
dua bulan telah berlalu semenjak kejadian itu dan kini tiba lah hari dimana kaum Muslim di dunia berbahagia menyambut kedatangan bulan yang suci bulan yang yang lebih baik dari seribu bulan, bulan di mana seluruh pintu surga di buka. bulan ini sangat membahagiakan bagi ku karna di bulan ini pula para calon mahasiswa baru mendaptarkan diri nya. aku pun sudah mendaptar ke salah satu unuversitas di kota ini mengambil pilihan pertama jurusan kedokteran walau pun bertolak belakang dengan jurusan ku waktu sma menurut ku itu tidak masalah yang terpenting aku yakin aku mampu sedangkan pilihan ke dua menejemen bisnis dan yang ke tiga pisikologi Islam.
begitu pun dengan saras yang juga ikut mendaptar tapi bedanya pilihan jurusan kami berbeda, pilihan pertama saras bidang ke perawatan kata nya dia tidak mampu kalo biayaya ke dokteran terlaluahal kata nya padahal aku pun meresakan yang sama tapi kalo kemenga than mengijinkan semuanya akan terlewati dengan mudah.
hari ini adalah hari pertama puasa semuanya terasa berbeda dan hari ini adalah hari pertama aku puasa tanpa keluarga ku, biasanya sahur dibangunin bunda dimasakin masakan yang enak supaya berselera untuk makan dibuatin susu agar puasanya kuat tapi, sekarang aku harus bangun sendiri, masak sendiri, semuanya serba sendiri, sedih jangan ditanya lagi, rindu, apa lagi setiap suapan nasi di waktu sahur ku air mataku terus mengalir aku tak dapat mencegah nya karena mataku seakan mengerti apa isi hatiku mungkin bunda juga mengerti isi hatiku karena setelah selesai sahur bundaku langsung menghubungi melalui panggilan video.
"assalamualaiku bunda" jawab ku
"waalaikumussalam dek, gimana sahur nya? "
"tidak ada yang sepesial bunda"
"makan pake apa? "
"pake nasi"
"iya lah dek pake nasi masa pake batu hahahahah" kata bang anton, ternyata mereka masih kumpul di depan tv, karna itu kebiasaan keluarga kami kalo bulan puasa habis sahur langsung nonton ceramah.
"sahur sendiri dek? " kata bunda lagi
"iya" jawab ku lesuh dan sudah pasti air mata ku akan jatuh secepat nya aku jauh kan kamera hp agar bunda tidak melihat ku menangis
"ade sehat? "
"iya, bunda sama yang ayah gimana? "
"alhamdulillah sehat"
"abang gak di tanya dek? " kata bang anton lagi sekarang bang anton sudah di samping bunda
"bunda"
"iya nak"
"ade rindu" kata ku dengan air mata yang beederai pertahanan ku runtuh sudah, pasal nya selama 5 bulan aku di kota ini aku tidak pernah bilang rindu bahkan panggulan video pun sangat karang karna setiap aku melihat wajah keluarga ku rindu ku semakin memuncak.
"kalo mau pulang, pulang lah nak, bunda tidak pernah menyuruh mu bekerja" kata bunda dengan suara yang mulai bergetar dan aku tau bunda juga sedang menahan air mata nya.
"adek mau kuliah bunda"
"bunda tau, tapi kalo ade tidak tahan di tempat orang ade bisa pulang, karna bunda juga rindu"
"maapkan ade bunda hiks hiks hiks"
"ade tidak ada salah"
"ade membuat bunda rindu"
"wajar seorang ibu rindu anak nya"
"doa kan ade bunda, 3 hari lagi ade ujian"
"selalu dan pasti"
__ADS_1
" bunda sahur kali ini berbeda hiks hiks hiks"
"bunda tau" akhir nya pertahanan bun pun runtuh bunda telah menangis
"lebaran kamu pulang ya nak"
"insaallah bunda"
"ihhhh ko ade cengeng" kata bang anton
"ade rindu apa jelek"kata ku sambil menangis
" ganteng gini di bilang jelek"kata bang anton memanyung kan bibir nya"tapi abang gak rindu adek"kata bang anton
"ade rindu abang jelek"
"abang gak rindu" kat bang anton curl
"tapi ade rindu"
"iya, abang tau abang kan ngangenin" kata kang anton
"rindu porotin duit abang" kata ku senyum tanpa dosa bunda pun tersenyum di layar hp
sedangkan bang anton sudah manyun dan yang lain nya tertawa
"adek zahara"
"dek ini ada salsa, mau ngomong tidak? " (salsa keponakan ku umur nya tiga tahun)
"ante dek" panggi salsa dengan suara comel nya, ya salsa memanggil aku dengan sebutan ante dek, karna aku tante nya yang paling kecil.
"ante de kaka lindu" O iya salsa sering di panggil kakak karna dia anak pertama dari bang agung sekaligus cucu pertama
"iya"
"ante gak lindu kakak? "
"hmmm" sebenarnya aku sangat ingin bicara banyak dengan salsa tapi aku tidak bisa karena aku masih sangat cemburu kepadanya mungkin terdengar sangat kekanak-kanakan tapi itulah kenyataannya aku cemburu kepada anak kecil berusia 3 tahun
"bunda ayah sehat kan? "
"iya sehat, mau bicara sama ayah? "
"iya"
"sehat ibu bidan? " kata ayah
"sehat dongk" kata ku sambil tersenyum "ayah sehat? "
"alhamdulillah, gimana kapan ujian nya? "
"3 hari lagi yah, doa kan adek ya yah"
__ADS_1
"pasti"
"uda dulu ya yah di sini uda masuk waktu subuh assalamualaiku"
"waalaikumussalam"
setidak nya sedikit rasa rinduku ter obati
"saras sejak kapan di situ?"
"sejak tadi" kata saras sambil masuk ke kamar ku
"kenapa tidak masuk tadi? "
"takut ganggu tadi"
"ohhh"
"kamu enak ya punya banyak keluarga yang sayang sama kamu" kata saras dan aku hanya diam karna aku tau apa yang dia pikir kan
"aku baru tau loh kalo kamu di panggil adek sama keluarga kamu"
"aku bungsu"
"pantas"
"tadi kamu nangis"
"hmmm"
"kenapa? "
"rindu"
"aku baru lihat lo kamu bisa serapuh tadi, ternyata benar ya kata orang, sekuat apapun kita kalau sudah bersangkutan dengan keluarga kita, kita akan terlihat rapuh apalagi orang yang kita sayangi terluka" kata saras dengan tatapan yang kosong
"hemmm"
"aku iri sama kamu" kata saras memendang arah langit-langit kamar
" kamu jangan iri sama aku karena aku hanya orang biasa belum tentu aku lebih beruntung dari kamu dan belum tentu juga kamu lebih sengsara dari orang lain di luar sana.
hidup itu pilihan jika kamu memilih sesuatu yang salah saat ini maka kedepannya akan salah, jangan iri pada keberhasilan orang lain sekarang ini karena, belum tentu di masa depan dia lebih berhasil dari kamu"
" aku penasaran dengan jalan cerita hidupmu" kata saras sambil menatapku
" suatu saat kamu akan tahu"
"aku tunggu cerita"
"aku tidak menyuruh mu menunggu"
"dan akan tetap ku tunggu"
__ADS_1
"hmmmm"