Diam Dengan Luka Pergi Dengan Luka

Diam Dengan Luka Pergi Dengan Luka
ayah kembali


__ADS_3

saat bulan dan bintang tidak lagi berperan di malam hari dan saat suara azan yang lebih mendominasi di Iringin dengan matahari yang malu-malu keluar dari tempat persembunyian nya di saat itu lah aku mulai sibuk dengan persiapan ayah yang mau kembali ke kampung tercinta. ya, ayah akan kembali ketampat aku lahir dan tempat ayah dan bunda memadu kasih, kenapa aku tidak ikut pulang? jawaban nya karna permintaan saras yang meminta ku untuk menggantika nya di puskes sedangkan dia bulan madu. kenapa aku tidak menelpon saras dan menggoda nya, seperti nya itu adalah ide yang bagus.


empat kali panggilan ku tidak di jawab dan panggilan kelima baru di jawab


"ini siapa sih ganggu bangat orang lagi tidur juga" kesal saras di ujung sana


"malah diam lagi"


"assalamualaikum "


"waalaikumussalam"


"gimana?"


"apa nya?" tanya saras balik


"itu"


"apa sih gak jelas bangat nih orang, ini siapa sih? "


astaga dia suda tidak kenal dengan suara ku mentang-mentang uda jadi bini nya ustad


"ini dengan orang yang selalu anda susah kan" kesal ku


"maap-maap ya mbak says gak pernah nyusain orang yang ada saya yang selalu di susain"


"mending kamu lihat nama kontak nya deh" kesal ku


"oh si kutup toh"


"siapa? kutup? "


"iya kutup"


"kamu buat nama kontak ku si kutup di ponsel mu? " tanya ku tidak percaya setega itu kah dia, lagian kenapa harus si kutup


"uda ah aku cape mau tidur"


"uda solat blom? "

__ADS_1


"uda"


"nanti ayah pulang"


"iya ayah uda bilang, nanti aku ke rumah"


"emang kamu bisa? "


"bisa lah orang aku punya kaki ko"


"ya uda kalo gitu, aku siapin barang ayah dulu ya, assalamualaikum"


"waalaikumussalam"


"assalamualaikum"


"waalaikumussalam, baru pulang yah?"


"iya tadi bicara sedikit sama yang punya pesantren sekalian mau pamit pulang"


"oh, ayah mau minum apa? "


"ayahhh" kata ku sambil memicingkan mata


"kalo gak boleh gak usa nanya"


"ayah mah gitu"


"ayah gak mau minum lagian tadi uin da minum di tempat ustad"


"oh" hening tidak ada lagi yang berbicara aku sibuk dengan barang ayah sedangkan ayah sibuk bicara dengan salsa di telpon.


"kenapa yah? " tanya ku setelah ayah menutup telpon nya


"salsa dia mau ikut dengan mu"


"emang aku kemana yah? " tanya ku bingung pasal nya aku tidak punya rencara untuk liburan


"dia mau ke sini"

__ADS_1


"ke bandung yah?


" iya, kata nya dia rindu sama anti dek nya"


"kan dia sekolah yah, lagian adek juga kerja yah"


"ma kanya itu abang mu tadi lagi bujuk dia"


"anak itu"


"assalamualaikum"


"waalaikumussalam"


"kept bangat datang nya ras" kata ku setelah saras mencium tangan ayah


"kamu masak apa cit? " kata nya balik ber tanya


"kamu tidak masak? "


"habis solat kebablasab tidur" kata saras sambil nyengir


"istri macam apa kau ini"


"sudah lah kamu belum paham kan kamu masih bocil" kata saras sambil berlalu pergi ke dapur


"ayah pulang ke kampung? " tanya ustad AL suami saras


"iya nak kalian baik-bqik di sini sama sering-seringlah datang ke jakarta nanti"


"iya yah"


"ayah nanti kalo pulang ke jakarta lagi bawa dodol ya yah" kata saras antusias


"iya"


"kamu mau ole-ole apa dek? " tanya ayah


"asal ayah pulang dengan selamat saja" kata ku dan ayah menanggapinya dengan senyum in da di wajah lelah nya itu.

__ADS_1


__ADS_2