Diam Dengan Luka Pergi Dengan Luka

Diam Dengan Luka Pergi Dengan Luka
setitik harapan


__ADS_3

saat ini di rumahku aku hanya diam setelah pulang dari acara perpisahan di sekolah aku hanya mengurung diri di kamar banyak hal yang mengganggu pikiranku dan itu membuatku tidak konsentrasi untuk belajar


"citra tadi kenapa kamu tidak mau lepas dari pelukan guru mu" tanya bunda yang tiba-tiba ada di depan pintu kamar ku


"oh gak ada bun"


"kelihatan nya kamu sangat delay dengan guru mu itu"

__ADS_1


"itu hu aknes guru kesanyangan citra"


"tadi bu aknes bilang sama ibu, ibu harus kuliahin kamu karna dia bilang kamu anak yang pintar" aku hanya diam tidak men jawab perkataan bunda toh kalo dijawap tidak akan merybah keadaan.


"ki diam"


"emang citra harus jawab apa bun, kalau pun citra menjawab tidak akan merybah pendant bunda kan"

__ADS_1


"tentu bunda tau jawaban dari pertanyaan bunda tadi aku sangat ingin kuliah bukan semata-mata hanya agar aku sama dengan teman-temanku aku ingin kuliah karena aku ingin belajar mencari pengalaman baru dan harapan terbesar ku adalah aku ingin merubah keadaan kita bun"


" dan bunda harap kamu bisa melakukannya, bunda tidak ingin memberikanmu harapan palsu karena bunda tahu berharap pada sesuatu yang tidak pasti itu akan menyakitimu nantinya maka dari itu selama ini bunda diam bukan karena bunda tidak ingin kamu lanjutkan sekolahmu bunda sangat ingin tapi akan sangat menyakitkan nantinya bagimu saat kamu telah masuk kuliah dan di tengah perjalanan kamu berhenti itu yang selalu bunda waspadai agar tidak membuatmu terlalu berharap pada kenyataan yang belum pasti"


sekali lagi aku salah menilai bunda, bunda ku bukan tidak ingin aku kuliah tapi bundaku tidak ingin aku tersakiti lebih dalam lagi, jujur saat mendengar kata-katanya hatiku teriris betapa bodohnya aku berpikir selama ini bahwa bunda tidak ingin aku melanjutkan sekolah ku tapi mengapa bunda harus membuat semangat yang kubangun selama hancur hanya dengan sekejap dengan kata-kata pesimis nya yang membuatku menjadi orang yang pesimis, yang tidak percaya diri, mengapa? ingin sekali aku bertanya seperti itu tapi lidah ini keluh rasanya aku ingin mengeluarkan banyak pertanyaan tapi pertanyaan itu tak bisa keluar dari mulutku pertanyaan itu hanya ada dalam hati dan pikiran ku, ingin aku bertanya tapi aku takut jawabannya akan menyakitiku kembali, ya seperti inilah aku sekarang aku adalah seseorang citra ayuningtias yang sangat rapuh dan tidak percaya diri.


" maafkan bunda yang selama ini mematahkan semangat mau maafkan juga atas segala perkataan bunda selama ini yang mungkin membuatmu sakit hkam, mulai sekarang kejarlah cita-citamu bunda tidak akan menghalangi nya tapi, satu yang harus kamu tahu bunda hanya bisa membantumu dalam doa bunda tidak bisa memberikan materi untukmu karena kamu sendiri tahu perekonomian kita saat ini, bunda juga ingin kamu berhasil, ingin kamu sukses, bunda juga ingin berkata pada dunia bahwa putri bunda putri bungsu kesayangan bunda telah berhasil putri bunda yang paling kecil telah menjadi dewasa maafkan bunda atas segera kata-kata bunda yang selama ini mematahkan semangat mu, bunda tahu sekarang kamu sedang tidak percaya diri tapi bunda pun tahu bahwa kamu bisa kembali membangun kepercayaan diri kamu"

__ADS_1


aku hanya bisa menangis haru dan ingin rasanya aku berteriak karena semua kesalahanku selama ini, akupun tahu bunda sering sakit hati dengan kata-kataku semakin aku terisak semakin pula rasa bersalah itu menghantuiku aku berjalan ke arah bunda menabrak kan tubuhku ke tubuh bunda, aku memeluknya dengan sangat keras isakan ku makin terdengar sangat memulukan bunda pun ini ikut menangis, aku tahu bunda tidak bisa memberikan materi untukku tapi yang terpenting adalah bunda tidak akan pernah bosan untuk terus berdoa siang dan malam hanya untuk ku.


" mafkan citra bunda, citra yang bodoh tidak mengerti perasaan bunda, tidak tahu rasanya disposisi bunda, citra selama ini hanya memikirkan tentang citra sendiri, aku yangbingin membahagiakan bunda tapi ternyata yang citra berikan pada bunda adalah kesedihan untuk bunda citra memang pantas mendapatkan semua ini karena telah menyakiti hati bunda, citra merasa beruntung memiliki bunda memang citra membutuhkan materi tapi yang citra lebih butuhkan adalah doa bunda dan bunda yang selalu ada untuk citra, terima kasih untuk segalanya bunda dan maaf tolong maafkan citra untuk segala kesalahan citra hiks... hiks...hiks...karena citra tahu citra tidak akan berhasil, sekuat apa pun citra nantinya berusaha tapi kalau ada rasa sakit hati yang citra toreh kan di hati bunda citra tidak akan pernah berhasil karena ridho bunda adalah ridho tuhan dan citra sangat mengharapkan ridho dari bunda agar cinta mendapatkan ridho dari tuhan doakan citra bunda mengangguk dalam pelukanmu aku semakin menangis mengingat semua kesalahanku kepada bunda dan saat ini aku memiliki setitik harapan untuk tetap berjuang karena doa bunda akan selalu mengiringi ku kemanapun nantinya aku melangkah dan aku berharap setitik harapan itu akan menjadi kenyataan, aku sadar aku tidak boleh terlalu berharap karena kalau gagal nantinya akan sangat menyakitkan bagiku tapi aku sudah tidak perduli aku sudah sering merasakan sakit karena kegagalan aku sudah sering ke merasakan sakit hati karena harapan yang tidak pernah tercapai dan setitik harapan ini aku harap semua yang dapat menjadi kenyataan semoga.


__ADS_2