Diam Dengan Luka Pergi Dengan Luka

Diam Dengan Luka Pergi Dengan Luka
awal baru dengan luka baru


__ADS_3

Dua bulan setelah kepergian bunda semuanya terasa berbeda dari rumah yang dulu selalu ramai tiba-tiba menjadi sunyi, pagi yang dibangunkan dengan aroma masakan bunda sekarang berbeda. seakan jiwa rumah ini ikut pergi bersama bunda, sebulan aku lalui hanya di kamar saja mengingat kenangan yang begitu indah sekaligus menyakitkan untuk ku kenang.


malaikat dan bersayap kami pergi terbang ke alam yang adadi. bidadari surga ayah telah pergi membawa sejuta kenangan. sakit, sedih, kecewa dan kehilangan semua nya menjadi satu, hancur sudah hidup kami dan sekarang kami sedang berusaha untuk membangun kembali hidup yang hancur itu dengan pondasi kenangan bersama bunda beratap kan kasih sayang bunda yang tidak akan pernah hilang dan dengan ding-ding harapan bersama bunda. kami membangun dari awal walau tidak akan pernah sama persis lagi tapi setidaknya kami mulai menata hidup kami yang sempat berantakan.


seminggu yang lalu ka rika telah menikah dengan lelaki pilihan nya, lelaki baik dari keluarga baik pula nama nya DIMAS NUGROHO asli probolinggo dan bekerja di jakarta sebagai setap keuangan di salah satu perusahaan sewasta dan mereka mentap di jakarta.


pernikahan ka rika penuh dengan air mata kebahagiaan dan ke sedihan. bahagia karna ka rika telah menemukan dambaan hati nya yang akan menuntun dia ke surga nanti dan sedih karna di hari paling bersejarah dalam hidup ka rika malaikat kami tidak ada di dalam pandangan kami dan mungkin itu yang akan aku rasakan nanti, menikah tanpa di dampingi seorang ibu pasti lah sangat menyakit kan.


"ayah" panggil ku


"ya nak"

__ADS_1


"bosok adek akan kembali ke london untuk mengurus semua nya dan akan kembali secepat mungkin, adek akan bekerja di hospital international jakarta dan adek akan mental di jakarta"


"bagus dong dek itu artinya kamu gak terlalu jauh lagi dan kalo ayah rindu ayah lebih mudah untuk bertemu dengan adek"


"iya yah, tapi bolekah adek meminta sesuatu?"


"kalo ayah bisa pasti ayah kasih"


" adek tahu semuanya pasti berat untuk ayah meninggalkan bunda di sini tapi kita bisa kapan saja berkunjung ke sini yah, adek butuh seseorang untuk mengingatkan adek ketika adek salah dalam melangkah, rangkul dan peluk adek ketika adek rapuh, adek butuh seseorang untuk menjaga dan menguatkan hating adik, adik butuh seseorang untuk menjadi teman bicara ketika adek sedangkan lelah dalam pekerjaan"


"adek tidak mau jauh dari ayah lagi"

__ADS_1


"tapi ayah akan mentusahkan mu nanti di Sana"


"ayah tidak pernah menyusahkan adek kustru adek yang selalu menyusahkan ayah"


"tapi di Sana kita cuma berdua dek, itu gak bail dek"


"siapa bilang kita cuma berdua, di Sana ada art dan supir yang akan menjadi teman ayah ngobrol jadi ayah tidak kesepihan di sana"


"insaallah ayah usahain ya nak"


sebentar nya bukan cuma itu alasan aku me ngajak ayah untuk tinggal bersama ku, aku cuma tidak ingin kebersamaan ku dengan ayah berkurang lagi, umur tidak ada yang tau jadi, aku ingin mental di kan seluruh hidup ku untuk menjaga dan merwat ayah seperti pesan bunda sebelum nya.

__ADS_1


bunda doa kan adek agar bisa kembali menjadi seperti semula walau tidak akan sama persis, adek akan jalan kan amanah bunda untuk menjaga dan merwat ayah tapi, adek tidak janji kalo adek tidak akan menangis lagi. tapi, akan adek usahain untuk tidak terlalu sering menangis. adek sayang bunda.


__ADS_2