Diam Dengan Luka Pergi Dengan Luka

Diam Dengan Luka Pergi Dengan Luka
wedding saras


__ADS_3

Sejak kejadian tratak yang jatuh itu aku dan saras tidak pernah lagi keluar rumah karna kata nya saras di pingit harus nya saras tidak boleh keluar rumah selama seminggu tapi, memang sipat saras yang memang tidak mau di kekang membuat dia terkadang brontak.


Dan hari ini adalah hari yang paling di tunggu-tunggu semua orang terutama mempelai wanita dan peria. terkadang aku ingin tertawa melihat sipat saras makin dekat dengan hari H dia makin gerogi, kandang dia dibajak ngonrol sering tidak nyambung dan semalam dia tidak tidur karna gerogi detak jantung nya sangat cepat melebihi orang normal pada unum nya maka dari itu semalam aku mengimpus nga, ingin rasa nya aku memasukka obat tidur ke minuman saras tapi, dia paling teliti dengan makanan dan minuman yang ia makan lagi pula itu tidak bagus untuk nya.


Maka jadi lah seperti ini mua sedangkan merias nya tapi yang diarias malah asik tidur.


"ras bangun"


"hmm bentar lagi"


"ras bangun bentar lagi acara nya mau mulai"


"hmmm"


"ya Allah rasss ustad Ali uda datang"


"anji* masa iya? aku uda cantik blom? ko gak bilang dari tadi sih?" panik saras


"yaudah ayo keluar nanti mereka nunggu in"


"ilermu lap dulu"


"astaga tisyu mana tisyu?"


"maka nya kalo di bangun in harus mau"


"eh tunggu-tunggu bukan nya mempelai wanita di jemput ke kamar nya habis ijab kobul?"


"emang iya"


"lah terus kenapa aku yang harus keluar? harus nya dia dong yang datang kesini, jangan bilang kamu ngerjain aku? "


"iya"


"astaga CITRAAAAA"


"kenapa emang?"

__ADS_1


"kamu tanya kenapa? ya Allah bisa gak sih teman ku satu ini aku tampol?" kesal saras


"coba aja kalo bisa"


"ya Allah ampuni hamba dan kuatkan hamba dalam menghadapai teman laknat ku ini" ucap saras dramatis


sebanar nya aku membuat saras kesal hanya karna agar ia bisa melypakan sedikit grogi nya.


Waktu berlalu dengan begitu cepat dan sekarang saras sudah sah menjadi istri dari seorang ustad Ali, bahagia rasa nya melihat teman yang kita sayang bahagia senyum bahagia terukir indah di bibir kedua mempelai. aku punya serpras untuk saras, aku pun berjalan menunju panggu.


"assalamualaiku warohmatullahi wabarokatuh


mohon perhatian nya sebentar dan maap jika saya memngganggu aktipitas nya sebentar" aku pun memulai dan ku lihat saras sedikit kaget dan kemudian tersenyum sedangkan mata semua orang sudah menghadapap ku.


"jujur saya sedikit gerogi berada di sini tapi, gerogi saya mungkin tidak sebanding dengan gerogi saras selama satu minggu terakhir, apa lagi tadi malam pengantin perempuan nya sambai tidak tidur" aku lihat saras melotot mungkin dia malu dan dia mengepalkan tangan nya ke arah ku mungkin dia mengancam ku agar tidak membuka aib nya.


"ras, bahagia rasa nya melihat mu sampai pada titik ini, banyak waktu yang kita lewati barsama, ku akui memang aku sangat cuek dan membatasi pergaulan ku, aku yang dingin dan hanya bicara singkat mungkin sering membuat mu kesal, tapi ketahuilah aku sangat peduli pada mu"


"lama aku menguji ke satiaan mu dalam berkawan dan kamu telah lulus ujuan itu sejak pertama kalia aku hendak meninggalkan negri tercinta ini, mungkin kamu tidak tau sebenar nya aku suda menggap mu sahabat sejak kamu dan aku berpisah di bandara sukarno-hatta"


"tidak dapat ku temukan sahabat sebaik dan setia seperti mu di belahan dunia mana pun, mungkin terdengar sangat lebay tapi itu lah kenyataan nya. kamu yang cerewet salalu membuat ku rindu akan tingkaha mu"


"sekarang kamu sudah mempunyai suami yang akan menjaga kamu, melindungi mu dan mendengar kan segala ocehan mu, dan aku pun tau semua nya akan tidak sama seperti dulu lagi tapi, ketahuilah seberapa jauh kamu dan aku akan melangkah kamu akan tetap sahabat ku dan bagian dari keluarga ku" aku pun menjedah sebentar ku lihat saras sudah berderai air mata.


"kapan pun kamu butuh peran ku datang lah karna aku akan selalu menyambut mu dengan penuh suka cita. jujur sejak pertama kamu mengatakan kamu akan menikah di saat itu pun aku berpikir akan kah aku kehilangan sahabat lagi? tapi pertanyaan itu dibantah hati ku, hari ku mengatakan kamu akan tetap menjadi keluarga ku, dan di saat kamu mengatakan kamu akan menikah aku mencari tau semua tentang calon suami mu, mungkin kamu tidak tau dan baru tau sekarang"


"pertama saya minta maap pada ustad Ali karna selama ini saya menyuruh orang untuk mencari tau siapa ustad Ali ini? pantaskah dia men dampingi teman ku yang bar-bar ini? bagaimana pergaulan nya? keluarga nya? semua nya saya cari tau sekali lagi saya minta maap ustad"


"tapi setelah saya cari tau semua nya dan mendapat kan semua jawaban dari pertanyaan ku, saya pikir teman ku itu yang tidak pantas untuk ustad" aku melihat saras kembali mengepalkan tangan nya ke arah ku pada hal dia sedang menangis


"ustad terima kasih karna telah memilih saras untuk menjadi pendamping hidup mu, bombing dia ke Jalan yang benar karna selama ini dia sedikit belok hahah, bercanda saras jangan marah ya"


"jujur aku tidak pernah seposesip ini ke pada orang lain, saya yang terkenal cuek harus cape-cape menyuruh orang mencari tau siapa sebenar nya calon dari sahabat ku ini"


"dan aku mendapat kan jawaban yang aku ingin kan, ustad tolong jangan sakit sahabat laknat ku itu, karna selama ini dia sudah cukup menderita, dan mungkin ustad sudah tau tentang masa lalu saras yang sangat mentakitkan dan tentu nya tidak mudah untuk dia"


"ras, terima kasih karna sudah datang dalam hidup ku, jadilah istri yang bisa menjaga kehormatan mu, suami mu dan keluarga mu, dan hari ini adalah titik awal mu dalam memulai hidup baru mu semoga keluarga mu menjadi keluarga sakinah mawadaah warohma"

__ADS_1


"baru kali ini aku bicara banyak kecuali di acara seminar, dan aku pun heran kenapa aku bisa bicara banyak, tapi, aku tau siapa yang membuat ku seperti ini. aku yang cuek tiba-tiba jedi posesip hanya sekedar mendengar saras mau menikah, dan aku yang irit ngomong dab jarang bercanda tiba-tiba banyak ngomong bahkan sedikit bercanda di depan banyak orang hanya karna ingin membuat saras sedikit terkesan"


"intinya saras membawa banyak perubahan dalam hidup ku, mungkin sudah banyak aku berbicara di depan ini dan aku akan mengakhirinya "bahagia selalu saras" assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh "


aku pun melangkah ke kursi raja dan ratu sehari itu untuk mengucapkan selamat


"salamat ya ras"


"maka sih ya" kata saras sambil memeluk ku


"kado ku mana? " tanya saras


"kata-kata tadi lah"


"ah mana bisa gitu"


"bisa lah"


"in gak bisa, sini kado ku"


"ko maksa"


"yak poko nya gak mau tau harus ada kado"


"kamu mau apa?"


"mikur sendiri lah, masa naya sama yang minta kado" kesal saras


"ya uda nanti di kamar pengantin mu ada kota warna putih di bawa kolong nya itu kado ku"


"ko di bawa kolong si?"


"terserah aku dong"


"ya uda Ian aku uda ada suami yang nanti bisa ambil ya kan mas?" tanya saras pada suami nya


"mentang-mentang"

__ADS_1


"iya dong, kamu kapan nyusul?"


__ADS_2