Diam Dengan Luka Pergi Dengan Luka

Diam Dengan Luka Pergi Dengan Luka
pulang kampung


__ADS_3

setelah aku menemui dekan dan mendapatkan izin untuk pulang selama 1 minggu aku langsung packing karena aku tidak mau waktu ku terbuang sia-sia dan nanti malam aku akan berangkat pulang kampung dan akan sampai habis subuh lumayan jauh tapi semua nya tidak akan berasa jika di jalani dengan hikmat.


"mau di bantuin packing gak?" tawar saras


"uda ko"


"travel nya uda di hubungi?"


"uda"


"owhh" lama saras diam seperti bukan diri nya


"kamu mau ikut?" tanya ku


"mau sih, tapi besok aku ada kelas sama aku juga kerja"


"gak papa aku tinggal?"


"biasa nya kamu gak peduli"


"diam ku bukan berarti aku tidak peduli"


"iya aku tau, pulang nya bawa ole-ole ya"


"kalo ingat"


"harus"


tak lama setelah itu mobil travel yang akan membawa ku ke kampung halaman dan travel sudah sampi di depan kos ku yang sederhana itu.


"aku pergi"


"hati-hati"


"hmmm, kamu juga"


"kalo sudah sampe hubungi"


"hmmm, assalamualaiku"


"kamu gak mau salim aku gitu"


"corona"


"aisss menyebalkan sekali"


"assalamualaiku"

__ADS_1


"waalaikumussalam"


selama aku di perjalanan aku tidak bisa tidur sama sekali banyak hal yang aku pikir kan, mulai dari kampung ku yang mungkin sudah banyak perubahan sampai bagaimana aku kedepan nya, akan kah aku sanggup tinggal di tempat yang sama sekali belum pernah aku datangi. walau pun aku sudah terbiasa jauh dari keluarga tapi rasa takut akan suasana baru masih menghantui pikiran ku.


tidak terasa aku sudah sampai di loket dan seperti yang aku katakan tadi aku tidak tidur sama sekali aku terus tenggelam dalam bayang-bayang ke takutan dan kenikmatan.


"adek ku sayanggggg" sudah pasti itu bang anton dia yang menjemput ku, baru saja kaki ku menginjak tanah kini aku sudah melayang lagi, ya bang anton memeluk ku sambil menganggkat ku dan jangan lupa kan kami berputar-putar seperti filem india banyak orang yang melihat kami sambil menahan tawa tapi biar lah mereka dengan pikiran mereka dan aku juga membiaran bang anton melepas kan rindunya.


"dek abang rindu"


"hmmm"


"kau gak rindu?" tanya bang anton sambil melepas kan pelukan nya


"uda peluk nya?"


"blom, sini peluk lagi"


"lanjut nanti di rumah"


"baik lah perinses nya abang, bungsunya bunda, ibu bidan nya ayah, saingan nya rika, sama kembaran nya bang agung"


aku hanya memutar bola mata malas pasal nya abang ku yang satu ini sangat lah lebay


"ayo pulang"


kami pun menuju rumah menggunakan motor yang sering aku pake ke sekolah dulu, jarak dari loket ke rumah ku sekitar 1 jam an, walau jauh dan udara masih sangat dingin karna berhubung banyak nya gunung di sepanjang perjalanan tapi semua terasa nikmat.


"bundaaaaa bungsu mu sudah datang bersama dengan anak mu yang paling tampan" teriak bang anton


"anak bunda" kata bunda sambil memeluk ku dan jangan lupa dengan air mata haru bunda ku yang semakin tua ini.


"adek rindu" bisik ku tepat di telinga bunda


"bunda juga" kata bunda sambil melepas kan pelukan nya lalu mencium ku.


"ayah mu tidak di peluk" kata ayah sontak aku mencium tangan ayah lalu memeluk nya


"ayah sehat?"


"sangat sehat apa lagi setelah kehadiran ibu bidan ayah" aku hanya tersenyum menanggapai nya


"bang agung" kata ku sambil mencium tangan nya lalu memeluk nya begitu pun dengan ka rika sama dua kakak ipar ku.


"tante de tidak mau peluk salsa?" kata keponakan ku anak bang agung


"aku langsung mencium nya sekilas dan di malah berkali-kali mencium ku dan tidak mau lepas dari ku.

__ADS_1


" kakak ante nya cape sini nak"kata istri bang agung sedangkan istri bang anton hanya senyum mungkin dia masih canggung karna ini pertama kali kami bertemu.


"uhhh bang anton masih rindu sini peluk lagi" kata bang anton sambil memeluk ku sedangkan yang lain nya hanya menggelengkan kepala melihat tingkah bang anton


"emang tadi belum selesai pelukan nya di loket?" tanya ayah


"belum yah, tadi masih bentar"


"benar dek" tanya bang agung


"tidak"


"iya, gak percayaan bangat sih" kesal bang anton


"gak yakin?" kata bang agung


"tanya aja adek nya kalo gak yakin"


"emang iya dek?" kata bang agung lagi


"tidak"


"isss kau niii" kesal bang antin sedangkan yang lain nya tertawa puas


"kau masih sama cit, dinging dan irit bicara" kata ka rika


"tidak ada yang berubah sama sekali"


"ada" kata bang anton


"apa?" tanya ku


"kau makin cantik, putih, tinggi sama yang paling penting kau makin pintar" kata bang anton


"ante de, tidak bawa ole-ole?"


"tidak sempat tadi beli nya, maap" kata ku menyesal


"gak papa dek" kata bunda tersenyum


"sal, sejak kapan kamu gomong pake kata 'tidak'?" tanya ku heran, pasal nya selama ini dia kalo ngomong 'today' selalu dengan kata 'gak' tapi dari tadi dia ngomong sema seperti logat ku


"biar sama kaya ante, kan ade suka cara ngomong ante"


"owhh"


"kakak juga mau kaya ante pendiam dan pintar" kata salsa

__ADS_1


"mana bisa kamu jadi pendiam orang kamu cerewet kata ante mu rika" kata bang agung sedangkan salsa dan ka rika sudah mengerucutkan bibir nya dan yang lain nya tertawa.


terima kasih tuhan engkau telah mempertemukan aku lagi dengan mereka yang ku cinta dan sayang, selalu beri mereka panjang umur agar kebersamaan kami berlangsung lama, terima kasih ya Allah"


__ADS_2