
setiap hari aku hanya di kamar belajar dan belajar karena tekad ku sudah bulat jika aku sudah di amanahkan banyak ke percayaan aku harus bisa menjaganya iya, aman yang ku pikul merupakan beban berat bagiku karena aku mendapatkan banyak kepercayaan dari orang-orang terdekat maupun yang jauh mereka percaya bahwa aku bisa membanggakan mereka dan akupun tidak ingin dicap gagal dalam kehidupan ini karna aku juga menginginkan amanah ini.
semua rencana yang ku susun dalam perjalanan pulang ke kampung ku gagal total aku yang ingin jalan-jalan bersama bang anton semuanya hanya tinggal angan-angan saja, karena aku harus mempersiapkan diri untuk menempuh hidup yang lebih berat lagi jujur, aku sangat ingin jalan-jalan dengan keluargaku tapi sekarang waktu yang kupunya sangat sedikit dan aku tidak ingin waktuku yang sedikit terbuang sia-sia aku tidak ingin bersenang-senang dahulu denger sakit-sakit kemudian tapi yang aku ingin sakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudia.
setiap hari bang anton terus merengek dan meminta waktu ku agar aku bisa menemaninya jalan-jalan tapi, aku berusaha meyakinkan nya bahwa aku tidak ingin semua yang ku perjuangkan terbuang sia-sia dan alhamdulilah bang anton mengerti walaupun sedikit banyak ya dia jarang bicara denganku.
seperti saat ini aku kembali pada titik di mana aku tidak ingin membeli tapi harus kupilih, titik di mana aku harus pergi meninggalkan semua orang-orang yang ku sayang hanya untuk menghampiri sebuah kenyataan yang belum pasti ya, hari ini satu kata yang tidak ingin ku dengar selama hidupku kembali lagi, satu kata yang membuat semuanya hancur, satu kata yang menghilangkan mereka semua dari hadapanku aku benci kata ini tapi apa boleh buat setiap orang hidup pasti akan merasakan satu kata ini ya, "perpisahan" kata ini selalu menghantui di belakangku, aku sadar setiap ada pertemuan pasti ada yang namanya perpisahan tapi, bisakah kata perpisahan itu diganti lagi dengan kata pertemuan kembali? yang diawali dengan kata pertemuan di tengahnya ada kata perpisahan dan diakhiri dengan kata pertemuan kembali, aku ingin itu bukan ingin dia awali pertemuan dan diakhiri kata perpisahan aku tidak ingin itu aku ingin awal dan akhir yang sama.
"hari ini datang lagi" gumang ku
"apa dek? " tanya bunda yang tidak jelas mendengarkan nya
"tidak ada bun"
"kamu harisa baik-baik di negri orang" kata bunda dengan derai air kata, ya saat ini aku sedang bersama bung udah di kamarku bunda membentuk untuk packing untuk keberangkatan ku ke swiss.
"iya bun" jawab ku lirih, karna sejujur nya aku juga ingin menangis
"sering hubungi bunda ya"
"iya bun"
"jangan telat makan"
"iya bun"
"dan yang paling penting jangan tinggal kan solat, karna dimana pun kamu barada dan di saat tidak ada orang yang menjaga mu Allah pasti akan menjaga mu selagi kamu menjaga solat mu"
"iya bun, doa kan adek ya bun" pinta ku d3ngan suara lirih hampir tidak terdengar karna aku berusahan menahan suara ku yang bergetar.
__ADS_1
"pasti dek, bunda dan ayah tidak bisa memberikan semua yang kamu inginkan yang bunda bisa berikan hanya doa tulus untuk kamu dan saudara-saudara kamu, doa bunda aku terus mengalir tanpa kalian minta karena hanya itu yang bisa bunda berikan untuk kalian, bunda tidak bisa memberikan materi atau yang berbau kemewahan untuk kalian tapi bunda hanya bisa memberikan kalian kasih sayang yang tulus dari bunda" kata bunda sambil menyangka air matanya.
" itu sudah lebih dari cukup bunda dan tugas kami adalah memberikan yang tidak bisa bunda dan ayah berikan kepada kami, mungkin apapun nanti yang citra bisa berikan sama bunda dan ayah itu tidak akan bisa membayar secuil pengorbanan pengorbanan kalian untuk citra, dan citra berharap disaat semuanya telah citra dapatkan kalian tetap bertahan karena semua yang citra usahakan hanya untuk membuat bunda dan ayah bahagia" tangis ku akhir nya pecah, pertahanan ku runtuh
" semua yang citra alami selama ini telah menewaskan citra bun, berada di jauh dari kalian adalah hal yang paling menyakitkan yang pernah citra alam dan disaat rindu tidak bisa citra ungkapkan disaat itulah citra berasa menjadi orang yang paling sedih di dunia ini hiks hiks hiks bunda tahu citra adalah orang yang paling susah mengungkapkan perasaan jadi citra berharap bunda tidak pernah berpikir bahwa citra tidak pernah merindukan bunda walaupun citra tidak mengungkapkannya tapi jujur satiap detiknya citra selalu merindukan kalian, citra iri sama mereka yang keluarganya bisa jalan-jalan bersama tapi citra bisabin dan mungkin bunda kecewa selama satu minggu citra di sini citra tidak memberikan quality time untuk keluarga kita citra sibuk dengan dunia citra sendiri citra terlalu berambisi untuk membahagiakan bunda citra harap bunda mengerti hisk hiks hiks "
"bunda pagam dek" kata bunda menguatkan ku
" dan juga bang anton kecewa sama citra bunga citra tidak bisa menemani bang anton kejujuran dalam perjalanan pulang kesini citra telah mempersiapkan apapun yang ingin citra lakukan disini bersama kalian tapi citra bisa apa citra hanya bisa berencana tapi tetap tuhan yang akan menentukan akhir nya"
" bang anton nggak kecewa kok dek maaf mungkin bang anton membuat citra kepikiran tapi bang anton mengerti dan paham posisi citra kaya mana" kata bang anton menyahuti di balik pintu dan entah sejak kapan dia ada di situ.
"bang sejak kapan di situ? "
"sejak tadi"
"berarti nguping ya?"
"maap, gak sengaja tadi lewat"
"alasan"
"lih ko manyun? uda gak nangis lagi ni? "
"au ah"
"bunsung bunda merajuk" kata bang anton menggoda ku
"anton" kata bunda dengan suara yang lembut tapi menakut kan
__ADS_1
"iya bun" kata bang anton sambil menunduk
"uda nika juga mana bentaragi punya anak masih aja suka isengin adek nya" kata bunda
"bang anton may punya anak bun? " tanya ku tidak percaya
"iya kakak ipar ku lagi hamil" kata bunda
"bentar lagi bang anton jadi BAPAK-BAPAK dong? "
"biasa aja kali bilang bapak-bapak nya gak usa di ingetin kalo aku jadi tua"
"lah emang usa tua pun"
"eh citra ayuningtias, bungsu nya bunda, ibu bidan nya ayah yang bentar lagi merangkak jadi dokter, saingan nya rika, adek kecil nya bang anton sama bang agung, dengar ya abang mu ini akan menjadi papa muda bukan papa tua ingat itu dan abang mu yang tampan ini akan menjadi hot daddy" kata bang anton bangga sedangkan aku dan bunda hanya memutar bola mata malas.
"serah"
"mobil nya jam berapa jemput nanti? " kata ayah sambil masuk kanar ku
"habis isa yah"
"langsung ke bandara?" tanga bang agung yang ikut masuk
"iya bang"
"lah emang barang mi yang di kos gak mau di bawa? " tanya bang anton
"nanti di bawa teman ke bandara" iya saras nanti akan nyusul ke bandara dan dia rela-relain lubur kerja hari ini demi nganterin aku, ini kah yang nama nya teman sejati? aku belum tau jawaban pasti nya
__ADS_1
waktu berlalu dengan begitu cepat dan perpisahan itu datang lagi jika memang perpisahan ini untuk men dewasa kan diriku aku ikhlas untuk menjalani ya tuhan, jika memang perpisahan ini yang terbaik untuk semua orang maka aku rela meninggalkan mereka yang ku sayang, berikan kesempatan untuk ku dan untuk mereka yang ku sayang bertemu kembali, izinkan aku untuk membahagiakan kedua malaikat tak bersayap ku dengan hasil keringat kusendiri tuhan, ijinkan mereka mencicipi kerja keras yang mereka lakukan dalam membesarkan dan mendidik ku tuhan, jika memang ini yang terbaik untuk ku dan untuk mereka maka lakukan lah yang terbaik untukku dan untuk mereka tuhan, ijinkan kami bertemu kembali seperti yang kuinginkan awal dan akhir yang sama aku tau aku yang berencana tapi kau lah yang menentuka dan aku ingin rencana ku dan ketentuan mu adalah sama semoga.
assalamualaikum semuanya maaf ya baru up sekarang karena ada masalah yang tidak bisa diceritakan ada situasi yang tidak bisa dibagikan ada cerita yang tidak bisa diungkapkan, untuk kalian semua para pembaca setia ku mohon maaf sekali lagi ini bukan up terakhirku ya, maaf jika aku membuat kalian menunggu terlalu lama maaf jika mungkin kalian kecewa dengan episode episode sebelumnya tapi ini adalah episode yang mengawali tentang kisah romantis yang akan saya buat dan cerita yang di juga insaallah akan saya bikinin end akan berlanjut di cerita saya selanjutnya yang berjudul "si bule jadi santri" yang sudah saya up berapa episode jadi sebelum membaca "si bule jadi santri" harus baca ini dulu "diam dengan luka pergi dengan luka" terus berlanjut dengan "si bule jadi santri" terima kasih untuk kalian yang telah membaca karya saya yang mungkin masih berantakan yang mungkin juga masih membosankan karena masih menyimak terlalu banyak terima kasih untuk kalian yang sabar dalam membaca cerita saya ini karena mungkin ini terlalu ber tale tale untuk menuju cerita romansa yang kalian. tunggu-tunggu selamat membaca dan semoga suka jangan lupa like komen dan ser tentunyaπππππ