakan dan takut dengan kenyataan yang mungkin sangat menyakitkan.


assalamualaikum teman-teman Maaf ya baru upload sekarang soalnya lagi sibuk dalam cerita ini mulai masuk cerita sedihnya dimana awal akan terjadi luka dan ini akan sangat menyenangkan dimana kalian harus menguras emosi kalian nantinya di mana kalian nanti akan terus menangis yang lupa vote sebanyak-banyaknya agar karya saya ini terus berjalan dan saya semangat untuk mengupload setiap hari Insyaallah tapi iya ya. Aku udah lama nggak upload ya mungkin hampir 3 hari atau seminggu tapi sebentar lah Upload lagi ya jangan lupa difoto boleh juga dikomen saran kritik semuanya boleh karena saya masih sangat membutuhkan arahan dari para senior-senior di novel Toni dari auditor juga saya sangat mengharapkan saran, kritik, vote dan like kalian dan satu lagi saya ingatkan satu like dari kalian akan sangat berarti buat saya Terima kasih i selamat membaca dan semoga tidak bosan Assalamualaikum.

__ADS_1


__ADS_2