Diam Dengan Luka Pergi Dengan Luka

Diam Dengan Luka Pergi Dengan Luka
perpisahan


__ADS_3

tidak terasa hari cepat beganti dan hari ini hari dimana sekolah ku mengadakan acara perpisahan sedangkan tiga hari lagi adalah hari dimana semua siswa kelas 12 di selueuh indonesia melaksanakan UNBK (ujian nasional berbasis komputer), sebelum kami menuju hari yang menegang kan kami ada di hari yang menyedihkan sekaligus menyenangkan.


semua orangtua murid hadir tak terkecuali orang tua ku dan teman-teman ku, acara demi acara di laksanakan dengan hikmat mulai dari hiburan, permintaan maap dan kata terima kasih dari kelas 12 yang di wakili mantan ketua osis, kata-kata perpisahan dari adik kelas yang di wakili ketua osis baru dan kata-kata perpisahan dari semua guru yang di wakili ibu Kepala sekolah. di lanjut dengan drama yang menyayat hati dari kelas 12 yang di wakili sebagian besar dari jurusan kami, sampai di penghujung acara pelepasan jabatan dari kelas 12 ke kelas 11 mulai dari uks, pks, pramuka dan osis semua nya di lakukan oleh ketua-ketua ekstra terdahulu dan yang mewakili ekstra uks adalah aku sendiri.


rasa senang dan legah menyelimuti hati ku karna selama aku menjabat semua nya berjalan dengan lancar dan insaallah aku meninggalkan kesan baik di ekstra yang ku dalami, tapi di saat melepas kan jabatan ku ada rasa lain yang terselip di hati ku yaitu rasa sedih, karna pasti nya aku akan merindukan saat-saat dimana aku menolong mereka yang membutuh kan.


dan saat acara pelepasan burung merpati dan balon aku menatap semua teman-teman ku "mungkin besok atau lusa kita tidak akan bisa tertawa bersama lagi, tidak bisa nakal bersama lagi inilah yang paliang kubenci dari petemuan, kita berpisah pada saat sayang-sayang nya" aku hanya bisa ber kata dalam hati ku tak terasa air mata ku jatuh tanpa seijin ku, pikiran ku terus berkata jangan menangis tapi hati ku tak kuat menahan perih nya perpisahan kami dan mata ku pun berhianat dengan mengeluarkan air bening yang mewakili hati ku.


"kenapa kamu nangis cit" tanya ana, sontak anisa, tamara, salsa dan dianra menoleh ke arah ku


"nga ko aku tadi cuma kelilipan"


"jangan bohong napa" dianra


"tau tuh, uda jelas-jelas nangis pake ngeles lagi" salsa


" aku cuman sedih aja karena kita mau berpisah aku takut nanti kita nggak ketemu lagi"

__ADS_1


" sumpah iya cit baru kali ini aku lihat kamu menangis" kata salsa yang diangkukin mereka semua, memang jujur aku baru kali ini menangis di depan mereka selama 3 tahun aku tidak pernah menangis di hadapan mereka mungkin mereka heran karna di antara mereka aku paling susah mengeluarkan air mata


" berarti kalian beruntung melihat air mataku di saat-saat terakhir kita dan kalian tahu tidak semua orang dapat melihat air mataku"kata ku dengan ekspresi yang tak bisa mereka artikan


" apanya yang beruntung coba melihat air mata kamu kalau itu air mata kebahagiaan sih iya kita beruntung lah ini kamu menangis gara-gara kita kan? " kata ana


" tenang aja cit pasti kita ketemu lagi nanti di waktu yang berbeda di tempat yang berbeda dengan susana yang menyenangkan" kata tamara sontak kami semua menganga sempurna


"setan apa yang merasuki mu" dianra


"itu ucapan mu tadi"


"lah memang benar kan"


" kita kira kamu cuman tahu soal cowok aja sekarang ternyata kamu sudah dewasa kata-kata mu menyayat hati" kataku sambil cengengesan sedangkan yang lain sudah tertawa puas


" cih giliran ngomong benar aja dibilang kerasukan giliran gonta-ganti pacar aja kali yang bilang nggak ada ahlak apa sih mau kalian" tanya tamara sambal cemberut

__ADS_1


"ha ha ha kita cuma kaget aja, jadi gak usa marah ya tamara sayang" kata salsa


setelah tamara nggak marah lagi kami melanjutkan acara untuk mendengarkan tausiah dari kepala sekolah untuk melepaskan kami dan tak terasa kami telah sampai di penghung acara yaitu acara salam salaman banyak siswa yang menangis terutama mereka yang paling bandel-bandel semuanya menangis tidak ada yang tidak menangis baik itu laki-laki maupun perempuan, mungkin perpisahan ini adalah awal perubahan mereka yang bandel-bandel terutama kami di mana di penghujung acara perpisahan ini langkah baru kami menanti kami, kami semua teringat akan dosa-dosa yang kami lakukan di sekolah membuat guru marah adalah hal yang lumrah yang kami lakukan di sekolah dan disinilah kami menyesal semuanya dan baru kali ini aku menangis di acara perpisahan ku dan ini adalah perpisahan ke empat kali aku lalui dan ini adalah perpisahan yang paling menyakit kan diantara perpisahan ku yang telah lewat.


air mataku tak kunjung habis terus mengalir tanpa seijin ku, aku terus menghapusnya tapi air bening itu terus mengalir membasahi pipiku aku heran dengan diriku sendiri aku yang tidak pernah menangis di hadapan orang lain kecuali orang tuaku kini menangis di hadapan ratusan orang, suasana hatiku yang tidak menentu membuat emosi ku meluap seketika aku memeluk mereka guru-guru ku yang paling aku sayang menangis sesenggukan dalam pelukan mereka adalah hal baru untukku guru-guru menepuk bahuku mengatakan 1 kalimat yang membuatku semakin mengangis


" kamu harus kuliah nak jangan biarkan cita-citamu hilang seketika yakinkan orang tuamu untuk mendukung mu di setiap langkahmu"kata bu aknes guru kesanyangan ku yang tau semua masalah ku karna aku selalu curhat Kepada bu aknes dan tidak ada yang kututupi dari nya bahkan sahabat ku sendiri tidak tau tidak mengetahui rahasia ku.


aku hanya bisa mengangguk dalam pelukan nya sedangkan di belakang ku bunda terus memperhati kan ku yang tak kunjung mau melepas kan pelukan ku.


"cit jangan terlalu lama banyak yang antri" kata bu aknes di sertai dengan ia menghapus air mata nya dan tersenyum pada ku.


kini giliran bunda yang menyalin bu agnes bu agnes meluk bundaku


" citra anak yang pinter bu, sayang kalau dia tidak melanjutkan pendidikannya citra juga anak yang berbakat bu saya berharap ibu bisa terus mendukung citra karena saat ini di membutuhkan dukungan dari ibu" kata bu agnes yang masih sempat kudengar karena aku masih menyalin guru yang di samping bu agnes ibuku hanya mengangguk dan tersenyum.


jujur aku tidak yakin aku bisa melanjutkan kuliah aku melihat ibuku yang selalu mematahkan semangat ku aku tahu ibuku hanya berusaha untuk membuat kuah tidak terlalu berharap karena keadaan yang tidak memungkinkan ku untuk melanjutkan kuliah dan ini adalah salah satu penyebab mengapa aku menangis hari ini karena aku berpikir di saat nanti teman-temanku kuliah aku hanya berdiam diri di rumah tanpa merasakan indahnya dunia perkuliahan sedih rasanya bila aku membayangkan kalau aku tidak kuliah,karna dari jauh-jauh hari bahkan sebelum aku memasuki sekolah ini aku selalu ingin kuliah di jogja di kampus UGM adalah kampus favoritku jogja adalah kota impianku tapi semua impian itu hanya akan ku kubur dalam-dalam agar tidak terlalu dalam lagi untuk melukaiku.

__ADS_1


__ADS_2