
"dek bangun nanti kamu telat ke sekolah lagi" bunda membangunkan aku pergi ke sekolah lebih awal karna waktu aku terlambat aku cerita pada bunda tapi malah aku yang di marahi.
"bun dede gak sekolah ya hari ini, males bangat sekolah" kata ku dengan suara serak khas bangun tidur
"boleh, tapi sampai seterus nya kamu tidak usah sekolah lagi, kamu nikah aja biar cepat punya anak" ancam bunda, karna bunda paling gak suka anak nya tidak sekolah kecuali ada halangan tertentu.
"bunda mah gitu, tapi kan kening ade masih sakit bun" aku berharap alasan ku bisa membuat bunda jadi kasihan pada ku tapi nyatanya tidak sama sekali menurut bunda kening ku hanya luka ringan, sebenar nya aku juga paling malas ijin sekolah tapi entah kenapa hari ini aku sangat malas.
"ya sudah gak usah lagi pergi ke sekolah mulai hari ini dan seterusnya bunda gak mau ngabisin uang untuk anak yang gak mau sekolah" ini lah bunda ku sangat tegas, keras kepala, penyayang dan tidak lupa sangat bawel.
akhir nya dengan sangat malas aku pergi ke sekolah di antar sama bang anton karna honda yang biasa aku pake ke sekolah di pake bang agung.
"bang, nanti aku di jemput kan"
"iya" jawab bang anton tidak lupa aku menyalim tangan nya lalu ia berlalu pergi,aku masuk ke gerbang sekolah dengan muka yang di Teluk.
"woy, tu muka apa kain belom di strika kusut amat" crocos tamara yang baru datang
"bisa aye ibu negara" ya aku memang sering panggil tamara dengan sebutan ibu negara karna dia adalah pacar bapak negara atau ketu kelas.
"sekarang aku bukan ibu negara lagi, kami uda cerai" ucap nya sambil cengengesan sedikit pun tidak ada penyesalan dalam raut wajah nya karna dia tidak pernah serius sama cowo, tamara sangat benci dengan yang nama nya laki-laki padahal dia ada di dunia ini karna kerja sama ayah dan ibu nya, dia benci sama cowo karna ayah nya yang telah menghianati ibu nya dengan perempuan lain itu sebab nya dia sangat benci dengan mahluk yang nama nya laki-laki, dia melampias kan kekecewaan nya kepada ayah nya melalui laki-laki yang di pacari nya berulang kali kami mengingatkan nya tapi berulang kali pula dia menceritakan rasa kecewa nya jadi kami tidak bisa berbuat apa-apa selain mengingatkan nya. sebenar nya tamara adalah wanita yang baik tapi karna rasa kecewa yang berlebihan lah yang membuat nya demi kian.
"kamu serius uda putus sama bapak persiden"
"iya dan sekarang aku uda jadian sama bapak persiden negara musuh"
"maksud nya apa sih aku gak ngerti" tanya ku yang memang tidak mengerti apa maksud dari ucapan nya tadi
__ADS_1
"lola amat ibu mentri" tamara memangggil aku dengan sebutan ibu mentri sosial karna selain aku bercita-cita jadi seorang dokter aku juga kepingin seperti ibu mentri hopopah indar parwansa.
"makan nya kamu jawab nya yang benar dong"
"iya habis putus dari pak persiden aku pacaran sama bapak persiden anak IPA 2"jawab nya santai
" wah g**a kamu, pada hal kan bapak persiden lebih baik dari si kutu kupret itu dan kamu tau kan mereka musuh kita aku gak setuju ya kamu sama dia" memang seperti sekolah SMA pada umun jurusan IPA sama IPS selalu bersaingan, dan kebetulan kami anak ips yang bandel-bandel sedangkan anak IPA selalu saja mengambil hati guru dengan kepintaran dan ke lembutan mereka dan itulah yang kami tidak suka, mencari muka di depan guru.
"tenang bu mentri lagian aku cuma main-main doang ko paling lama juga nanti cuma satu minggu, itu kenapa tu pala bisa bocor baru sehari tidak melihat wajah ku yang sangar ini palamu uda bocor" tamara memang tidak suka memuji diri sendiri karna katanya biar orang lain aja yang menilai nya lain hal nya dengan aku yang suka memuji diriku sendiri kalau di sekolah karna menurut ku memuji diri sendiri itu adalah salah satu penyemangat buat ku sendiri, tapi jangan sampai memuji diri sendiri dengan berlebihan nanti takut nya jadi sombong itulah salah satu perinsip hidup ku.
"kamu itu ya gak pernah berubah nati kamu dapat hukuman dari Allah lo seberapa banyak hati yang kamu sakiti segitu banyak pula nanti yang akan datang menimpah mu, mereka tu gak tau masalah kamu yang mereka tau itu mereka nyaman sama kamu, lagian bukan mereka yang salah ko"
"uda bu ceramah nya, tu pala ko bisa bocor ini yang harus kamu jawap pagi-pagi gini aku uda dapat ceramah dari bu mentri belum lagi nanti dari guru piket" inilah siapat buruk tamara tidak bisa di bilangin dan keras kepala.
"hedehhh cepede, semalam aku jatoh trus kena ujung meja de" sambil menceritakan semua kejadian di rumah ku semalam.
di kelas
"tu pala kenapa bisa bocor" tanya Riska pada citra, lalu citra menceritakan semua nya kembali pada teman-teman nya
"eh kalian uda siap PR ekonomi ga" ana yang bertanya langsung mendapat pertanyaan beruntun dari citra
"emang kita ada pelajaran ekonomi, trus tugas nya banyak gak, pelajaran ekonomi jam berapa" tanya citra
"wah kamu gak belajar ya, kita jam pertama ekonomi gak bisa lagi kamu kerjain bentar lagi juga bel" jawab ana
"wah kena hukum lagi ni, alasan nya apa ya nanti" citra berkurang dalam hati nya
__ADS_1
"ko bisa kamu gak bawa buku nya, biasa nya kamu paling tau soal mata pelajaran" tanya tamara
"iya itu masalah nya setelah aku kepalaku ke pentok tiba-tiba aku amnesia selama dua jam" jawab citra asal
"emang bisa kaya gitu ya, tapi ya setau aku yang di filem-filem itu gak dua jam tapi berbulan-bulan" jawab anisa yang sedari tadi hanya diam menyimak omongan teman-teman nya
"itu kan cuma filem, paling suting nya cuma sehari" cawab citra yang mulai membodohi teman nya
"ohh, trus gimana rasanya lupa ingatan" tanya anisa yang mulai percaya dengan ucapan citra
"gimana rasanya lupa ya begitu rasanya" jawab citra yang mulai kesal dengan ke b**o*n teman nya, sedang kan yang lain nya hanya tertawa karna citra telah menjahili anisa. tak lama bel pun berbunyi menandakan mata pelajaran akan di muali sebenar nya citra agak takut dikarenakan guru ekonomi mereka sangat suka mempermalukan murid nya. setengah jam berlalu tapi guru mereka belumu juga datang karna guru ekonomi mereka berhalangan masuk sekolah.
"alhamdulillah ya Allah engkau memang maha penyayang hari ini keberuntungan berpihak pada ku, engkau memang baik ya allah engkau tidak suka melihat hambamu di permalukan ya Allah terimakasih ya allah" ucap citra dengan sangat keras sehingga semua meta tertuju pada nya
"ini anak otak nya geser kali ya" ucap salah seorang siswa yang bernama joko
"otak mu yang geser, aku bersyukur tu karna Allah menyayangi aku, tau kau" jawab citra
"cit apa ini epek kamu jatuh ya, makanya kamu agak beda hari ini, jadi benar otak kamu bermasalah" tanya dianra
"ya kali, aku cuma senang aja kali kalo bapak tu gak datang itu artinya aku gak di permaluin nati" jawab citra
"jadi benaran otak kamu geser cit, gimana rasanya" tanya anisa
"otak mu yang geser, jadi orang tu yang pintar dikit ke" kesal citra
"aku kan pintar buktinya aku juara kelas dan kamu tidak" jawab anisa
__ADS_1
"hahahaha rasain tu cit, kamu si yang mulai duluan tadi" jawab salsa yang semakin membuat citra kesal.
assalamulaikum kakak-kakak Terima kasih suda mau mampir di karya saya ini, maap jika karya saya masih banyak kekurangan atau mungkin karya saya ini membosankan terlebih dulu saya minta maap, dan untuk yang sudah membacanya saya minta tolong tinggalkan jejak kalian di sini dengan cara like dan baca karya saya ini, karna satu like dari kalian adalah penyemangat untuku terus berkarya, Terima kasih🙂🙂assalamu'alaikum 😇😇