Diam Dengan Luka Pergi Dengan Luka

Diam Dengan Luka Pergi Dengan Luka
bertemu mantan sahabat


__ADS_3

Bertemu mantan sahabat


"Citra?" Kata seorang perempuan memanggil nama cita dan otomatis citra langsung


membalikkan badan nya menghadap seorang yang memanggil nya dan betapa terkejutnya citra melihat orang yang memanggil nama nya itu


"Kamu citra kan?" Tanya seorang perempuan yang terlihat sangat cantik dengan rambut sebahu nya, lama citra terdiam mengingat-ingat apakah dia mengenali orang yang memanggil nya itu sebelum akhirnya menjawab.


"Iya" jawab citra singkat


"Kamu masih ingat dengan aku cit?" Tanya perempuan itu


"Masih" jawab citra dengan singkat lagi sedangkan Ilyas dan Zahra hanya menyimak dalam diam


"Aku Tamara" ya dia adalah Tamara sahabat citra dulu waktu SMA tapi sekarang sudah tidak lagi.


"Aku tau" jawab citra seolah itu bukan hal penting Tamara yang awalnya sangat antusias saat melihat citra tiba-tiba jadi bingung sendiri dengan sikap acuh nya citra.


"Sudah lama ya kita tidak bertemu?"


"Iya, sudah sangat lama" jawab citra agak panjang dari sebelumnya dan itu kembali membuat senyum di wajah cantik Tamara.


"Kamu ngapain disini?" Tanya Tamara


"Fitting baju"


"Kamu mau nikah?"


"Hmmm"


"Wah sama siapa?"


"Ini mas Ilyas calon suami ku dan ini Zahra adik ipar ku" jawab citra seraya mengenalkan Ilyas dan Zahra


"Mas, Zahra. Ini Tamara tema sekolah ku dulu" kata citra lagi


"Salam kenal mbak Tamara" kata Zahra sedangkan Ilyas hanya menganggukkan kepala nya.


"Salam kenal juga Zahra, oh iya kebetulan ini butik aku sama yang lain nya dan sepertinya mereka juga akan datang deh, kamu ikut ngumpul ya" ajak Tamara


"Maaf tapi aku tidak bisa"


"Tapi...."


"Assalamualaikum" belum sempat Tamara menyelesaikan ucapan nya terdengar salam dari arah pintu masuk dan di sana ada empat orang perempuan cantik dan modis. Citra tau mereka, mereka adalah Anisa, ana, salsa Diandra. Mereka juga adalah matan sahabat citra.


"Waalaikumussaam" jawab merek semua


"Ra, klien yang mama bilang sudah datang?" Tanya ana sambil mendekat pada mereka


"Yang fitting baju pengantin bukan?" Tanya salsa


"Iya" jawab ana


"Sebelum kalian bahas klien itu kalian kalian harus lihat dia" kata Tamara sambil menunjuk citra, perlahan mereka semua menatap citra dan terdiam seketika.

__ADS_1


"Citra?" Kata dianra dengan sangat lirih tapi masih dapat terdengar oleh mereka semua.


"Kamu citra kan? Ra, dia citra kan?" Tanya dianra lagi


"Iya, dia citra" jawab Tamara


"Citraaaa" teriak Anisa sambil menerjang tubuh citra dan memeluk nya dengar erat tapi citra hanya diam.


"Citra" kata ana lalu ikut memeluk citra da di ikuti yang lain nya kecuali dianra. Dianra hanya diam menatap sahabat-sahabat yang memeluk citra.


"Ehem, maaf aku sesak" kata citra sambil melepaskan diri pelukan mereka.


"Kamu ngapain disi?" Tanya Anisa


"Jangan bilang kamu calon mantu nya Tante Aminah?"kata ana


"Iya, benar" jawab citra


"Wahh kamu mau nikah?" Kata Anisa


"Hmmm, ini butik kalian?" Tanya citra untuk pertama kalia nya


"Iya ini butik kami, kami membangun nya sekitar lima tahun yang lalu. Karena kami semua sudah pada nikah jadi untuk mencari kesibukan kami sepakat untuk membuat butik ini sekaligus untuk menjalin silaturahmi " jawab Anisa dengan ceria.


"Jadi nama butik ini gabungan dari nama kalian?"


"Iya, kok kamu tau sih?" Tanya Anisa


"Nebak aja" jawab citra asal


"Hmmm, kalian sudah nikah?" Tanya citra


"Iya, yang pertama nikah salsa dia sekarang udah punya dua anak da dua-duanya laki-laki yang rencananya mau aku jodohin sama anak aku tau di larang sama suami aku" kata Anisa antusias "terus setelah salsa nikah di susul sama ana yang sekarang sudah punya satu anak laki-laki juga, setelah ana nikah baru aku terus di susul Tamara baru kemudian dianra dan sekarang dianra sedang mengandung empa bulan"


"Oh ya?" Tanya citra


"Iya, diantara semua anak mereka cuma anak aku yang perempuan kalo anak dianra belum tau jenis kelamin nya katanya biar surprise padahal kita semua mau tau loh"


"Itu bagus" jawab citra dengan sedikit senyum di bibir nya.


"Apanya yang bagus?" Tanya Anisa


"Biar surprise"


"Aku gak tau apa ini perasaan aku aja tapi sekarang kamu pendiam bagat loh cit, iya gak sih?" Tanya Anisa pada teman nya yang lain tapi mereka hanya diam karena paham dengan perubahan sikap citra ada sangkut pautnya dengan mereka di masa lalu.


"Maaf cit" kata dianra tiba-tiba yang membuat semua atensi orang menatap nya.


"Untuk apa?" Tanya Citra.


"Untuk semua kesalahan kami"


"Kesalahan yang mana?" Tanya Anisa masih dengan sikap polos nya


"Kesalahan karena kita melupakan dan meninggalkan nya saat dia butuh kita di samping nya" jawab ana

__ADS_1


"Iya, maafin kami citra " kata Tamara


"Dan kami juga minta maaf karena tidak hadir saat bunda kamu meninggal" kata ana


"Kami betul-betul minta maaf ya cit" kata salsa juga


"Aku juga minta maaf ya cit" kata Anisa


"Itu sudah menjadi masa lalu, lebih baik kalian tunjukkan koleksi baju kalian soal nya kami masih ada urusan lain" kata citra mengalihkan pembicaraan.


"Baik mari ikut kami sekalian sama calon suami kamu" kata Tamara lalu membantu citra memilih gaun nya.


"Sekarang kesibukan kamu apa cit?" Tanya ana


"Kerja" jawab citra sambil memakai gaun pengantin yang mereka rencanakan


"Kerja dimana?" Tanya Anisa


"Rumah sakit, Zahra menurut mu ini gimana?" Tanya citra pada Zahra yang juga sedang mencoba gaun nya dengan di bantu dianra


"Bagus teh, tapi si a'a tida suka warna mera teh"


"Hmmm aku juga sebenarnya kurang suka warna nya"


"Coba kamu pake yang ini cit" kata dianra Sabil menyodorkan kebaya putih tulang yang terlihat sangat indah dan elegan.


"Bukan nya ini kamu rancangan buat seseorang yang kamu bilang saudara kamu Ra?" Tanya salsa


"Coba aja cit dan kalo cocok biar ini aja buat akat dan buat resepsi kita akan buatin langsung buat kamu" kata dianra lagi tanpa menjawab pertanyaan Anisa


"Tidak apa-apa?"


"Iya, coba aja dulu nanti biar di sesuaikan sama calon suami mu nanti, sini biar aku bantu, nis kamu bantu Zahra dulu"


Diruang ganti hanya ada citra dan dianra sedangkan yang lain membantu pembeli yang lain.


"Kamu dokter cit?" Tanya dianra


"Iya"


"Dokter apa?"


"Bedah saraf?"


"Kamu hebat citra, selamat untuk semua keberhasilan mu dan semoga kedepannya kau selalu di limpahi kebahagiaan"


"Amin, terima kasih "


Setelah sekitar tiga puluh menit akhirnya citra selesai memilih gaun nya dan langsung berpamitan pulang.


"Terima kasih atas bantuan kalian dan jangan lupa untuk datang di hari pernikahan ku, nanti aku kirimkan undangan nya ke butik ini. Kami permisi dulu assalamualaikum" kata citra lalu berjalan ke arah mobil yang sudah lebih dulu di naiki Ilyas dan Zahra.


Setelah naik mobil citra hanya diam sambil menatap ke arah jendela sedangkan Zahra sudah tertidur di samping Ilyas yang sedang menyetir.


..."Kamu baik?" Tanya Ilyas....

__ADS_1


__ADS_2