Diam Dengan Luka Pergi Dengan Luka

Diam Dengan Luka Pergi Dengan Luka
ujian


__ADS_3

setelah 3 hari dari acara perpisahan itu tibalah kami di hari ini, hari yang menegangkan hari dimana ilmu yang kami peroleh selama 3 tahun diperlihatkan kami diuji, diuji kecerdasan, kekuatan ingatan nya tentang pelajaran pelajaran yang kami pelajari, aku tidak ingin mengecewakan mereka yang bersusah payah mengajariku aku juga tidak ingin membuat mereka kecewa yang berharap akan diriku mungkin semua teman-temanku juga sama, merasakan hal yang sama denganku di ujian ini aku dan teman-temanku sibuk dengan buku-buku yang ada di tangan kami tidak ada lagi canda dan tawa yang ada hanya fokus kepada satu tujuan karena berhasilnya kami hari ini akan menentukan berhasilnya kami ke depannya.


seperti ujian pada umumnya hari pertama adalah bahasa indonesia bahasa negara tercinta aku tidak terlalu tegang karena insyaallah aku dapat menguasai materi ini aku sangat menyukai pelajaran bahasa indonesia karena di dalam pelajaran bahasa indonesia aku tidak hanya difokuskan kepada materi tapi aku juga dapat menjawab pertanyaan yang di pikiranku asalkan intinya tetap sama.


belajar bahasa indonesia juga membuatku bisa berkarya di mana aku disuruh mengarang mengarang adalah pelajaran yang paling disukai karena semua imajinasi ku akan ku tulis dalam sebuah karangan yang indah menurut tidak jarang guru memuji ku bukan sombong tapi nama itulah kenyataannya aku sangat jago dalam hal mengarang baik itu cerpen, puisi, maupun pantun aku sangat menyukainya.


" cit kok aku dek-dekan iya" kata salsa yang sedari tadi hanya fokus kepada bukunya


"ya kan baru hari pertama pasti dek-dekan lah, bukan kamu aja kita semua sama" kata ku menenangkan


"tapi ko itu anak santai aja nampak nya" kata salsa menunjuk anisa sontak kami semua menongok ke arah anisa


"apa, ko kalian liatin aku" kata anisa heran


"nis kamu gak belajar? " kata dianra

__ADS_1


"belajar" jawab nya singkat


"kamu gak dek-dekan?"


"sedikit"


"tapi ko kamu santai aja, malah sibuk gambar-gambar gak jelas di tanah" kata tamara sedangkan aku dan ana hanya diam dan sesekali menyimak mereka


" untuk apa tegang berlebihan kalau kalian tentang yang ada semua yang kalian pelajaran menghilang begitu saja, bawa santai aja kayak di pantai aku bukan apa-apa ya sebenarnya menurutku metode kalian belajar itu salah" sontak aku dan ana menoleh ke anisa


"ko salah" nanya ana mewakili pertanyaan kamu semua


kami semua menganga sempurna mulut kamu terbuka pasalnya yang bicara itu adalah anisa temanku yang pecicilan minta ampun lolanya kebangetan tapi pintarnya dan kecerdasan nya melebihi kami semua, sangat jarang bahkan tidak pernah kami mendengar anisa berbicara sebijak seperti saat ini itulah sebabnya mengapa kami menganga mendengar ucapan anisa.


"woy tu mulut kemasukan lalat baru tau" sontak kami semua menutup mulut kami

__ADS_1


"nis setan apa yang merasuki mu" Tanya salsa


"mulai deh"


"jadi menurut mu metode yang bagus itu kaya mana" Tanya ku


" menurutku sih sederhana saja kalau metode ku ya aku belajar sendiri, merasp pelajaran itu sendiri menyimpannya dalam memoriku dan selesai"


"cuman itu? " Tanya tamara dan di anggukin anisa


" dan kalau kalian belajar di sini bukannya kalian tambah mengingatnya tapi kalian akan tambah pusing contohnya ya tamara bertanya pelajaran bahasa Indonesia, dan citra menjawab seperti ini sedangkan ana mempunyai jawaban yang berbeda dan begitupun diandra, nah disini kalian akan bingung di mana jawaban yang benar belum tentu jawaban citra benar dan belum tentu juga jawaban diandra yang salah, jadi nanti kalian akan lebih percaya kepada orang lain ketimbang diri kalian sendiri makan dari itu aku tidak suka belajar seperti ini karena ujung-ujungnya akan membuatku bingung"


" bukannya kita bisa mencari jawaban yang di pasti secara bersama-sama" Tanya ku


" memang bisa tapi kalau kalian mempunyai banyak waktu yang tersisa sedangkan saat ini apa kalian bisa di waktu yang terhimpit ini apa kalian masih bisa mencari jawaban secara bersama-sama sedangkan kalian masih butuh mempelajari yang lainnya, cobalah untuk percaya pada diri kalian sendiri coba untuk percaya dengan kemampuan sekalian sendiri"

__ADS_1


kami semuanya mengganggu benar yang dikatakan anisa kami kurang percaya diri dengan jawaban kami sendiri ternyata temanku anisa sudah dewasa, kata-katanya seperti kata-kata orang tua pada umumnya ternyata aku mempunyai teman yang sangat bijak dalam bicara yang sangat pandai dalam merangkai kata-kata, ternyata dibalik sikap anisa yang suka membuat kami dongkol dengan sifatnya yang pecicilan ternyata dia mempunyai sifat yang lebih dewasa daripada kami berlima.


benar kata orang apa yang terlihat di luar belum tentu dalamnya sama itu yang kulihat dari anisa aku sangat bangga mempunyai teman seperti dia kami semua saling melengkapi dengan kekurangan kami masing-masing semoga nantinya mereka tidak akan pernah melupakanku karena aku tidak tahu ke depannya kami akan bagaimana setelah ujian ini akan seperti apa persahabatan kami ini aku sadar dengan jaraknya kita bertemu nanti akan membuat hubungan merenggang dan aku berharap hubungan kami tidak akan pernah merenggang semoga.


__ADS_2