Diam Dengan Luka Pergi Dengan Luka

Diam Dengan Luka Pergi Dengan Luka
cerita saras


__ADS_3

"seberapa yakin kamu sama aku? "


"aku yakin kamu pasti takut aip kamu di bongkar sama allah, ya kan? " tanya saras


"ya pasti takut lah, tapi kan tuhan tidak akan mengumbar aip hambanya kalo hambanya tidak mengumbar api hambanya kalo hambanya itu menutupi aip sesama nya. kata ku pasti


" nah itu, jika nanti kamu mengumbar aip ku maka tuhan yang akan membalas mu"


"ngeri amat"


"dan aku yakin kamu orang baik"


"ya uda kalo kamu yakin kamu bisa cerita dan insaallah aku akan menjadi amanah"


" dulu aku bukanlah saras yang kamu kenal sekarang ini, dulu aku adalah saras yang pendiam yang tidak ada teman sama sekali semua orang menjauhiku mulai dari aku sd sampai aku lulus sekolah menengah atas, aku sedih aku tidak punya temen sama sekali aku orang yang pendiam miskin dan tidak punya apa-apa," kata saras me mulai cerita nya


" kamu tahu kenapa aku di jauhin semua orang? "Tanya saras


" kata mu tadi karna kamu miskin dan pendiam selebih nya aku tidak tau"


" iya memang itu salah satunya tapi alasan yang paling besar adalah karena aku seorang anak dari perempuan bekerja malam" kata saras dengan mata yang senduh dan suara yang mulai bergetar, aku kaget pertama mendengarnya tapi aku berusaha menyembunyikan rasa kaget itu agar seras tidak tersinggung


" setelah mendengar cerita aku kamu boleh menjauh dari aku itu terserah kamu, jujur aku ingin sekali memiliki teman seperti anak-anak pada umumnya, jujur aku iri pada teman-temanku yang selalu pergi bersama dengan temannya aku tidak pernah merasakannya mulai dari aku kecil sampai sekarang aku selalu sendiri dan dihina, dan setelah ibuku meninggal aku pergi dari kampungku meninggalkan kampung yang sejuta dengan kenangan yang menyedihkan dalam hidupku, aku ingin mencari suasana baru dinkota 6ajg kejam ini"


" kamu tahu apa hal yang paling menyakitkan yang kualami selamat tinggal di kampung ku" tanya selaras dengan mata yang berlinang, dan ku jawab dengan menggelengkan Kepala

__ADS_1


" caciian dan hinaan orang-orang kampung setiap hari sudah menjadi makanan sehari-hari ku, aku sudah tidak terlalu menghiraukan nya lagi tapi bisa ibu ku telah meninggal di saat jantungnya tidak lagi berdetak di saat napasnya tidak lagi berhembus tidak ada yang mau menyentuh ibu sungguh kejam orang-orang itu his hips his"cerita saras dengan air mata yang mengalir deras begitupun dengan ku aku ingin memeluk nya tapi dia melarang ku.


" mereka bilang ibuku tidak pantas untuk di solatkan, tidak pantas mendapatkan pengabdian terakhir karena menurut mereka ibu akan masuk neraka untuk apa lagi ibuku dimandikan layaknya orang islam roh akir nya ke Kerala juga kata mereka, di situ duniaku hancur, tidak adakah lagi hati nurani mereka aku bahkan bersujud di kaki mereka agar mereka mau mengurus jenazah ibuku hiks hiks hiks"


" aku terus memohon kepada mereka sampai akhirnya ada seseorang yang aku sendiri tidak pernah melihatnya di kampung, dia bilang kampung kami akan terkena musibah besar karena tidak mau ngurus jenazah, kampung kami akan terkenal bala besar bila mereka tidak mengurus jenazah ibuku, dan disitulah mereka mau mengurusi ibu ku walaupun tidak dengan ikhlas, aku bersujud di kaki orangnya itu mengucapkan beribu terima kasih dan akhirnya jenazah ibuku dimakamkan layarnya orang islam tapi tidak diadakan pengajian di rumah aku" Kara saras yang sudah melai bisa mengusai emosi nya tapi aku masih tetap berurai air mata tidak bisa ku bayang kan jika aku ada di posisi nya


" 3 hari setelah kepergian ibuku aku berangkat ke kota ini mengadu nasib dengan menjual tanah peninggalan ukuran harga yang murah bahkan hanya bisa mencukupi hidupku di sini selama beberapa bulan dan alhamdulillah di sini aku mendapatkan pekerjaan yang bisa mencukupi hidupku sehari-hari. "


" aku tidak tahu kamu mau berteman denganku atau tidak setelah mendengar cerita ku tadi, tapi jika kamu mau berteman denganku aku harap itu bukan karena kamu kasihan denganku tapi karena ketulusan hati mu" kata saras memandang wajahmu dengan sangat lekat


" jujur memang aku kasihan sama kamu tapi, jujur saat ini aku sedang menutup diriku untuk orang lain aku berusaha hidup sendiri tidak memiliki teman ataupun yang lainnya"


"kenapa? " Tanya saras heran


" alasannya kenapa saat ini aku tidak bisa memberi tau kamu, tapi aku selut sama kamu, kamu adalah orang yang kuat tidak seperti aku, aku adalah orang yang lemah baru sedikit masalah aku sudah mengeluh tidak sepertimu yang kuat dalam menghadapi cobaan yang begitu berat, aku salut sama kamu dan aku mencoba untuk bisa kuat seperti kamu"


" memang saat ini aku belum percaya sama kamu bukan karena apa, tapi aku memang orangnya yang tidak gampangan percaya sama orang yang baru kukenal, soal kamu menganggap aku sahabat aku serahkan semuanya ke kamu tapi, jangan berharap lebih kepadaku karena aku tidak akan bisa memberikannya dan untuk menjaga kepercayaan mu mungkin aku bisa tapi untuk selalu ada buat kamu aku tidak janji"


" terima kasih untuk mau menjadi sahabat ku dan aku tidak akan menuntut banyak kepadamu, kamu mau berteman denganku saja aku sudah berterima kasih dan aku bersyukur ternyata tuhan bagi memberikan aku seorang sahabat yang bisa menjaga kepercayaan ku"


"boleh aku memberi saran sama kamu? " kata ku hati-hati


"silahkan"


" aku saranin sama kamu jangan terlalu mudah percaya pada orang karena bisa jadi orang itu akan menghianati kepercayaan mu, seperti aku bisa saja nanti aku menghianati kepercayaan mu, karena tidak semua orang yang terlihat dari luar akan sama dengan dalam nya apalagi ini adalah baru untuk mu jangan mudah bergaul dengan orang yang terlihat baik dari luar nya"

__ADS_1


"kenapa kamu bilang seperti itu"


" karena aku sudah menjalani semua itu yang terlihat baik belum tentu baik dan yang terlihat jahat belum tentu jahat dan kamu jangan terlalu akrab sama seseorang karena nantinya kamu bakalan sakit jika kalian terpisah"


"kamu punya teman atau sahabat? " Tanya saras


"dulu ia dan saat ini tidak"


"kamu belum menganggap aku sahabat atau teman? " Tanya saras


"maap saat ini tidak" jawab ku singkat


"kenapa? karna kita baru saling kenal, tapi kita bisa temanan ko tidak langsung sahabat" kata saras antusias


"maap tapi untuk saat ini tidak"


"kenapa? "


"belum saat nya kamu tau"


" ohhh, kalo gitu bole aku tidak di sini? "


"lebih baik kamu ke kanar kamu "


"baik lah" kata saras sambil berlalu pergi

__ADS_1


ternyata masih banyak orang yang lebih tidak beruntung dari aku, ternyata masih banyak orang yang lebih sulit permasalahannya dibanding aku, ternyata masalahku bukanlah apa-apa dibanding dengan masalah orang lain, betapa sering aku mengeluh kepada tuhan tentang permasalahan ku, betapa bodohnya aku yang mengira bahwa aku adalah orang yang paling sulit di dunia, amping hambamu ini ya tuhan.


__ADS_2