
Pesan calon imam 2
Setelah habis telponan dengan Saras citra tidak langsung tidur melainkan citra masih berselancar di media sosial yang sangat jarang citra buka hingga tiba-tiba ada notif masuk dari nomor baru yang membuat citra deg-degan.
"Assalamualaikum calon istri"
Deg deg deg
Rasanya jantung citra memompa dua kali cepat dari biasanya setelah membaca tapi pesan dari nomor baru tapi citra sudah bisa menebak siapa pemilik nomor itu.
"Ya Allah ini ustadz Ilyas kan?" Tanya citra pada dirinya sendiri dan untuk memastikan nya citra langsung melihat foto profil dari kontak tersebut dan memang benar bahwa itu adalah ustad ilyas dan dalam profil tersebut terlihat foto ustad lihat di tengah berada gurun pasir dengan memakai jubah putih dan sorban yang melambai-lambai yang semakin menambah ketampanan seorang ustadz ilyas.
"Masyaallah" ucap citra sambil melihat foto profil ustad Ilyas yang tengah tersenyum di hamparan Padang pasir
Ting
"Kenapa hanya di baca?" Kembali satu pesna lagi masuk dari nomor nya ustadz Ilyas yang menyadarkan citra.
"Asgfirullah aku harus Jawab apa?" Tanya citra bingung sendiri
Ting
"Kamu sudah tidur ya?"
"Waalaikumussaam, belum ustadz" balas citra yang langsung di baca ustadz Ilyas
Ting
"Terima kasih sudah menerima lamaran saya, kami sekeluarga terutama saya sangat senang mendengar nya"
"Sama-sama ustadz " balas citra
Ting
"Besok kami akan datang lagi ke Jakarta untuk membicarakan pernikahan kita apa kamu keberatan?"
"Tidak ustadz, kami akan menunggu kedatangan kalian"
Ting
"Apa besok kamu kerja?"
"Iya ustadz tapi akan saya usahakan pulang secepat nya"
Ting
"Baiklah dan besok saya tidak ingin mendengar kamu memanggil saya ustadz"
"Saya harus manggil apa?"
Ting
"Terserah kamu panggil sayang juga boleh" balas Ilyas yang membuat citra bersembu merah
"Saya akan panggil mas aja" balas citra
__ADS_1
Ting
"Itu lebih baik dari pada kamu panggil saya ustadz tapi alangkah lebih senang nya saya kalo kamu panggil saya sayang🤣🤣🤣" balas ustadz Ilyas disertai emot tertawa
Ting
"Kenapa tidak balas?" Kata Ilyas lagi
"Aku tidak tau mau balas apa" jawab citra
Ting
"Ya sudah selamat istirahat calon istri semoga mimpiin calon suami mu ini" balas ustadz Ilyas yang semakin pipi citra merah merona
"Ahhh kalo begini bagaima bisa tidur" teriak citra sambil berguling-guling di kasur, saat ini citra sudah seperti ABG yang baru mengenal cinta walau pun tidak sepenuhnya salah karena baru kali ini citra dekat dengan laki-laki kecuali ayah dan abang-abang nya.
"Citra kamu kenapa teriak" tanya Lilis istri nya Anton yang kebetulan lewat di depan kamar citra dan tidak sengaja mendengar teriakkan citra.
"Tidak apa-apa kak" jawab citra dari dalam kamar
"Kamu baik-baik aja kan?"
"Iya kak"
"Ya sudah istirahat gih sudah malam"
"Iya kak" jawab citra
"Ah memalukan sekali" gumang citra di bawa bantal.
"Citra berangkat ya yah" kata citra setelah sapai di anak tangga terakhir
"Tumben bangun nya lama dek?" Tanya anton
"Kamu begadang dek?" Tanya ayah Mansyur
"Hanya tidak bisa tidur yah" jawab citra setelah meminum habis susu nya
"Kamu gak sarapan dulu cit?" Tanya Lilis
"Tida kak citra sudah telat, citra berangkat dulu assalamualaikum" kata citra kemudian pergi setelah mencium tangan dan pipi seluruh anggot keluarga nya.
Hari sudah sore tapi citra masih berada di ruang operasi karena ada pasien yang keadaan nya tiba-tiba drop sedangkan di rumah seluruh orang sudah berkumpul termasuk ustadz Ilyas dan mereka sedang menunggu citra untuk membicarakan tanggal pernikahan mereka.
"Coba telpon adek mu Anton kenapa diasnagat lama?" Kata ayah Mansyur
"Mungkin citra sedang sibuk di rumah sakit " jawab umi Aminah
"Tapi tidak ada salah nya kali di telpon mbak biar sekalian kita makan mam bersama " jawab ayah Mansyur
"Tidak di jawab yah" kata Anton yang baru saja menghubungi hp citra
"Telpon ke rumah sakit nya mas" kata Lilis
"Tunggu sebentar " jawab Anton sambil menghubungi pihak rumah sakit
__ADS_1
"Assalamualaikum" kata Anton setelah sambungan terhubung
"Waalaikumussam dengan hospital international jakarta ada yang bisa kamu bantu?" Jawab penerima telpon di seberang sana
"Maaf suster saya Anton Abang nya dokter Citra Ayuningtyas, apakah dokter Citra nya masih ada di rumah sakit?"
"Tunggu sebentar pak biar saya periksa "
"Baik"
"Dokter Citra nya sedang mekukan operasi pak"
"Oh sedang operasi, apakah masih lama sus?"
"Seperti nya sudah tidak pak"
"Baiklah, terima kasih suster assalamualaikum"
"Citra sedang ada operasi yah" kata Anton pada ayah nya
"Pantas saja lebih baik kita bicarakan tanggal pernikahan nya saja nanti tinggal tanya apa citra setuju atau tidak" kata ayah Mansyur
"Apa tidak apa-apa Mansyur?" Tanya ustadz Yusuf
"Tidak apa-apa pak Yusup "
"Panggil aku mas saja biar lebih nyaman" kata ustadz Yusuf
"Baik mas" jawab ayah Mansyur
Setelah mereka bicara panjang lebar akhirnya mereka menemukan waktu yang pas untuk hari pernikahan citra dan Ilyas yaitu satu bulan lagi dan sekarang mereka hanya menunggu persetujuan citra tentang waktu yang telah mereka pilih.
Setelah mereka melaksanakan solat magrib berjamaah mereka pun menuju ruang makan dan bertepatan dengan itu citra baru sampai ke rumah.
"Assalamualaikum" ucap citra sambil mencium tangan ayah, Abang, Kakan dan umi Aminah "maaf membuat kalian menunggu lama" kata citra tidak enak hati karena telah membuat keluarga calon suami nya menunggu sangat lama.
"Tidak apa-apa nak, sana bersih-bersih dulu supaya kita makan malam bersama" kata umi Aminah lembut sambil mengusap bahu citra.
"Iya sana lah dek masa ketemu calon suami dekil gitu" kata Anton menjahili adik nya dan sontak itu membuat citra mendelik tajam pada Abang nya yang super jahil itu.
"Apa lah sih bang" kesal citra
"Udah dekil, bau, muka kusut astaga tidak mencerminkan kecantikan sama sekali" kata Anton lagi makin gencar menjahili adik nya sedangkan semua orang hanya tersenyum melihat perdebatan Kakak adik itu termasuk Ilyas yang menatap diam-diam pada citra.
"Uda lah mas, citra sana bebersih bair kit amakan bersama" kata Lilis menengahi
"Citra ke atas dulu assalamualaikum"
"Waalaikumussaam"
"Teh citr cantik ya a?" Kata Zahra berbisik di telingan Ilyas
"Hmmm" jawab Ilyas
"Istighfar a, blum mahram jangan di tatap mulu atuh" kata Zahra lagi
__ADS_1
"Asgfirullah "