Diam Dengan Luka Pergi Dengan Luka

Diam Dengan Luka Pergi Dengan Luka
kecelakaan (part 2)


__ADS_3

sebelum aku pergi dari tempat kejadian ada seorang laki-laki yang menghalangi jalan ku awal nya aku mulai emosi tapi setelah melihat wajah nya aku beru menyadari bawa dia adalah Daniel dan parhan merka adalah teman sekelas ku di waktu SD dan juga teman satu desa ku, awal nya aku suka sama Daniel tapi ku pikir itu hanya cinta monyet saja tapi setelah kami sudah mulai remaka aku masih saja menyukai nya tanpa bisa ku katakan langsung pada nya, Daniel pria yang tampan, pintar dan banyak yang suka padanya maka dari itu aku tidak pernah mau dekat dengan nya, dan saat ini pun saat dia ada di depan ku jantung ku seakan mau keluar dari zona aman nya.


"citra kau hebat sekali" dia memuji ku, dan yang ku pikir aku hanya mimpi spai akhir nya di melambaikan tangan nya di depan muka ku


"halo, citra kau kenapa" tanya Daniel sedangkan parhan hanya diam saja, sebenar nya parhan lah orang yang lebih suka bercanda sedangkan Daniel adalah pria yang tidak banyak bicara dan cool, itu lah yang membuat para gadis terpikat dengan nya termasuk aku yang susah jatuh cinta.


"ha, maap aku tadi lagi kepikiran sesuatu"


"oh" jawab Daniel dengan singkat nya


"cit, tadi kamu hebat sekali menolong orang itu" piji parhan


"oh terimakasih, bukan kah itu kewajiban kita sebagai sesama manusia"


"iya sih tapi kami sangat berani" jawab parhan lagi sambil tersenyum sedangkan Daniel hanya diam dan menganggukan kepalanya pertanda dia setuju dengan ucapan parhan.


"Terima kasih atas pujian nya, saya harus pulang duan karna ini sudah mulai gelap" pamit ku yang memang hari sudah mulai gelap, dan juga aku tidak tahan lama-lama di hadapan dia manusia tampan itu karna aku takut terkena penyakit jantung karna jantung ku yang masih terus berdetak di luar batas normal.


"baik lah karna memang sudah mulai gelap kita harus pulang barang karna jalanan sudah mulai sepih" tawar parhan dan sekali lagi Daniel hanya mengangguk, sebenar nya aku juga takut pulang sendiri karna jalan menuju desa ku lumayan sepih dan melewati banyak perkebunan karet yang luas.

__ADS_1


"baik lah kalo begitu" ucap ku sambil menuju honda yang ku kendarai, sebenar nya aku sudah gemerat karna aku pulang barang orang yanga ku sukai dari SD tapi aku juga takut di marahi ayah dan bunda karna pulang terlalu sore, selama di perjalanan perasaan ku bercampur aduk di satu sisi aku senang bisa pulang sama orang yang sangat aku sukai dan di sisi lain aku takut karna pulang terlalu sore, walau aku masih marah sama orang rumah tapi nanti mereka akan tetap marah jika aku berbuat salah dengan perasaan yang gelisah aku melajukan honda ku dengan sangat kencang dan yang di belakang ku berusaha mengimbangi ku.


"cit jangan terlalu cepat nanti kamu jato" ucap Daniel di samping honda ku


"tapi ini sudah mau magrib, nanti bunda ku marah" ucap ku masih dengan kecepatan maksimal


"gimana kali aku yang bawa honda mu biar kau aku yang bonceng" Daniel menawarkan diri nya, sebenar nya aku sangat senang tapi aku tidak mau menambah masalah


"tidak usah, nanti aku di pikir habis pacaran lagi" jawab ku sambil tersenyum penuh arti, sedangkan danial hanya diam dan parhan melotot kan matanya. tidak lama setelah itu aku riba di rumah saat orang suda silat magrib dan aku sedikit beruntung karna bunda sama ayah ada di merit untuk solat berjamaa.


"citra kenapa kamu baru pulang" tanya bunda yang mulai emosi


"apa kata mu"


"gak ko bun, aku lapar aku makan dulu baru cerita" elak ku karna memang aku sudah sangat lapar dan bunda sama ayah masi setia menunggu ku untuk mendengarkan ceritaku, Sebenarnya aku malas bercerita karena aku masih marah sama ayah dan bunda.


" udah selesai makannya jangan di lama-lamain Lagi cit Bunda sudah tidak sabar lagu mau marahin kamu"


" Kenapa bunda harus marah" tanya ku

__ADS_1


"itu karna kamu bersalah citra" ucap bunda yang mulai emosi, setelah selesai makan aku cerita sama bunda


" jadi gini Bun tadi pas mau pulang sekolah ada yang kecelakaan bunda tidak ada orang yang menolong jadi Citra bantuin dong secara Citra manusia yang punya hati nurani orang-orang tidak mau membantu Citra jadi Citra bantu sendiri dong dan pas itu juga Citra bawa kotak P3K jadi Citra tolongin dulu sampai sore makanya itu citkecelaka, tidak usah marah-marah lagi,aku juga nggak kemana-mana kok"


" benaran Begitu cerita nya awas kalau kamu bohong Citra" ancam bunda sedangkan ayah hanya diam saja


" kalau tidak percaya ya sudah kita juga nggak maksa kok lagian tadi juga ada saksi mata kok kalau Bunda Masih enggak percaya tanya aja langsung sama Danil sama parhan"


" ada hubungan apa mereka sama kejadian tadi"


" Iya karena mereka juga ada di tempat kejadian Bunda dan mereka juga pulang bareng sama Citra karena sudah sore" jawab ku sama bunda dan setelah itu bunda juga tidak marah lagi karena Bunda tahu aku tidak pernah berbohong.


" Ayah bangga sama kamu cit dan Mulai sekarang kamu kalau pulang telat atau terjadi sesuatu di jalan Kamu harus telepon ayah sama Bunda Karena bagaimanapun ayah dan bunda khawatir sama kamu"


" Tapi kan kamu tidak boleh bawa handphone Bagaimana caranya kalau mau hubungin Ayah atau Bunda" jawab ku lagi karena memang kami tidak boleh membawa handphone ke sekolah


" Ya sudah kalau begitu sekarang kamu istirahat besok juga kamu sekolah lagi kan Ingat jangan begadang"pesan Ayah sebelum aku pergi istirahat, Ya seperti itulah Ayah dan Bunda aku yang selalu hawatir di saat anak-anaknya pulang telat,sebenarnya Ayah ku sangat kesal dengan keputusan sekolah karena tidak memperbolehkan muridnya membawa handphone ke sekolah,memang pemikiran orang berbeda-beda tapi di dalam perbedaan itu kita dapat mengambil hikmah yang mana yang baik dan buruk.


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh mohon maaf kepada kakak kakak sebelumnya karena saya upload-nya terlalu lama dan mungkin kisahnya juga sangat membosankan tapi saya menjamin di akhir ceritanya Pasti akan sangat menguras emosi tenaga dan pikiran tinggal menunggu tanggal mainnya saja setelah ini besok Insyaallah saya upload lagi masih dengan Citra yang sekolah seperti anak pada umumnya dan Seperti biasa saya minta dukungan kakak-kakak saya minta tolong di like ya karena 1 like dari kakak-kakak sangat berarti untuk saya melanjutkan karya saya ini dan jangan lupa dikomen saya juga meminta saran kepada kakak-kakak bagaimana bagusnya untuk melanjutkan cerita ini ataupun cerita selanjutnya.terutama untuk kakak-kakak yang lebih senior atau yang lebih awal berkarya di mega toon bersama autor Terima kasih Terima kasih karena sudah mampir di karya saya jangan lupa tinggalkan jejaknya ya Assalamualaikum

__ADS_1


__ADS_2