
tak terasa hari terus berganti hari bulan berganti bulan dan memang benar apa yang di katakan ana kami mulai sibuk dengan ujian-ujian, sibuk belajar tidak ada lagi kata keluyuran dan aku gadis bar-bar ini pun tidak lagi serusuh dulu perlahan namun pasti sikap ku yang pendiam dan lugu di rumah mulai terbawa ke sekolah apa lagi kalau menyangkut kuliah mereka semua sibuk memilih mereka akan kuliah di mana mereka juga menanyakan di mana aku kuliah tapi aku hanya mengalihkan pembicaraan seolah aku tidak ingin bicara soal kuliah. dulu aku pernah ada harapan besar untuk kuliah tapi seiring berjalan nya waktu harapan itu menghilang dengan menghilang nya juga pemberi harapan itu, jujur aku sangat kecewa dia yang memberi harapan itu tapi dia pula yang menghancurkan harapan itu.
dan mulai sejak saat itu aku putuskan untuk tidak mau terlalu mempercayai manusia aku mulai meragukan mereka yang dekat dengan ku tidak terkecuali keluarga dan sahabat ku.
jujur aku iri pada mereka yang akan mencicipi bangku kuliah mereka sangat antusias begitu pun orangtua mereka. tapi tidak dengan ku aku sangat antusias untuk belajar dan ingin kuliah tapi orangtua ku tidak yakin dengan kemampuan ku mereka takut aku gak mempu namun aku terus meyakinkan mereka tapi mereka terus saja punya alasan dan alasan yang terkuat adalah tidak ada biayanya.
"bunda citra mau kuliah"
"jangan berharap terlalu tinggi cit, kamu harus sadar kamu siapa, ayah kamu siapa, apa pekerjaan Ayah kamu apa"
"citra sadar citra siapa"
"kalo kamu tau tentu kamu tau jawaban dari bunda, bukan nya bunda melarang kamu sekolah tinggi-tinggi tapi bunda takut kamu berhenti di tengah jalan"
"setiap ada kemauan pasti ada jalan bun, dan Tuhan juga pasti kasih rejeki kalo untuk menjalankan yang benar"
"dengar kata bunda apa yang bunda bilang pasti nanti akan terjadi"
__ADS_1
"justru itu bunda harus bilang yang baik-baik biar terjadi yang terbaik, banyak orang di luar sana yang lebih menderita dari kita bun tapi mereka tetap optimis tidak pesimis"
"lulus SMA aja kamu uda sukur cit, ngapain minta yang lebih lagi" inilah bunda ku keras kepala selalu mau menang sendiri walaupun apa yang di katakan bunda selalu jadi kenyataan aku tetap berusaha merubah cara pikir bunda walau pun itu sangat sulit. setiap bicara soal kuliah aku selalu menangis di depan bunda tidak terkecuali hari ini.
"bunda selalu saja seperti ini egois, mau nya selalu menang sendiri, tidak pernah dengar kata orang lain, walaupun bunda lebih tua dan lebih banyak pengalaman hidup nya tapi belum tentu bunda selalu benar, bunda juga sesekali harus dengar kata anak bunda hiks... hiks"
"untuk apa kamu kuliah lihat tu abang kamu angung kuliah S1 tapi kerjaan nya cuma kuli bangunan habis-habisin duit cit"
"inilah salah bunda bang angung adalah mahasiswa yang tidak bisa memampaatkan ilmu nya banyak mahasiswa di luar sana yang berhasil jangan dilihat yang gagal bun, sekarang yang kuliah aja kerjaan nya tidak jelas bun apalagi yang tidak kuliah apa jadinya anak bangsa ini bun, bunda tidak iri lihat anak orang yang berhasil,bunda tidak ingin anak bunda berhasil" seteleah mengatakan isi hati dan pikiran ku aku pergi meninggalkan bunda aku tau bunda sakit hati dengan perkataan ku tapi aku juga ingin bunda mengerti keinginan ku.
seharian aku tidak keluar dari kamar bunda terus saja memanggil ku tapi aku tidak keluar aku mengacukan bunda tapi aku tidak bisa mendiamkan bunda, entah apa yang di bicarakan mereka di ruang tengah aku tidak tau tapi tidak lama setelah itu bang angung memanggil ku ke ruang tengah.
"kamu tetap mau kuliah"
"iya" jawab ku singkat
"walau kamu harus membebankan bunda dan ayah" huh... aku sangat benci pertanyaan ini mana ada seorang anak yang mau membebankan orangtua nya
__ADS_1
"jawab dek" kata bang angun lagi, mata ku mulai rabun genangan air di mata ku sudah mulai tak terbendung akhir nya tetesan air mata itu turun juga, aku mulai berani menatap bang angung sejenak aku diam dan mereka pun demikian hanya isak tangis ku uang terdengar.
"tidak ada seorang anak yang mau membebankan ibunya yang ada anak yang mau membahagiakan Ibu dan ayah nya begitu juga dengan ku hiks... hiks... aku ingin merubah keadaan kita tidak seperti ini terus kalian mengerti, justru karna aku kasihan sama ayah dan bunda aku mau membahagiakan mereka di hari tua mereka nantinya hiks... hiks.. " air mataku tak dapat ku bendung lagi bukan hanya air mata yang menetes ingus ku juga menetes seiring dengan menetes nya air mata ku.
"apa lagi setelah abang menikah dan punya anak abang mulai tak peduli lagi pada kami abang cuek abang tidak sehangat dulu lagi, harus nya abang bantu bunda biayai sekolah ku agar nanti kalo aku sukaes aku bisa bantu abang sekolahin anak abang tapi abang tidak berpikir kesitu abang tidak selama nya akan muda dan kuat untuk kerja ada saat nya nanti abang tua dan tidak kuat lagi untuk bekerja dan disitulah nanti abang akan butuh bantuan orang yang lebih muda hiks.. hiks..kepada siapa abang minta tolong tidak mungkin kepada adek orang lain pasti abang akan minda tolong pada adek abang sendiri hiks...hiks..." emosiki mulai meluap suara ku makin meninggi air mata ku tidak sederas sebelum nya lagi begitu pun ingus ku.
"sudah cit cukup" bunda menyuruh ku mengakhiri kata-kata ku tapi aku tidak akan mengakhirinya sebelum aku puas
"kenapa bunda benarkan kata citra, bunda tidak usa berbohong. andai kalian tau aku sangat ingin menjadi anak yang membahagiakan orang tuanya melalui diri ku sendiri melalui otak ku bukan otot ku kalian mengerti kan maksut ku. bang anton juga dulu bilang dek kamu belajar yang rajin supaya kamu bisa kuliah dan kalo kamu berhasil naikin peringkat kamu,kamu beloh milih perguruan tinggi mana yang kamu mau. nyata nya nol besar, aku berhasil nunjukin ke abang bahwa aku bisa naikin rengking ku tapi abang tidak menepatin janji abang" bang anton hanya diam dia tidak angkat bicara karna dia tau dia salah
"harus nya kalian tidak usah berjanji kalo kalian tidak bisa menepati janji kalian, itu hanya akan memberi harapan palsu untuk ku"
"cit kecil kan suaramu, kamu tau kamu sedang berbicara dengan siapa, ini bukan citra yang abang kenal citra yang abang kenal sangatlah sopan" kata bang agung
"kalian yang tidak mengenal ku terlalu jauh, kalian cuma kenal citra yang pendiam, penurut, sopan dan baik. tapi kalian tidak mengenal citra yang kasar, pembangkang dan suka keluyuran"
"apa maksut mu dek" akhir nya kaka ipar ku yang paling di cintai abang ku angung angkat bicara inilah yang aku tunggu-tunggu dari tadi.
__ADS_1
"apa maksut ku? aku juga tidak tau maksud ku apa, yang ku tau hanyalah kalian yang hanya pokus pada anak kesayangan dan cucu kesayangan kalian sehingga kalian lupa dengan adik dan anak yang terabaikan ini, sehingga kalian lupa memberikan perhatian, suport dan dukungan kalian. padahal di saat seperti ini aku butuh itu semua, bunda juga uda tidak mau lagi mendengarkan cerita ku seolah bunda bosan mendengarkan cerita ku hiks... hiks... aku benci keadaan seperti ini" setelah mengatakan itu semua aku pergi ke kamar dan kembali menangis lagi aku sangat kecewa pada mereka semua.
Assalamu'alaikum teman-teman jangan lupa like ya disini kontarapersinga baru mau dimulai akan banyak air mata nanti yang akan keluar begitu juga dengan ingus kalianš¤£š¤£selamat membaca dan semoga suka Assalamu'alaikum warohmatulohi wabarakatuh