Diam Dengan Luka Pergi Dengan Luka

Diam Dengan Luka Pergi Dengan Luka
terahir


__ADS_3

hari ini adalah hari terakhir kami ujian hari, terakhir kami memakai seragam secara resmi, hari terakhir di mana aku bisa melihat semua teman-temanku dengan lengkap, sedih rasanya tapi apa boleh buat pertemuan telah menjanjikan perpisahan dan perpisahan telah menjanjikan kesedihan, takdir alam yang tidak pernah keliru, takdir tuhan yang selalu pasti jangan tanyakan bagaimana hasil ujian nya karena aku sendiri belum tau, disaat pelajaran matematika aku berniat untuk mengerjakan soal matematika tapi yang ada soal matematika yang mengerjai ku lucu kan, big saat pelajaran bahasa inggris aku membaca thesis thesis yang ada tapi malah lidahku yang dibuat keluh membaca teks yang ada di dalamnya sungguh membingungkan.


dan saat ini adalah pelajaran yang dipilih kan dan aku menilih pelajaran sosiologi pelajaran yang mengajari kita bagaimana cara bersosialisasi, pelajaran sosiologi adalah pelajaran yang selalu diterapkan di setiap hari jadi pelajaran ini tidak terlalu sulit aku sendiri yakin kalau aku bisa mengerjakannya seperti kata anisa kita harus percaya pada diri kita sendiri dan aku percaya bahwa aku bisa melakukannya walau tidak 100%.


tak terasa kami telah menyelesaikan ujian kami aku hanya diam memandangi mereka semua, jujur aku ingin menangis tapi aku malu yang bisa kulakukan hanya melihat wajah mereka sepuas puas ku semoga dengan melihat wajah mereka rinduku nanti untuk mereka tidak terlalu berat seperti kata dilan rindu itu berat memang benar adanya rindu itu berat apalagi rindu itu tidak bisa disalurkan apalagi rindu kita tidak terbalaskan sangat menyakitkan, tapi aku yakin rinduku kepada mereka akan terbalaskan rinduku kepada mereka nantinya akan tersalurkan semoga.


"cit" salsa memanggil ku dengan mata yang berlinang genangan air mata dengan suara yang gemetar menahan isak tangis nya, tanpa dia sadari air itu telah lolos dari pupuk matanya salsa berlari ke arahku dia berdiri tepat di hadapanku di memandangi ku diam seolah dia tidak ingin aku pergi darinya aku pun melakukan hal yang sama mencoba untuk tersenyum tapi senyum itu sangat menyakitkan mencoba untuk kuat tapi ternyata kami sangat rapuh.


"cit" kata salsa kembali aku merentangkan tangan ku mempersilahkan dia masuk ke dalam pelukan ku, tanpa menunggu lama salsa memelukku dengan erat.


"cit, apakah kita masih bertemu lagi nanti nya? "


"insaallah"


"tapi aku takut kita saling melupakan"


"emang kamu mau melupakan aku dan yang lain nya? " salsa hanya menggeleng


"berarti kita akan selalu mengingat nanti nya, aku yakin akan takdir tuhan dan aku pun yakin bahwa kalian juga tidak akan melupakan kenangan kita dengan mudah, butuh beribu-ribu kali aku berpikir untuk melupakan kenangan manis kita"


"dan kita semua pun sama" jawab tamara dari belakang dan di anggukin yang lain nya, kami saling ber pelukan dalam diam, melanyalurkan kekuatan satu sama lain tidak ada yang bicara kami sibuk dengan pikiran kami masing-masing.


sunggi sedih perpisahan kali ini, tak terasa air mata yang sedari tadi ku tahan akhir nya lolos juga, buru-buru aku menghapus nya tapi air bening itu lagi-lagi berhasil meloloskan dari. sungguh mata ku sangat mendukung hati ku yang berteriak di dalam sana.


tuhan mungkin ini sudah jalan kami, aku tau dengan jelas bahwa pertemuan akan menjanjikan perpisahan tapi aku tidak menyangka perpisahan ini akan sangat mengesakkan.


tuhan, selalu berikan mereka kekuatan, kesehatan agar kami nanti nya dapat berkumpul kembali.


aku terus berbicara dalam hati aku menatap semua teman-tekan ku, ya sekarang kamu ber 6 sedang membentuk sebuah lingkatan kecil agar kami dapat melihat wajah satu sama lain, mereka semua menunduk dan menangis. tapi aku heren ana tidak ada ekspresi sama sekali, dia tidak menangis, wajah nya datar sedangkan dianra yang tomboy saya menangis sesenggukan.


"an, kamu tidak sedih dengan perpisahan kita ini? , ini hari terakhir lo" akhir nya aku memecah keheningan


"setiap orang berbeda dalam mengekspresikan kesedihan nya, aku tidak menangis karna mungkin air mata ku telah habis"


"emang bisa ya air mata habis? aku tidak menangis lagi ah nanti kalo aku nikah gak bisa nangis" anisa kami kambuh, tapi itu membuat kami bisa tersenyum walau itu sangat sedikit

__ADS_1


"kanapa kamu bilang gitu an? " Tanya ku kembali


"jujur aku juga ingin menangis, tapi aku tahan karna aku tidak mau di hari terakhir ini yang kalian ingat adalah kesedihan ku, yang ku ingin adalah kalian ingat dengan ku karna kebahagiaan bukan kesedihan"


benar kata ana kami tidak bileh terlalu berlarut dalam kesedihan kami.


"benar kata mu an, jadi gak bole ada yang menangis lagi ya" kata dianra


"emang kalian sangat lebay, kalian seperti mau mati saja" ucapan seseorang dari belakang dan dia adalah orang yang paling ku benci.


"apa maksud mu ngomong begitu" Tanya ku sudah mulai terbakar emosinya


"ya kalian lebay"


"itu urusan kita bukan urusan mu, oh ya aku lupa kau kan gak punya teman maka nya kau gak sedih" ucap ku sinis


"siapa bilang"


"bukti nyata"


"dan pertemanan kami setia"


"kita lihat saja nanti"


"stop, kalian berantam mulu, Jangan- jangan kalian jodoh" kata anisa


"amit-amit" kata ku


"citra bukan jodoh nya Andre tapi jodoh Andre adalah jodoh tamara" jawab tamara dengan PD nya, sedangkan Andre sudah menyipotkan mata nya


"apa maksud mu" Tanya Andre


"ya kamu adalah jodoh ku" tamara sudah memulai gombalan nya sedang kan kami yang sudah tau maksud nya berusaha menahan tawa kami.


"aku gak sudi pacaran sama mu"

__ADS_1


"sudugak sudi itu adalah takdir tuhan"


"gila" kata Andre sambil melangkah kan kaki nya menjauh


"ANDRE SAPUTRA ORANG PALING PINTAR DAN GANTENG DI SEKOLAH INI AKU TAMARA SAPUTRI MENANTANGMU PACARAN DENGAN KU SELAMA SATU MINGGU" sontak kami menganga sempurna dan Andre menghentikan langkah nya.


"bagaimana saudara Andre saputra apa anda tertarik? " Tanya tamara sedangkan kami masih belum percaya dengan yang kami dengar


"aku gak mau"


"ternyata seorang Andre saputra sangat takut dengan tantangan dari tamara yang cantik ini, baik lah kalo begitu aku tau pasti kamu takut cinta benaran sama aku kan? " Tanya tamara dengan seringai licik nya


"siapa takut"


"jadi kamu menerima tantangan ku? "


"ok, deal kita PACARAN sekarang" kata Andre, kami semua semakin bengong kaya orang bodoh aku akui tamara sangan debts.


"ok hari ini tanggal 5 juli aku tamara saputri dan Andre saputra resmi ber PACARAN dan kalian ber 5 adalah saksi nya bahwa 7 hari kedepan aku dan Andre adalah sekarang kekasih"


"gila" hanya kata itu yang bisa keluar dari mulut ku. di hari terakhir kami di sekolah ini aku mentaksikan pandangan seperti yang di film dan di novel yang sering ku baca. tapi mereka cocok sih yang satu saputri yang satu nya lagi saputra.


"aku pergi dulu tamara" pamit Andre


"tunggu pacar" aku merasa geli mendengarkan nya"sini no ho mu dan sekarang panggil aku putri dan aku akan manggil kamu putra"


"pfffhh hahahaha hahahaha" tawa ku pun pecah sedangkan Andre sudah memicingkan mata nya


"ok sory, silahkan di lanjut" kata ku, setelah mereka saling bertukaran no pondel Andre pergi sambil geleng-geleng kepala mungkin dia menyesali perbuatan nya.


"hahahaha hahahaha" tawa tamara pecah seketika sempat aku berpikir bahwa dia sangat bahagia dengan status nya sekarang.


"ternyata d8a tidak sepintar yang ku pikir" kata tamara.


"maksud mu"

__ADS_1


__ADS_2