Diam Dengan Luka Pergi Dengan Luka

Diam Dengan Luka Pergi Dengan Luka
di lamar


__ADS_3

Lamaran


Assalamualaikum semuanya, apa kabar kalian? Maaf bangat karena baru bisa upload sekarang karena selama ini aku enggak bisa masuk akun aku yang ini dan baru dua hari kemarin aku bisa kembali masuk ke akun ini dan ini saat nya aku akan melanjutkan kembali cerita ini seperti janjiku pada awal cerita ini bahwa aku akan menammatka cerita ini apapun yang terjadi. Saya harap semua teman-teman tetap setia dengan cerita ini sampai akhir dan terus mendukung saya.


Dan maaf bila masih banyak terjadi kesalahan dalam cerita ini dan typo masih bertebaran di mana-mana, saya arab kalian maklum dan saya akan berusaha memberikan yang terbaik untuk cerita ini terima kasih sekali lagi untuk semua pembaca setia aku aku sayang kalian semua, love you all🥰🥰🥰🥰


Vov author


Cinta langsung berlari keruang operasi melihat keadaan pasien yang keadaan nya sempat memburuk dan bahkan jantung pasien itu sempat berhenti lagi setelah cinta datang tapi untungnya Allah masih memberikan pertolongan pada pasien itu hingga jantung nya kembali berdetak walau masih lambat.


"Gimana keadaan ibu saya dok?" Tanya keluarga pasien setelah cinta keluar dari ruang operasi


"Operasi nya berjalan dengan lancar walau jantung pasien sempat berhenti tadi"


"Tolong selamatkan mama saya dok"


"Kami akan berusaha semaksimal mungkin mbak, harap keluarga bantu doa semoga Allah memberikan kesembuhan pada pasien"


"ya dok terima kasih dok"


"Sama-sama, kalo begitu saya permisi dulu setiap sejam sekali akan ada yang memantau kondisi pasien "


"Iya dok"


Setelah itu cinta langsung menuju ruangan nya tapi tiba-tiba cinta berhenti karena teringat sesuatu


"Astagfirullah aku tidak mengucapkan terima kasih pada ustadz Ilyas" gumang citra merasa bersalah.


Sedangkan di rumah citra keluarga nya sedang berkumpul karena kedatangan tamu penting yang sebelumnya belum pernah berkunjung sama sekali.


"Sebelum kita bicara lebih panjang lebih baik kita makan malam dulu" kata ayah citra mengajak tamu nya dan keluarga nya makan malam bersama. Total tamu nya ada empat orang satu perempuan paruh baya dua laki-laki muda dan satu lagi laki-laki paru baya.


"Anton coba telpon adek mu kapan dia pulang" kata ayah citra


"Uda yah, katanya tadi lagi di jalan"


"Apa tidak sebaiknya kita tunggu citra pulang dulu" kata perempuan paruh baya itu


"Kita makan duluan saja dia pasti sudah makan di rumah sakit tadi " kata ayah citra


"Emang ante dek udah pulang dari rumah nya ante Saras yah?" Tanya tarisya anak nya agung yang pertama


"Udah, tapi langsung kerumah sakit"


"Ohhh"

__ADS_1


Setelah makan malam merekasemu kembali berkumpul di ruang tamu tapi anak-anak sudah tidur duluan.


"Jadi tujuan kami kesini untuk melamar putri bapak citra untuk menjadi menantu di keluarga kami" kata lelaki paru nya itu setelah mereka cukup lama bercengkrama.


"Kami sangat senang atas kedatangan bapak dan keluarga ke rumah kami ini apa lagi dengan niat baik yang telah bapak sampaikan tapi balik lagi semua keputusan ada di tangan anak kami, kami hanya menuruti keinginan nya saja"


"Assalamualaikum" terdengar suara salam dari luar rumah dan itu adalah suara citra yang baru saja pulang.


"Waalaikumussaam" jawab mereka semua, di depan rumah citra sudah heran karena ada banyak mobil di dan salah satu nya terlihat tidak asing di mata Citra.


"Kamu sudah pulang nak?" Kata ayah citra setelah citra mencium tangan ayah nya.


"Iya yah, maaf tadi tidak langsung kerumah pulang nya"


"Ya sudah tidak apa-apa, duduk dulu nak ada yang mau ayah sampaikan" cintara pun duduk di antara ayah nya dan abang nya Anton sambil meletakkan jas dokter menatap heran pada keluarga ustadz Ilyas. Ya, yang bertamu adalah keluarga ustadz Ilyas.


"Ada apa yah?"


"Tanya citra bingung"


"Jadi gini nak, pak kiyai dan keluarga nya datang melamar mu untuk di jadikan menantu di keluarga mereka"


Deg


"Iya nak citra, kami datang ke sini meminang mu untuk anak kami Ilyas, Ilyas katakan sesuatu nak" kata umi Aminah ibunya Ilyas.


" kamu tidak perlu menjawab sekarang nak citra kami akan memberikan waktu berapa lama yang kamu minta untuk menjawa nya" kata umi Aminah


" semua keputusan ada tangan kamu dek jangan merasa terbebani dengan ini apapun nanti jawaban kamu kami akan selalu mendukung kamu" kaya ayah citra sambil mengusap bahu citra.


" Saya boleh bertanya?" Kata citra akhirnya membuka suara


" Tanyakan apapun itu insyaallah kami akan menjawab nya terutama Ilyas" jawab Abi Yusuf ayah nya Ilyas


"Mengapa saya?" Tanya citra sedikit menatap Ilyas


"Karena nama kamu hadir di dalam mimpi saya dan menjadi jawaban solat istikharah saya" jawab Ilyas mantap


"Saya bukan wanita yang taat dalam beragama"


"Saya pun lelaki yang memiliki banyak kekurangan"


"Saya bukan wanita yang sempurna "


"Pun juga dengan saya, sejatinya nikah bukan untuk mencari yang sempurna tapi pernikahan ada untuk saling menyempurnakan dan saling menerima kekurangan" jawab Ilyas

__ADS_1


"Beri saya waktu untuk memantapkan hati saya dan jawaban nya akan saya berikan secepatnya" jawab citra yang membuat semua orang tersenyum mendengar jawaban citra.


"Jangan tergesa dam menjawab nya nak" kata umi nya Ilyas dan di jawab senyuma oleh citra.


Setelah berbincang cukup lama akhirnya keluarga Ilyas pulang ke rumah mereka yang ada di Jakarta karena akan sangat melelahkan untuk kedua orang tua Ilyas untuk pulang ke Bandung.


"Kalo begitu kami pamit pulang dulu" pamit umi Aminah


"Iya buk, hati-hati di jalan"


"Assalamualaikum"


"Waalaikumussaam"


"Ustadz Ilyas " panggil citra yang membuat mereka menghentikan langkah mereka menuju mobil


"Iya?"


"Terima kasih untuk bantuan nya tadi siang" kata citra kemudian menunduk kan pandangan nya.


"Sama-sama" jawab Ilyas setelah itu mereka berlalu pergi.


" Emang tadi siang kenapa dek?" Kata Anton mewakili pertanyaan semua orang


"Tadi pas mau berangkat ke Jakarta mobil citra mogok dan ustadz Ilyas memberi tumpangan sampe rumah sakit dan karena terburu-buru citra belum sempat ucapin terima kasih tadi"


"Ouh"


"Ilyas ganteng ya dek" kata Anton


"Namanya juga laki ya ganteng lah"


"Lucuta luna laki tapi cantik tuh" jawab Anton


"Itu beda lagi dong Abang jelakkkk" kesal citra sedangkan Anton malah tertawa aneh


"Ciye yang barusan di lamar ustadz ganteng dan gaul" goda Anton lagi


"Apaan sih gak jelas bangat"


"Uhh pipi nya merah tuh"


"Apaan sih bang, orang biasa aja kok"


"Ci..."

__ADS_1


"Anton jangan goda adik mu sana masuk kamar istirahat " kata ayah nya citra sebelum kerusuhan antara dua anak nya itu terjadi.


__ADS_2