
hari ini adalah hari dimana aku harus pergi meninggalkan tempat dimana aku lahir, tempat dimana aku tumbuh menjadi remaja yang memiliki 2 kepribadian, hari ini hari yang sangat melelahkan walau aku tidak melakukan apapun bukan tubuhku yang lelah tapi pikiranku yang lelah memikirkan bagaimana aku ke depannya, sanggupkah aku hidup ditempat orang lain yang bahkan sama sekali belum pernah aku kunjungi, sanggup aku jauh dari orang tuaku yang selalu ada di hadapanku walaupun kami jarang berkomunikasi, sanggup aku jauh dari keponakanku yang lucunya minta ampun walau aku sering iri kepadanya karena perhatian orang tuaku lebih banyak untuknya, sanggupkah aku jauh dari kakak aku yang selalu mengajak ku berantem, sanggupkah aku jauh dari abangku yang jahil hanya minta ampun, semua ini akan aku lalui walau pada kenyataannya aku tidak yakin 100%.
dan hari ini hari yang paling ku benci kembali lagi yaitu hari dimana aku berpisah dengan mereka yang kusayang, aku paling benci dengan keadaan yang kualami sekarang ini aku disuruh memilih padahal kedua pilihan itu sama sekali tidak ada yang kuinginkan.
bila ku tetap diam aku tidak mendapat apapun tapi aku dekat dengan mereka yang kusayangi sedangkan kalo aku pergi meninggalkan mereka yang ku sayang aku masih memiliki sedikit harapan untuk bisa membahagiakan mereka, aku diam dengan luka dan pergi pun dengan luka pilihan yang sangat sulit untuk aku ambil semoga aku tidak salah memilih untuk pergi dengan luka ini dan aku berharap nantinya aku kembali membawa kebahagiaan untuk mereka yang kusayang.
" jam berapa berangkatnya adek? " tanya bunda
" jam 2 bun"
" kenapa tidak pagi? " tanya ayah
"biar nyampe jam 12 siang yah"
"emang berapa jam perjalanan? "
"7 jam yah"
"kamu yakin mau pergi? " tanya ayah, aku sekilas menatap ayah dan pandangan kami pun bertemu aku several mengalihkan pandangan ku karna aku takut bakalan nangis, sebenar nya semalam aku tidak bisa tidur dan aku selalu nangis semalaman
"takin yah"
__ADS_1
"yakin tlrak yakin aku tetap harus pergi yah" batin ku
" ingat ya dek apapun yang terjadi nanti disana kamu harus ceritain sama kita kalau kamu udah ngga kuat di tempat orang kamu harus kembali ke sini karena kami akan selalu menunggumu di sini" kata bang anton yang tumben-tumbenan so sweet
" iya dek sebanyak apapun mimpimu yang telah kamu rain dan sesulit apapun kamu di sana ingat akan selalu ada kami yang menunggumu disini ketika kamu dapat menggapai mimpimu kamu jangan lupa kamu berasal dari mana dan ketika kamu gagal meraih mimpi mu ingat kamu jangan putus asa dan ketika kamu putus asa ingat akan selalu ada kami yang selalu mendukung" kata bang agung
" aku pasti akan merindukan adek es batu ku ini nanti nya" kata ka rika yang sudah berurai air mata, aku tau mereka sangat menyayangi ku walau cara mereka menunjukkan kasih sayang itu berbeda. sedangkan kakak ipar ku nampak biasa saja dan aku tidak bisa mengartikan tatapan nya itu dan aku pun tidak terlalu perduli.
"terimakasih" kata ku singkat, aku tidak ingin bicara banyak takut nya nanti suara ku bergetar menahan tangis.
" kamu senang ya mau pergi?" kata ka rika
" jahat banget padahal aku sedih loh kamu mau pergi, gak ada lagi yang bantuin aku kerjain tugas rumah capek deh" kata rika
"hmmmm"
" nggak ada lagi temenku berantem, enggak ada lagi adikku yang sering es batu, enggak ada lagi muka datar di rumah ini" kata ka rika sedangkan aku hanya diam membisu berusaha menahan tangis ku
" dek kalo di tempat orang sana kamu jangan kayak es batu iya dek, nanti kamu ngga ada temen nanti kalau kamu nggak ada temen kamu kesepian nah kalau kamu udah kesedihan kamu pasti bakalan mau pulang jadi kamu jangan diam aja ya dek kamu harus bisa bersosialisasi dengan baik kamu kan anak ips sejati" kata bang anton menasehati sekalian mencaci karna aku anak ips yang bercita-cita jadi dokter alias salah jurusan.
"hmmmm"
__ADS_1
"dari tadi hmmm mulut gak ada yang mau di omongin gitu" kata bang anton
"gak ada"
"kamu gak sedih gitu mau perji jauh? "
"kaya mau meninggal aja"
"ya abis kamu gak ada ekspresi gitu" kesal bang anton
" terkadang diam lebih baik daripada banyak bicara tapi nggak ada makanan nya sekarang aku memilih diam karena aku tidak tau mau ngomong apa, di tanya sedih ya pasti sedih walaupun kalian sangat menyebalkan dan sering mengacukan ku tapi aku sayang kalian" kataku dengan suara yang mengatur tentang
"kamu jangan memendam rasa sakit mu sendiri dek" kata bang agung
"mobil nya uda datang aku pergi sekarang" kata ku sambil pemitan memeluk mereka satu persatu dan tak terasa air mata ku telah jatuh.
saat aku sudah berda di dalam mobil travel mereka melambaikan tangan mereka.
selamat tinggal tanah kelahiranku, selamat tinggal rumah penuh kenangan, selamat tinggal ayah bunda yang tersayang, selamat tinggal kakak dan abang ku yang tersayang, semoga suatu saat nanti kita bisa bertemu lagi dan disaat aku kembali nanti kuharap semuanya tidak ada yang berubah aku pergi untuk mengejar cita-cita aku aku pergi untuk kembali lagi suatu saat nanti.
AKU PERGI SELAMAT TINGGAL DAN SAMPAI JUMPA.
__ADS_1