
Pesan dari caol imam
Setelah itu mereka langsung pergi ke mesjid pesantren untuk melaksanakan ibadah sholat Maghrib, sedangkan di jakarta tepatnya di rumah citra keluarganya kembali berkumpul untuk membicarakan perihal jawaban citra yang menerima lamaran ustad ilyas.
"Jadi kamu sudah menerima lamaran dari Ilyas dek?" Tanya anton
"Iya bang"
"Udah yakin kan? Bukan terpaksa?" Tanya agung menatap adik bungsu nya
"Insyaallah adek yakin bang dan bukan karena terpaksa"
"Ciye yang mau nikah" goda rika sambil menyenggol bahu adik nya
"Apa sih kak" jawab citra
"Setelah nikah nanti kamu bakal tinggal di Bandung dong? Itu artinya kita bakalan jauhan lagi" kata anton lesuh.
"Kamu bakalan tinggal di Bandung dek?" Tanya agung
"Belum tau bang" jawab citra juga ikut lesuh karena berpikir akan jauh dengan keluarga nya lagi
"Kalian gimana sih? Citra akan ikut apa kata suami nya nati kemana pun itu sama seperti kalian yang juga membawa istri kalian dimana pun kalia tinggla" jawab ayah Mansyur
"Terus ayah gimana?" Tanya citra, hal ini lah yang citra cemaskan dimana citra harus kembali berpisah sama keluarga nya lagi.
"Ya ayah akan tetap di sini sama bang anton lagian rumah bang agung juga dekat sini kak Rika juga jadi kamu tidak usah khawatir karena banyak yang jaga ayah di sini"
"Ikut sama adek aja yah" kata cinta
"Ayah akan sering-sering nanti menginap di rumah adek"
"Maksud adek tinggal sama adek yah buka nginap seseki" kata cinta
"Ayah sudah nyaman di sini dek, di sini ada cucu-cucu ayah yang membuat ayah tidak kesepian "
"Baiklah" kata cinta pada akhirnya
"Jadi kapan pernikahan nya yah?" Tanya Rika
"Secepatnya, sesuatu ya yang baik harus di percepat" jawab ayah Mansyur "sudah malam kalian istirahat gih ayah juga mau masuk kamar" kata ayah Mansyur sambil berjalan memasuki kamar nya.
"Selamat malam ayah" kata mereka semua
"Selamat malam" jawab ayah Mansyur
"Aku juga mau langsung ke kamar" kata cinta lalu memasuki kamar nya .
Setelah citra melaksanakan shalat isya citra menghubungi saras untuk mengatakan bahwa kita akan segera menikah.
"Assalamualaikum Saras" kata citra setelah Saras menjawab telpon nya
"Waalaikumussam, gimana kabar mu cit?"
"Alhamdulillah baik, kalo kamu ras?"
"Aku juga baik"
"Gimana calon keponakan aku udah jadi blom?"
"Lagi usaha nih, ini aja lagi usaha kamu malah ganggu" kata Saras dengan tidak tau mau nya
__ADS_1
"Astagfirullah Saras kenapa makin hari ucapan mu makin tidak benar, kasihan sekali suami mu itu"
"Mana ada, yang ada suami ku senang memiliki istri yang solehot" jawab Saras sambil terkekeh
"Solehah kali bukan solehot"
"Solehot loh citra"
"Solehot apaan lagi tuh?"
"Masa kamu tidak tau sih?"
"Makanya kasih tau"
"Kamu nikah dulu biar tau"
"Kenapa harus nikah dulu sih? Padahal tinggal jawab apa susah nya"
"Biar suami mu nanti yang jawab"
"Kamu mah gitu. Oh iya ras, bentar lagi aku mau nikah" kata cinta
"Oh, eh HAHHH? Apa tadi? Gimana-gimana? Siapa yang mau nikah?" Tanya Saras heboh bahkan suaminya ikut kaget karena teriakan Saras
"Astagfirullah dek kecilin suaranya" kata Ali suaminya Saras
"Hehehe maaf mas abis si citra bikin aku kaget untung jantung ku lem nya kuat kalo tidak udah pindah nih jantung ke lambung" kata Saras sedangkan citra hanya tertawa di seberang sana.
"Kamu jangan ketawa cit, cepat bilang siapa yang mau nikah"
"Makanya kalo kaget yang elegan dong ini kamu udah kaya kucing kejepit"
"Kaga ada ya konsep nya kaget elegan dan kamu jangan ngalihin pembicaraan cepat jawab pertanyaan ku tadi "
"Astagfirullah citraaaa"
"Hehehe iya-iya, jadi tuh Minggu lalu aku di lamar dan baru aku jawab tadi"
"Cerita nya yang mendetail dong citra, dan lagi siapa yang melamar kamu? Apa aku kenal? Dia baik gak orang nya? Gantengan mana sama suami aku?"
"Gantengan akan calon suami aku lah"
"Dih ngomong nya udah calon suami segala"
"Iya kan emang benar"
"Bagiku suami ku yang paling ganteng, jadi siapa orang nya? Apa kamu sudah tau menyeluruh tentang dia?"
"Sudah dan ternyata ayah juga kenal baik dengan keluarga nya"
"Oh ya? Siapa? Apa aku kenal?"
"Iya kamu kenal kok bahkan kita sudah pernah bertemu?"
"Siapa orang nya?"
"Ustadz Ilyas"
"Hah? Kenapa dengan ustadz Ilyas?"
"Dia orang yang melamar aku"
__ADS_1
"Oh, HAHHH? Siapa?" Lagi dan lagi suami nya Saras dan cinta kaget dengan teriakan Saras, bahkan Ali yang sedang memeriksa tugas santri pun mencoreng buku santri nya tanpa sengaja sengkin kaget nya.
"Asgfirullah dek kecilin suaranya"
"Maaf mas kali ini tidak bisa, ini si anak nya ayah Mansyur selalu buat aku jantungan"
"Kecilin lagi suaranya dek gak enak di dengar orang"
"Iya deh" jawab Saras sementara citra kembali tertawa mendengar Saras di omeli suami nya.
"Enak ya kamu ketawa di sana cit, ingin rasanya aku menenggelamkan mu di sumur pak Umar"
"Pak Umar siapa?"
"Tetangga baru ku di sini orang nya bawel bangat cit, eh kenapa malah jadi bahas pak Umar sih?"
"Kamu kan yang cerita dulua"
"Ya udah sekarang cepat bilang gimana ceritanya kamu bisa di lamar ustadz Ilyas?"
"Hah? Ustadz Ilyas lamar citra dek?" Tanya Ali pada Saras
"Iya loh mas"
"Kok bisa?"
"Mana aku tau, ini baru mau di tanyain"
"Kok malah kalian yang ngobrol sih?" Kata citra di seberang sana
"Oh iya lupa, jadi gimana ceritanya cit?" Tanya Saras lagi sedangkan ustadz Ali sudah mendekati istri nya karena ikutan kepo dengan cerita citra.
"Aku bingung mau cerita dari mana semuanya terlalu mendadak"
"Kapan kamu di lamar?"
"Minggu lalu pas aku baru pulang dari Bandung aku langsung ke rumah sakit terus malam nya aku pulang ke rumah ustadz Ilyas sama keluarga nya sudah ada di rumah untuk menyampaika niat mereka"
"Kamu terima kan lamaran nya?" Tanya Saras
"Iya"
"Alhamdulillah ya Allah akhirnya kamu tidak jomblo lagi" kata Saras senang "aku senang karena yang akan menjadi suami mu ustadz Ilyas pertama aku tau dia masih jomblo aku udah da niatan buat jodhin kalian berdua tapi ternyata sebelum aku bertindak Allah sudah lebih dulu bertindak, ah skenario yang indah " kata Saras sambil tersenyum dan bersandar di dada suami nya.
"Berarti nanti kamu akan tinggal di Bandung dong cit? Wah senang nya aku sama tema gibah" kata Saras lagi
"Siapa yang mau gibah?" Tanya Ali Sabil menatap tajam istri nya
"Hehehe becanda mas"
"Ih kok kalian malah asik ngobrol berdua" kesal citra
"Maaf, jadi kamua bakalan tinggal di Bandung kan?" Tanya Saras lagi
"Aku ikut suami aja ras"
"Iya lah masa ikut suami orang lain"
"Uda ah ngomong sa kamu tidak ada habisnya assalamualaikum"
"Waalaikumussaam"
__ADS_1
Setelah habis telponan dengan Saras citra tidak langsung tidur melainkan citra masih berselancar di media sosial yang sangat jarang citra buka hingga tiba-tiba ada notif masuk dari nomor baru yang membuat citra deg-degan.
"Assalamualaikum calon istri"