Diam Dengan Luka Pergi Dengan Luka

Diam Dengan Luka Pergi Dengan Luka
tangis dan tawa


__ADS_3

3 tahun telah berlalu dan selama itu pula aku tidak pernah pulang kampung, tiga tahun berturut-turut aku menjalani bulan ramadhan hanya dengan seras begitupun dengan hari raya, jangan tanya soal teman-temanku setelah status ana itu aku tidak tau lagi kabar mereka itulah terakhir kali aku berhubungan dan mereka.


1 tahun aku kuliah aku mendapatkan beasiswa dan setahun kemudian aku melompati beberapa semester dan yang harusnya aku masih semester 4 sekarang sudah semester 7, ya aku melompati dua semester bahagiaku tidak terkira tangis bahagia itu ternyata memang ada dan saat ini aku telah merasakan ya.


semenjak aku mendapatkan beasiswa aku tidak lagi bekerja karena aku ingin fokus dengan belajar ku, semua kebutuhan ku ditanggung oleh kampus bahagiaku tidak sebanding dengan bahagia orang tua ku katanya dia bangga melahirkan ku kata-kata bunda masih terngiang jelas di telinga ku, aku qmengatakan aku melompati 2 semester kata bunda.


" bunda bangga padamu, bunda tidak pernah menyesal melahirkan mu, maaf selama ini bunda meragukan kemampuan mu, maaf selama ini bunda terlalu pesimis atas dirimu bunda sadar, bunda salah tapi satu hal yang harus kamu ingat, bunda tidak pernah sekalipun merupakan namamu di setiap doa-doa bunda, bunda sangat merindukan mu tapi rindu ini akan terus bunda tahan sampai nanti kamu kembali ke pelukan bunda, bawalah kesuksesan itu nak ubah cara pikir orang yang menganggap mu itu tidak bisa apa-apa, ubah cara pikir orang yang mengatakan kamu lupakan akan bunda di sini, bunda akan tetap menunggumu bunda sayang kamu anak bunda, bungsu bunda yang paling bunda sayang"


setiap mengingat kata-kata ini aku selalu saja minangis kata-kata ini sudah seperti hafalan ini tidak akan pernah bisa kulupakan setiap katanya terngiang jelas di pikiranku bahkan andai aku tulis kembali aku masih ingat di mana letak titik koma pas bunda mengatakan kata-kata yang begitu menyayat hati ku, disitulah aku berjanji aku tidak akan pernah mengecewakan bundaku dan ayahku.


dan satu lagi abangku yang kocak itu, abangku yang paling receh, abangku anton dia telah menikah satu tahun setelah aku kuliah dan istrinya sangat cantik yang membuatku menangis dan tertawa adalah abangku anton menangis meminta aku pulang tapi aku tidak bisa karena, di saat di nikah di situlah aku sedang sibuk dengan beasiswa ku, dia mengatakan.


*felesbek


" dek abang mau menikah kapan adek pulang"


"adek tidak bisa bang"


"kenapa? "


"saat ini adek sedangkan sibuk dengan beasiswa adek" abang ku hanya diam mungkin dia kecewa


"abang jangan marah ya"

__ADS_1


" dek kamu tahu satu impian abang yang sangat sederhana tidak bisa dipenuhi" kata bang anton dengan mata yang mulai berkaca-kaca dan aku hanya diam dengan mata yang bercaka-kaca pula.


" abang ingin di saat abang menikah di saat abang melepaskan status lajang abang semua keluarga bang ada di situ photo bersama, tertawa dan sedih bersama memakai baju keluarga yang sama bersuka cita bersama" kata bang anton dengan derai air mata, dia tidak lagi menatap layar HP melainkan dia menatap ke samping tapi aku mesih meligat jelas air mata nya yang berjatuhan.


" tidak bisa kah impian yang sederhana itu menjadi kenyataan dek? " kata bang anton menatap ku di layar HP


" jujur ini sangat berat bang di satu sisi aku sangat ingin pulang aku sangat merindukan kalian hiks hiks hiks tapi di sisi lain aku sangat ingin membanggakan kalian kalau aku melepaskan ini sekarang tidak mungkin lagi aku mendapatkan kesempatan yang sama"


" hidup jauh dari kalian itu sangat berat bang disaat aku mengatakan aku baik-baik saja padahal tidak sama sekali, aku ingin pulang bang hiks hiks hiks"


"egois kah aku bang? hiks hiks hiks"


" maafkan abang yang tidak mengerti posisi mu dek, berjuang lah buat kami yang di sini banggak kepadamu, harum kan nama keluarga kita melalui dirimu, kamu tidak egois dek tidak semua yang kita inginkan tidak harus terjadi dan keinginan abang yang satu ini tidak terjadi tidak apa-apa, abang sangat menyayangimu adek bungsu abang yang sekarang sangat dewasa"


"kamu jahat dek" kata bang anton, sontak aku kaget karna menurut ku aku tidak pernah jahatin abang-abang ku.


"iya, kamu jahat karna membuat abang menangis, kamu tau abang malu di lihatin bunda, ayah, bang angung apa lagi rika habis ini pasti abang di ejekin di bilang cengeng"


"hahahaha emang abang cengeng, uda mau nikah masih aja mewek hahaha"


"gara-gara kamu" kata bang anton dengan bibir yang manyun


"bang"

__ADS_1


"hmmmmm"


"abang jelek"


"hmmmmmmmm"


" nanti kalau abang udah punya keluarga abang jangan berubah ya abang harus sekering jahil adek, abang harus sering mengajak adek keluar nanti kalau adek udah pulang, abang tidak boleh berubah nanti aku marah"


" nanti kalau abang berubah aku akan marah sama kakak ipar karena dia telah merubah abangku yang jelek menjadi cuek, aku tidak mau diajukan bang"


"kaya bang agung ya, cuek"


"hmmmm"


"kamu cepet pulang biar abang tidak berubah"


"laksanakan abang jelek*"


banyak hal yang ku lewatkan dengan keluargaku tapi walau bagaimanapun di saat mereka bahagia aku akan menjadi orang yang paling bahagia dan saat ini aku sedang berusaha untuk membahagiakan mereka.


assalamualaikum teman-teman isi part ini aku yang menulisnya jadi mewek padahal aku tidak pernah merasakannya, oh no aku berderai air mata pas part ini, hiks hiks hiks 😭😭😭😭😭huaaaaaa sedih bangat.


poko nya kalian jangan lupa like, komen, vote beri tip yang banyak supaya autor semangat lajutin nya.

__ADS_1


jujur ya di part ini aku tidak sanggup menahan air mataku huaaaaaaaa😭😭😭😭😭aku di kira gila sama kakak ku pas nulis part ini pasal nya aku nangis sendiri bahkan yang lebih gila lagi aku sample sesenggukan anehkan pada hal aku tidak pernah merasakan nya.


yang membaca ini harus like ya, kalo tidak like keterlaluan assalamualaiku muahhhh😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2