Diam Dengan Luka Pergi Dengan Luka

Diam Dengan Luka Pergi Dengan Luka
berlalu


__ADS_3

Empat tahun sudah aku berada di negeri orang semuanya berlalu dengan gitu lambat rindu ku yang makin hari makin membesar membuat aku merasa waktu berputar dua kali lipat lebih lambat tapi, orang-orang mengatakan empat tahun adalah waktu yang cepat dalam menuntaskan Sarjana s2.


iya aku sudah Sarjana s2. dua tahun aku di swiss menjalani studi s1 ku dengan perjuangan yang tidak mudah. tinggal sendirian di kota baru menghadapi musim dingin yang belum pernah aku rasa kan sebelum nya, hingga aku wisuda tidak ada satupin keluarga ku yang datang karna pada saat itu bunda ku sakit. dan ayah tidak bisa meninggalkan bunda pada saat itu.


Pada saat itu aku menjadi mahasiswa yang palinggtinggi berperestasi jujur aku sangat senang apa lagi melihat bunda dan ayah menangis bahagia di layar monitor pada saat aku menerima penghargaan tapi, seperti hal nya hidup tiap ada susah ada senang di belakang nya begitu pun sebalik nya. senang ku ada sedih di belakang nya. aku kecewa pada keadaan dimana di saat yang aku dan keluarga ku tunggu-tunggu yaitu hari kelulusan ku bunda ku malak sakit.


aku sangat tahu bunda dan ayah saat ingin menghadiri acara wisuda ku tapi, apa boleh buat takdir berkata lain. rasa kecewa pasti ada tapi aku bersyukur karena tuhan masih memberikan ku dan orang tua ku merasakan bagaimana rasanya bahagia di saat kamu berhasil meraih satu impian. dan saat ini aku resmi menjadi DOKTER CITRA AYUNINGTIAS MD. bangga rasa nya mendapat gelar ini perjungan yang tidak mudah aku laliu, pengorbanan yang begitu besar aku korbankan hanya untuk mendapat kan MD. DOKTER sepesialis sarap.

__ADS_1


Sarjana S2 ku perileh di landen, sebelum aku mendapat beasiswa ke landen terlebih dahulu aku di uji pantaskah aku mendapat kan beasiswa itu. hingga pada tanggal 5 juni awal 2018 tepat hari ulang tahun ku, aku di kirim menjadi tenanga medis suka rela di Ruma sakit GAJA di PALESTINA, negara yang dimana setiap langkah kita penuh dengan bahaya.


Jujur di palestina aku mendapatkan banyak pelajaran di mana kita harus tabah dalam menjalani kehidupan. anak-anak kecil yang tidak pantas untuk mendengarkan suara rintihan tapi mereka telah mendengarkan nya, dan bahkan bayi yang baru lahir terancam akan keselamatan nya. ledakan terjadi dimana-mana mayat sepanjang ruas jalan dapat di temui, mereka telah berhenti menangis seakan air mata mereka telah habis karena, mereka sadar menangis juka tidak akan meruba apa pun, mereka kuat menjalani hidup tidak putus dan tidak mengeluh pada tuhan yang maha esa, yang ada hanya semangat untuk mempertahankan wilayahnya bahkan anak-anak kecil yang tidak mengerti apa apa dipaksa untuk mengerti tentang keadaan yang mereka hadapi, banyak dari mereka yang kehilangan orang tua, sanak saudara dan lain-lainnya harta benda jangan ditanya lagi mereka hanya mengharapkan bantuan dari orang-orang yang kasihan terhadap mereka.


pertama kali aku menginjak tanah palestina yang aku dengar adalah suara rintihan, teriakan dan ledakan di mana-mana rasa takut seolah meluap entah kemana dengan percaya dirinya aku melangkah mendekati mereka yang sedang berlindung dari ledakan yang terjadi luka di sekujur tubuh mereka, darah seolah menjadi warna abadi dalam hidup mereka.


lantas pantaskah aku mengeluh dengan keadaan ku? jawaban nya tidak. mereka yang tidak yang akan pernah lagi bertemu dengan orang tua mereka di dunia tetap kuat lantas, mengapa aku yang hanya tidak bertemu beberapa tahun sudah mengeluh, aku banyak belajar dari anak-anak yang bermata biru itu, berkulit putih mulus seperti kapas tapi tak jarang banyak luka di tubuh mereka, mereka yang menggunakan bahasa surga ya, aku banyak pelajaran dari mereka anak-anak palestina, anak-anak perindu syahid, anak-anak yang kuat yang insyaallah surga untuk mereka.

__ADS_1


di palestina bukan hanya kami para tenaga medis yang menjadi relawan sukarela banyak juga dari kalangan lain yang datang untuk membantu seperti ustad ilyas, ustad yang pernah ber ceramah pada saat aku dan saras mencari makanan yang berakhir mendengarkan ceramahnya beberapa taken lalu, ya dia salah satu orang yang meminta untuk mengasuh anak palestina tapi dia juga salah satu orang yang mendapatkan penolakan itu, aku bercerita pada selaras bahwa aku bertemu dengan ustad ilyas di palestina dan reaksi sarah seperti biasa menjerit histeris di berkata dia ingin datang ke palestina untuk menemui ustad ilyas tapi itu hanya bualan semata karena pada saat itu saras sedang sibuk dengan skripsinya. tidak satu kata pun aku bicara dengan ustad ilyas bila berpapasan kami hanya tersenyum dan saling mengucapkan selam sebagai bentuk sopan santun. aku dan tiga orang lain nya lebih awal meninggalkan kan Palestinian karna tugas kami telah berakhir dan setelah itu aku tidak tau apa pun lagi tentang ustad ilyas.


dan saran selalu menanyakan tentang ustad ilyas. oh ya saras sudah menjadi dokter umum dan 2 tahun terakhir dia bekerja di salah satu rumah sakit di jakarta tapi pada awal 2021 saras di pindah tugas kan ke salah satu pondik pesantren di bandung. ya saras menjadi dokter di klinik salah satu pesantren di bandung dan dia saat ini sudah ada yang melamar aku selalu mendorongnya untuk segera menikah tapi dia bilang harus ada aku di samping nya. aku selalu menakuti nya dan mengatakan nanti yang melamar nya kan kabur tapinya tidak takut, dia bilang kalau lelaki itu adalah jodohnya makan lelaki itu tidak akan pergi kemana pun dan yang meminang saras adalah salah satu ustad di pondok pesantren tempat sarah bekerja. anak itu sangat beruntung saras adalah sahabat terbaikku.


Dan datang ke negara palestina adalah kado terindah ya aku dapatkan sepanjang hidupku ini terima kasih palestina kalian telah mengajarkan aku banyak hal tanpa kalian ketahui kalian telah menguatkan ku tampa kalian yang berkata apapun lekas sembuh Palestinian.


3 bulan aku mengabdi di rumah sakit gaza palestina dan 3 bulan itu pula setiap hari aku mendengar rintihan mereka sedih rasanya untuk meninggalkan negara itu tapi apa boleh buat tugas ku telah berakhir dan aku sukses dalam misi itu misi pembawa petaka hingga akhirnya aku mendapat beasiswa di london dan dua tahun terakhir aku telah menjalani wisuda akurasi mendapatkan gelar Sp. Bs sepesialis beda sarap. dan akhirnya aku resmi menjadi DOKTER CITRA AYU NINGTIAS MD. Sp. Bs SEPESIALIS SARAP.

__ADS_1


__ADS_2