
"bunda... bunda.... bunda.... hiks hiks hiks"
"bunda harus pergi dek"
"kemana? ade ikut bunda hiks hiks hiks"
"ade harus di sini jagain ayah"
"yaudah ayah juga harus ikut"
"gak bole dek"
"kenapa bun? hiks hiks hiks"
"nanti kalian nyusul ya"
"kemana"
"nanti bunda bilang alamat nya, tapi ade harus janji kalo bunda pergi ade harus kuat dan gak boleh sedih terus"
"citra tidak mau janji" kata ku dengan tegas
"loh ko gitu sih dek? "
"adek tidak mau janji karna adek takut tidak bisa tepatin nya"
"tapi kali ini harus janji dek"
"gak mau, bunda mau kemana sih? adek ikut aja ya?"
"kan ade harus ngobatin banyak orang"
"ya uda ade bisa ambil cuti ko"
"tapi kali ini gak bisa nak"
"bunda mau kemana sih? baju nya putih semua, bunda mau pengajian ya? "
"bunda mau pergi jauh dek, ketempat yang abadi nanti di Sana kita akan kumpul semua ada ayah, bunda, bang agung sama keluarganya, bang anton sama keluarga nya sama kamu dan keluarga mu nanti"
"tapi kan bunda keluarga ade"
"iya, tapi maksud bunda keluarga baru citra"
__ADS_1
"bunda tidak boleh pergi hiks hiks hiks"
"ko ade cengeng sih? "
"entah kenapa ade ngerasa bunda mau tinggalin ade sendiri dan tidak kembali lagi, adek tidak mau bunda pergi masih banyak keingin citra untuk bahagia in bunda sama ayah"
"bunda sama ayah ida bahagia bangat apa lagi punya putri yang pintar dan bisa banggain keluarga"
"tapi afe belum bisa bawa bunda haji"
"tapi kan adek uda bawa ayah sama bunda umroh"
"itu beda bun"
"bunda harus pegi dek, ingat kamu gak boleh sedih terus dan ingat kalo bunda akan selalu ada di sini di hati adek, mungkin kita tidak pernah jumpa lagi tapi keta akan terus dekat karna hari kita saling terikat"
"hiks hiks hiks bunda may kemana sih? "
"mungkin adek sayang sama bunda tapi, Allah lebih sayang sama bunda, bunda pergi ya, ingat gak boleh sedih terus, citra anak yang kuat ingat itu bunsung bunda anak yang kuat, hebat, baik dan tidak cengeng"
"bunda pergi ya nak assalamualaiku"
"bunda.... bunda... jangan tinggalain adekkkk bundaaaaaaaaa"
"huh huh huh cuma mimpi tapi kenapa tersa nyata dan kenapa aku sampe nangis"
"assalamualaiku cit"
"waalaikumussalam ka, bunda mana? "
tanya ku langsung tapi kak rika sangat lama menjawab pertanyaanku yang semakin membuatku penasaran dan curiga karena aku meresa ada sesuatu mereka sembunyikan dariku.
"ka, kk kenapa diam"
"mmmmm"
"ka cepat jawab tadi aku mimpi buruk soal bunda, bunda tidak pa-pa kan?"
"KA JANGAN DI AJA DONG JAWAB KA, KA RIKAAA" tanya ku sambil berteriak, tapi yang kudengar hanya isak tangis ka rika
"dek" kata bang anton
"bang anton bunda mana?"
__ADS_1
"bunda ada ko"
"masih HP nya sama bunda ade mau ngomong"
"tapi gak sekarang ya, bunda lagi tidur"
"tinggal bangunin aja apa susah nya sih, bunda juga tidak akan marah" kesal ku
"bang jangan diam aja dong, apa sih yang kalian sembunyiin dari aku, ingat ya bang AKU TIDAK SUKA SAMA ORANG TUKANG BOHONG" tegas ku
"dek, bunda sakit"
blusss hati ku rasany remuk jantung ku terpacu dengan cepat, perasaan ku makin tidak menentu, tidak biasa nya seperti ini jika bunda atau ayah sakit pasti bang anton langsung kasih tau aku.
"sakit apa?" tanya ku lirih
"bang, jawab"
"kangker darah" jawab bang anton lirih tapi masih bisa ku dengar sontak aku match sambil menyenghol vas bunda di samping ku hingga menimbulkan suara yang cukup keras
"dek kamu gak pa-pa?"
"gimana keadaan bunda?"
"bunda kritis"
"di rumah sakit mana?"
" hospital international jakarta"
"uda berapa lama?"
" sudah semunggu di rumah sakit daerah tapi doctor merujuk ke sini dua minggu yang lalu"
"TERUS KENAPA KALIAN TIDAK KASIH TAU AKU, kalian tidak mengaggap ku lagi"
"bukan gitu dek, tapi bunda yang larang, bunda gak mau kamu khawatir"
"citra pulang sekarang" kata ku sambil mematikan telpon nya.
bunda tunggu bunsu mu ini, bungsu mu ini yang akan merawat mu dengan tangan kecil yang dulu kamu genggam yang sekarang sudah bisa menggenggam tanganmu yang rapuh dengan tekad yang kuat aku akan berusaha untuk membuat bunda kembali seperti dulu lagi, bunda adalah segalanya bagi ku. ku pikir 4 tahun terakhir hidup tanpa bunda adalah hal yang paling menyakitkan tapi ternyata saat ini lebih menyakitkan bunda. mendengar engkau terbaring sakit lemah dan tak perdaya adalah hal yang paling ku benci, aku tahu sakit mu tidaklah sederhana, sakit mau tidaklah ringan seperti sakit kepala biasa, tapi kau masih berusaha untuk membuat ku tidak khawatir, aku tahu engkau adalah manusia yang paling kuat di muka bumi ini, manusia yang menjelma menjadi malaikat tak bersayap ku. bunda harus bertahan anakmu yang engkau besarkan dengan sepenuh hati mengorbankan jiwa dan ragamu akan datang menemuimu walaupun pertemuan yang kuharapkan tidaklah seperti ini tapi aku berharap setelah kedatangan ku engkau kembali menjadi manusia yang paling kuat.
setelah packing barang yang tidak terlalu banyak dan sudah mendapatkan tiket yang lumayan mahal karena penerbangan yang mendadak, tapi itu semua tidak masalah bagiku asalkan aku tidak terlambat untuk menemui malaikat tak bersayap ku itu, semua yang ku perolehan akan tidak ada artinya bula dia tidak ada, aku pasti akan sangat menyesal bila tidak lagi bertemu dengannya aku yang berprofesi sebagai dokter tidak bisa merawat ibuku itu adalah kegagalan terbesar aku nantinya aku tidak ingin menyesal. mimpi itu terus terngiang-ngiang di pikiran ku aku ingin cepat bertemu bunda rasanya pesawat yang ku tumpangi kali ini benar-benar begitu lambat bahkan lebih lambat diri siput. ingin rasanya aku meneriaki pilot nya agar mrbawa
__ADS_1
pesawat lebih laju tapi, itu semua tidak mungkin.
tuhan kata engkau mengatakan berdoa dengan jarak yang begitu dekat dengan langit akan cepat engkau kabulkan dan saat ini aku sedang di atas awang-awang dekat dengan langit yang tanpa tiang ini aku berdoa kepadamu aku memohon kepadamu angkat penyakit bundaku sembuhkanlah dia tuhan jujur dia adalah salah satu manusia yang begitu baik, tuhan berikan aku waktu yang lebih lama lagi untuk aku agar bisa menghabiskan waktu dengan dia malaikat tak bersayap ku.