
Selama di perjalanan aku hanya memikirkan tentang bunda entah kenapa aku terus mengingat mimpi itu, aku takut mimpi itu adalah pertanda tapi, kuharap itu hanya mimpi buruk semata dan tidak memiliki pertada apa-apa. tepat jam 10 malam aku sampai di bandara soekarno-hatta setelah aku keluar dan mengambil barangku yang tidak seberapa itu aku langsung menuju ke lobi bandara soekarno-hatta dan disana aku sudah menemukan saras karna yang menjemputku adalah sahabat ku itu karena aku tidak ingin membuat bang anton dan yang lainnya menjadi repot karena kemungkinan besar mereka belum tahu jalanan jakarta.
" masya allah citra aku sangat merindukanmu"kata saras sambil memeluk ku dengan erat
"hmmm aku juga, tapi kita harus segera ke rumah sakit international jakarta"
"ngapain?"
"bunda sakit, maka dari itu aku pulang"
"kenapa kamu gak kasih tau aku"
"aku juga baru tau semalam, mereka menyembunyi kan nya"
"sakit apa?"
"kangker"
"innalillah, kangker apa? "
"aku juga belom tau maka dari itu kami ngebut sekarang" Titan ku kepada saras karna saras membawa mobil sendiri dari bandung ke jakarta dan sekarang mobil yang dikendarai saras melaju dengan cepat ke hospital international jakarta tidak membutuhkan waktu yang lama karena jalanan juga tidak terlalu macet dan aku sangat bersyukur akan hal itu, setelah sampai di lobby rumah sakit aku langsung menanyakan di mana bunda dirawat dan suster mengatakan bunda dirawat di lantai dua tempat pasien biasa.
"di pantai dua mba"
"bukan lah di lantai dua tempat pasien biasa?" tanya saras
"betul mba"
"pindahkan sekarang ke ruamgan VIV" Titan ku karna aku tau tempat rawat kelas biasa sangat tidak nyaman dan aku juga mau perwatan bunda berjalan dengan lancar.
tanpa menunggu waktu lama aku dan saran samsung menuju ruang bunda dan saat kan sampai bunda akan segera dipindahkan.
"kenapa dengan bunda saya dokter" kata bang anton khawatir
"bunda akan di pindahkan ke ruamgan yang lebih nyaman" aku menyahit dari belakang, sontak mereka semua berbalik dan kaget melihat ku di rumah sakit itu
"adek" panggil ayah sedangkan yang lain nya masih terkejut. aku langsung berlari memeluk ayah dan menangis di pelukan nya.
"kenapa kalian menyembunyi kah hal semester ini yah"
"itu kemauan bunda mu dek" aku langsung berlari ke branka bunda yang sedangkan di during suster
__ADS_1
"bunda citra datang" lirih ku tapi bunda, masih diam saja seakan tidur masih baik dari pada melihat ku.
"sudah berapa lama bunda ku tidak sadar sus?"
"sudah 5 hari mba"
"bunda saya mengidam kangker apa?"
"biar dokter yang menjawab mba, karna dokter galih sebetar lagi datang"
setelah bunda setelah bunda dipindahkan tidak berapa lama dokter yang merawat bunda datang pria paruh baya yang kira-kira umurnya sebaya ayah memasuki ruangan yang serba putih itu saat pertama melihat dokter itu aku sudah melihat wibawah nya mungkin dia salah satu dokter yang disegani di rumah sakit ini, terlebih dahulu dia mencek kondisi bunda.
"bagai mana kondisi bunda saya dok?"
"adek siapa?"
"anak nya pasien dok"
"belum ada perubahan"
"Sebenar nya bunda sakit apa dok?"
"bunda kamu mengidam kangker darah stadium akhir"
dunia terasa runtuh hampir saja aku terjatuh ke lantai tapi beruntung bang agung menopang ku dari belakang
"kangker darah? stadium akhir?" lirih ku, aku segera melihat dokter tidak mungkin dia berbohong karna serial dokter telah bersumpah atas pekerjaan nya. aku langsung berdiri di hadapan dokter galih.
"masih bisa di sembuh kan kan dok? "
" karena ini adalah penyakit yang sangat fatal dan penyakit bunda mau ini sudah menyebar di seluruh tubuhnya melalui aliran darahnya menurut para medis akan sangat sulit disembuhkan apalagi melihat kanker ya sudah memasuki stadium akhir tetapi tidak ada yang mungkin selagi allah berkehendak maka adek dan keluarga harus selalu berdoa untuk kesembuhan bunda mu" kata dokter galih
"dokter harus berusaha terus" kata ku, ingin sekali rasanya aku yang merawat bunda tapi sanyang nya itu bukan bidang ku.
"pasti"
"apa tidak bisa di sembuh kan dengan operasi atau kemoterapi?"
"saat ini belum bisa melihat kondisi bunda mu yang masih lemah"
"cuci darah tidak bisa kah" tanya saras
__ADS_1
"bisa, tapi kemungkinan sembuh sangat kecil" kata dokter galih
"ambil kemungkinan sekecil apa pun" kata ku dan saras bersamaan
"baik, tapi apa saya boleh tau? kenapa kalian begitu banyak mengetahiu tentang dunia medis" tanya dokter galih dan di anggykin dua suster lain nya.
"karna kami adalah dokter" kata saras "dan dia adalah dokter CITRA ATUNINGTIAS MD. Sp.Bs dokter sepesialis sarap" dua suster langsung menutup mulut mereka karna terkejut. bukan apa-apa atau pun sombong tapi aku sudah beberapa kali menerima surat panggilan untuk bekerja di hospital internasional jakarta ini dan be berapa rumah sakit besar di dunia tapi, aku selalu mengundur waktu dengan alasan masih ingin belajar lebih banyak lagi. mungkin terdengar sombong atau angkuh tapi aku sudah lumayan terkenal dengan bidang medis, aku satu-satunya orang indonesia yang berhasil mengambil bidang spesialis selama 2 tahun dan itu menjadi apresiasi terbesar di bidang medis indonesia sudah beberapa kali aku bertemu dengan pemimpin rumah sakit rumah sakit terbesar di dunia bahkan sudah beberapa kali aku menemui presiden beberapa negara termasuk negara aku sendiri indonesia.
"sungguh kami sangat beruntung bertemu langsung dengan nak citra"
"terima kasih dok"
"semoga kita bisa bertemu lagi"
"pasti, karna dokter yang menangani bunda saya"
"ya, kalo begitu kami permisi" setelah dokter pergi aku langsung menuju ke arah bunda dan memegang tangan nya
"bunda adek uda datang, bangun bun" kata ku lirih air kata ku terus saja berdesakan keluar sampai membasahi tangan bunda.
"bunda adek rindu bunda hiks hiks hiks"
"bangun bun, adek tidak may melihat bunda seperti ini" aku dapat merasakan pergerakan tangan bunda, aku langsung mendongak kan wajah ku dan betapa bahagia nya aku melihat bunda tersenyum. aku langsung memencet bel di samping tempat tidur bunda agar dokter segera datang.
"bunda" kata ku sontak semua keluarga ku berkumpul mengelilingi bunda
"dek, bungsu bunda" kata bunda sangat pelan tapi masih bisa ku dengar
"iya bun, ini bungsu bunda, bunda harus sembuh ya" tidak berapa lama dekter datang dan memeriksa bunda
"bagai mana dok?"
"saat ini kondisinya jauh lebih baik, kami seperti ini terus kita bisa me lakukan operasi dengan cepat"
"alhamdulillah" seru kamu semua
"kalo begitu saya permisi" kata dokter galih
"terima kasih dok"
"sama-sama"
__ADS_1
terima kasih tuhan, terima kasih atas karunia mu.